Kumba, Ruteng, Manggarai

PAROKIKUMBA.ORGTim Formatur Pemilihan Pengurus Harian Dewan Stasi Santu Leonardus Porto Mauritio, Carep di Paroki Santu Mikael Kumba telah menetapkan tanggal pemungutan suara atau pemilihan Dewan Inti Stasi Carep periode 2026-2030 akan dilaksanakan pada Minggu pagi, 8 Februari 2026. “Semuanya sudah siap seratus persen dan tinggal pelaksanaanya saja,” kata Marsel Ruben Payong, Ketua Tim Formatur, dihubungi media ini, Jumat malam, 6 Februari 2026.

Kegiatan bersejarah ini akan diawali dengan Misa Launching Tahun Sinodal 2026 yang dipimpin oleh Pastor Paroki Kumba RD Kornelis Hardin dan dihadiri jajaran Ketua Pelaksana DPP dan DKP serta Tim Formatur 2026-2030. Selain itu, barisan Pengurus Harian DPP dan DKP Paroki Kumba periode 2026-2030 yang pekan lalu telah dipilih juga dijadwalkan akan ikut menghadiri kegiatan ini.

Stasi Carep yang baru saja merayakan HUTnya yang ke-13, berdiri di zaman kegembalaan Pastor Paroki Kumba RD Leonardus E. Novery. Ketua Stasi pertama adalah Geradus Jewaru, yang berprofesi guru dan pensiun dari SDI Wae Rii. Pada pemilihan Ketua Stasi yang kedua, terpilih Lambertus Dos yang meraih suara terbanyak periode bakti 2018-2022.

Namun, saat itu, karena Lambertus sering sibuk keluar kota (Surabaya) dan tak bisa full time melaksanakan tugas tersebut, dia lalu meminta kesediaan Bastian Bheo Mone, dengan kesepakatan bersama RD Mansuetus Hariman, pastor paroki saat itu, untuk menggantikannya sebagai Ketua Stasi Carep. Pada pemilihan berikutnya, Bastian yang lama berkarya di Komisi KOMSOS Keuskupan Ruteng kembali terpilih melanjutkan jabatan tersebut untuk periode 2022-2026.

Gereja Santu Leonardus Porto Mauritio Stasi Carep, Paroki Santu Mikael Kumba. Foto diambil belum lama ini tampak bagian depan saat diselenggarakan misa Komuni Pertama untuk siswa Sekolah Dasar. (Foto: PAROKIKUMBA.ORG)

Stasi Carep memiliki 5 Wilayah dan 20 Komunitas Basis Gerejani (KBG). Di bagian barat meliputi wilayah Laci dan Langgo, sisi utara membentang wilayah Cimpar, dan bagian timur ada wilayah Mando. Di Stasi ini terdapat 3 lembaga pendidikan, yakni SDI Wae Rii, SMP Negeri 5 Langke Rembong, dan PAUD Santu Leonardus.

Selain itu, umat di Stasi Carep selalu mendapatkan pelayanan pastoral yang terus berkembang dari waktu ke waktu, seperti misa mingguan, di masa kegembalaan RD Kornelis Hardin dan Vikaris Parokial RD Hironimus Apul ditambah pula misa harian dan Adorasi Ekaristi, serta peningkatan pelayanan pendampingan kelompok rohani, seperti Legio Mariae dan PMRSH, OMK Serikat Kerasulan Remaja (SEKAR), dan SEKAMI yang didampingi para Suster dari Kongregasi Suster Hati Tak Bernoda Bunda Maria (FMVI).

Tahapan awal berupa penjaringan nama bakal calon yang diusulkan oleh umat yang ada di 20 KBG untuk selanjutnya dipilih menjadi Pengurus Harian Stasi Carep (Ketua Pelaksana, Wakil Ketua Pelaksana, dan Sekertaris) mengerucut menjadi 3 nama calon yang akan dipilih pada Minggu, 8 Februari 2026. Berikut kami tampilkan selayang pandang profil ketiga kandidat yang dirangkum melalui wawancara langsung maupun informasi yang dihimpun dari berbagai sumber.

1.Ernesta Sasiman Kurniati Banung

Wanita periang, murah senyum dan penuh semangat ini lahir di Langgo, 7 Juni 1977. Saat ini ia berusia 48 tahun. Suaminya Stanislaus Dagur, merupakan wiraswastawan yang ulet dan mahir atau berpengalaman dalam dunia (bengkel) otomotif. Keduanya dikaruniai 3 orang anak.

Bersama suami dan anak-anaknya, Erni tinggal di rumah yang berhadapan langsung dengan Gereja Stasi Carep di KBG Gaudium Wilayah Taman Eden.  Kesehariannya ia berprofesi sebagai guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Santu Leonardus yang ia dirikan tahun 2016. Bersama rekan guru lainnya, Erni mengelola lembaga PAUD yang saat ini memiliki 37 siswa.

