Kumba, Ruteng, Manggarai

Foto: Ketua Komisi Kateketik Keuskupan Ruteng RD Thomas Julivaldistanto saat hadir di acara Pertemuan Pembekalan para Fasilitator Katekese Sinode IV Sesi III tentang Diakonia yang diadakan di Aula Paroki Kumba, Jumat, 15 Mei 2026 dan dihadiri lebih dari 100 peserta. (Foto: CHELSEA/KOMSOS PSMK)

PAROKIKUMBA.ORG – Seksi Katekese DPP Santu Mikael Kumba mengadakan acara Pembekalan bagi para fasilitator katekese dari 99 KBG di Aula Paroki Kumba, Jumat sore, 15 Mei 2026. Sekitar 130 fasilitator hadir bersama para ketua KBG, termasuk kaum religius dari berbagai kongregasi yang berkarya di paroki Kumba. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ketua Komusi Kateketik Keuskupan Ruteng RD Thomas Julivaldistanto.

Suasana ketika digelarnya Pertemuan Pembekalan Fasilitator Kakekese Sinode IV Sesi III yang berfokus pada Diakonia yang menghadirkan pemateri Ketua Komisi Kateketik Keuskupan Ruteng RD Tanto di Aula Paroki Kumba, Jumat, 15 Mei 2026 petang. (Foto: CHELSEA/KOMSOS PSMK)

Pastor Paroki Kumba RD Kornelis Hardin ketika membuka kegiatan yang berlangsung sekitar 3 jam ini mengatakan, Sinode IV Keuskupan Ruteng menjadi sinode umat karena sejak awal melibatkan semua umat yang ada di KBG-KBG untuk berpartisipasi secara langsung. salah satunya melalui katekese yang kali ini secara khusus merefleksikan tentang Diakonia.

“Katekese merupakan sarana pendalaman iman, dan pada dua ketekese terdahulu untuk Sinode IV ada begitu banyak usulan konkrit dan harapan yang datang dari KBG-KBG setelah umat melaksanakan katekese. Kali ini menyongsong Sinode IV Sesi III kita semua akan merefleksikan bersama tugas Diakonia Gereja. Di KBG-KBG selalu ada cerita-cerita inspiratif tentang kepedulian, solidaritas, dan semangat pelayanan yang semuanya memperkaya kebersamaan dan persaudaraan sebagai satu paroki, satu umat dalam Keuskupan Ruteng,” ujar RD Dino.

Pada kesempatan ini, RD Dino juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para fasilitator dan pengurus 99 KBG atas dedikasi dan pelayanan yang penuh semangat sehingga program katekese umat selalu berjalan sukses dan lancar di semua KBG. “Melalui ratusan Lembaran Harapan Umat yang selama ini terkumpul, tercermin bagaimana umat Paroki Kumba antusias dan gembira berkumpul untuk berkatekese. Umat semangat menyambut Sinode IV Keuksupan Ruteng,” kata RD Dino.

Pastor Paroki Santu Mikael Kumba RD Kornelis Hardin. disapa Romo Dino saat membuka kegiatan Pembekalan Fasilitator Katekese “Diakonia” dalam rangka menyongsong Sinode IV Sesi III yang akan diselenggarakan di Rumah Retret Wae Lengkas 1-5 Juni 2026. Kepada para fasilitator di Aula Paroki Kumba, RD Dino mengajak untuk menjadikan katekese ini kaya dengan berbagai sharing iman umat di KBG-KBG. (Foto: CHELSEA/KOMSOS PSMK)

Ketua Komisi Kateketik Keuskupan Ruteng RD Thomas Julivaldistanto, akrab disapa Romo Tanto, menjelaskan, katekese Diakonia sengaja digencarkan supaya umat semakin menyadari bahwa diakonia merupakan satu dari 4 tugas gereja yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain, yakni pewartaan, pengudusan. liturgi, dan diakonia.

“Selama ini kita, misalnya, menjumpai Tuhan dalam pewartaan dan liturgi. Tapi, di satu sisi kita kurang menjumpai Tuhan dalam tugas atau pelayanan diakonia. Yesus pernah bersabda Apa yang kamu lakukan unuk salah satu dari saudara-Ku yang paling hina ini, itu kamu lakukan untuk Aku. Kehadiran Tuhan dalam karya diakonia sama dengan kehadiran Tuhan dalam Sakramen Mahakudus atau Ekaristi. Diakonia kita harus berakar dalam Ekaristi dan Ekaristi yang kita terima harus disusul dengan diakonia,” kata RD Tanto.

Imam yang pernah studi di Universitas Wina, Austria, ini menambahkan, Ekaristi tanpa karya-karya diakonia, maka akan menjadikan wajah gereja kita pincang. Melalui katekese ini, lanjut dia, mau diwujudkan pemahaman bersama, karna di sisi lain gerakan atau berbagai karya diakonia selama ini masih dilakukan umat secara spontan, sporadis, dan belum menjadi gerakan bersama seluruh umat gereja.

Pemandangan saat dilaksanakannya simulasi Katekese Sinode IV Sesi III yang diadakan di Aula Paroki Kumba. Pada sesi ini semua fasilitator dibagi dalam 5 kelompok simulasi untuk melakukan “pemanasan’ menjelang diutus ke 99 KBG dalam wilayah Paroki Kumba untuk memulai kegiatan katekese umat. (Foto: CHELSEA/KOMSOS PSMK)

“Maka, kita mau melihat dan mengajak umat untuk bersama-sama agar memahami bahwa kepedulian dan perhatian kita terhadap berbagai isu sosial, seperti judi online, kekerasan terhadap anak, masalah migran menjadi pusat perhatian supaya kita mempunyai keprihatinan bersama dan selanjutnya kita membangun karya untuk meringankan beban mereka. Itulah yang kita sebut sebagai karya diakonia,” ujar RD Tanto.

Kaum religius dari berbagai kongregasi yang berkarya di Paroki Santu Mikael Kumba juga mengambil bagian sebagai fasilitator katekese yang akan ikut mendampingi umat di KBG-KBG dalam mendalami Katekese Sinode IV Sesi III tentang Diakonia. Tampak mereka sedang mengikuti simulasi di Aula Paroki Kumba. (Foto: CHELSEA/KOMSOS PSMK)

Senada, Ketua Seksi Katekese DPP Santu Mikael Kumba Narsisius Paus, menjawab media ini mengatakan, katekese diakonia menjadi momen penting untuk mewujudkan solidaritas kristiani di tengah dunia yang penuh egoisme, memuja materialisme, dan hedonisme. Katekese umat, kata dia, menjadi momen penting untuk perjumpaan iman melalui berbagi pengalaman dalam terang Sabda Tuhan.

“Kita mengajak semua umat, bersama dampingan para fasilitator untuk menjadikan gerakan filantropis dalam semangat karya-karya diakonia ini dimulai dari KBG. Pembekalan ini berjalan sukses dan semua fasilitator sudah siap mengunjungi 99 KBG untuk mengadakan katekese bersama umat,” jelas Narsi. [Jimmy Carvallo]