Setelah lulus SMA tahun 1996, Erni merantau ke Tangerang, Banten untuk belajar ilmu computer dan setelahnya langsung bekerja. Tinggal di Tangerang sampai tahun 2005, setahun kemudian ia menikah dengan sang pujaan hati, Stanislaus di Gereja Santu Robertus Belarnimus di Cililitan Jakarta Timur. Setelah menikah, mereka tinggal di Cibinong, Depok sampai 2014. Tahun yang sama keduanya kembali ke Ruteng.

Pengalamannya di bidang pelayanan Gereja tak diragukan lagi. Pada tahun 2000 – 2005 ia pernah menjadi pengurus Persekutuan Doa (PD) Kharismatik Katolik di Paroki Santa Maria Tangerang, Banten. Lalu, tahun 2006 – 2012 menjadi pengurus Persekutuan Doa yang sama di Paroki Keluarga Kudus Cibinong, Depok. Tahun 2016 – 2021 ia dipercayakan sebagai Sekertaris Legio Mariae Stasi Carep dan tahun 2020 – 2025 menjadi Sekretaris Kuria Paroki Kumba. Sejak tahun 2020 sampai sekarang diangkat sebagai Ketua Seksi Liturgi Stasi Carep.

2. Jebadu Robertus

Saat ini, Rober, sapaan kesehariannya, berusia 61 tahun dan dari pernikahan dengan Yasinta Tanggu, mereka dikaruniai 4 anak. Ia tercatat sebagai pensiunan guru di SMA Negeri Nanu, Kecamatan Rahong Utara. Sejak itu, masa pensiunnya diisi dengan aktivitas menyalurkan hobi lama seperti menanam sayur (hortikultura), merawat kebun kopi, dan budidaya ikan air tawar. Lelaki yang sering tersenyum, ini adalah keponakan dari Suster Marita Din, OSU, mantan Pemimpin Kongregasi Ursulin Ruteng yang kini berkarya di Jakarta.

Rober memiliki sejumlah pengalaman dalam pelayanan gerejani, seperti sebagai pendamping/ pembina Orang Muda Katolik (OMK) di Stasi Carep (1990-1993), menjadi anggota Seksi Kepemudaan DPP Paroki St. Mikael Kumba (1990-2000), Sekretaris Panitia Pembangunan Kapela Carep (2006-2010), Sekretaris Dewan Stasi Carep (2010-2015), dan Wakil Ketua Dewan Stasi Carep (2015-2022).

Ia juga tekun menjalankan tugas sebagai fasilitator katekese sejak tahun 1990 sampai sekarang. Di masa pensiunnya, Rober terus mengisi waktu dengan berbagai karya pelayanan, termasuk pada 7 September 2025 diangkat sebagai Ketua Panitia Misa Perdana RP Cristian Paskalis Agung, OSM di Gereja Kumba. Memimpin sebuah panitia besar, ia bekerja dengan baik dan sukses, sehingga acara itu pun berjalan meriah tanpa hambatan.

3. Melkior Tonce

Melki, pria tampan dan kalem ini lahir di Carep, 29 Agustus 1980. Berzodiak Virgo, dia adalah anak ke 4 dari 7 bersaudara pasangan Bapak Yosep Tote (almarhum) dan Mama Rosalia Kamul (almarhumah). Di usianya yang ke-46 tahun, ia masih terus mewarisi hobi olah raga, seperti sepak bola, bola voli, dan sepak takraw.

Pada tahun 2011 ia menikahi Mathilde Dedi, wanita asal Nangakeo, Kecamatan Nangapenda Kabupaten Ende. Mereka mengucapkan janji setia dalam Sakramen Perkawinan di Gereja Stasi Nangakeo di Ende. Dari pernikahannya, Melki dan Mathilde dikarunia seorang putra bernama Francesco Alfaro Putra, kini berumur 13 tahun dan bersekolah di SMPK Santu Franasiskus Xaverius, Ruteng.

Bersama istri dan anaknya, Melki tinggal di KBG Mater Dei Wilayah Taman Eden. Kisah pengalaman hidupnya penuh perjuangan. Setamat dari SMA Karya di Ruteng tahun 1998, ia melanjutkan pendidikan ke Universitas Tribuana Tungga Dewi di Malang dan meraih gelar sarjana tahun 2003. Ia pun lalu merantau ke Solo untuk bekerja sampai tahun 2007. Pada akhir tahun itu, dia memutuskan kole beo (pulang kampung halaman) ke Carep dan menetap sampai sekarang.

Sejak tahun 2012 Melki bekerja di PT Dharma Guna Wibawa. Dalam karya pelayanan untuk umat Stasi Carep, ia pun berpengalaman pernah menjadi anggota Seksi Kepemudaan dan Olah Raga (2014-sekarang) dan dipilih menjadi Sekertaris Dewan Stasi Carep sejak tahun 2018 sampai sekarang. (Jimmy Carvallo)