Kumba, Ruteng, Manggarai

Foto: Vikaris Parokial atau Pastor Rekan di Paroki Santu Mikael Kumba RD Max Haber (kanan) saat mempersembahkan perayaan Ekaristi bersama RP Wilhelmus Kodong, SVD pada Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke Surga, Kamis, 14 Mei 2026. (Foto: CHELSEA/KOMSOS PSMK)

PAROKIKUMBA.ORGHari Raya Kenaikan Tuhan bukan hanya berbicara tentang Yesus yang naik ke surga, tetapi juga berbicara tentang perutusan Gereja dan perutusan seluruh umat beriman. Dan bagi kita yang hidup di zaman ini, kita semua dipanggil untuk menjadi saksi Kristus di tengah dunia modern ini.

Intisari pesan dan ajakan ini disampaikan oleh Vikaris Parokial Paroki Santu Mikael Kumba RD Max Haber saat memimpin perayaan Ekaristi Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga yang dilangungkan di Gereja Kumba, Kamis pagi, 14 Mei 2026. Pada misa ke-3 yang dipadati sekitar 1300 umat, ini dimeriahkan oleh koor Komunitas Asrama Putri Santa Angela, Biara Ursulin. RD Max, dalam misa tersebut didampingi RP Wilhelmus Kodong, SVD.

Mulai dengan Hal Sederhana

Di zaman modern ini, RD Max menuturkan, tantangan hidup umat beriman semakin besar. Perkembangan teknologi membawa banyak manfaat, tetapi juga banyak godaan. Media sosial sering dipenuhi kebencian, fitnah, hoaks, dan kata-kata kasar. “Banyak orang lebih sibuk dengan handphone daripada berbicara dengan keluarga, dengan anak-anaknya. Ada juga orang yang kehilangan arah hidup karena terlalu mengejar materi, popularitas, dan kenyamanan,” ujarnya.

Karena itu, lanjut dia, perutusan umat beriman di zaman sekarang bukan hanya dengan kata-kata, tetapi yang lebih penting adalah memberi kesaksian hidup yang baik. Dunia modern lebih membutuhkan teladan daripada sekadar nasihat.

Ribuan umat saat menghadiri Misa Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus ke Surga yang diselenggarakan di Gereja Santu Mikael Kumba pada Kamis pagi, 14 Mei 2026. Misa diselenggarakan dalam 2 jadwal dan dipenuhi sekitar 5 ribu umat Katolik. Misa juga dilaksanakan di Gereja Stasi Carep. (Foto: CHELSEA/KOMSOS PSMK)

“Dalam Injil hari ini (Matius 28:16-20), Yesus memberikan amanat agung kepada para murid “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku.” Yesus tidak berkata: “Tunggulah,” tetapi “Pergilah.” Ini berarti iman kristiani adalah iman yang bergerak. Orang beriman dipanggil untuk tidak tinggal di tempat tetapi hadir membawa terang dan harapan di tengah dunia,” kata RD Max.

RD Max yang juga berkarya di Komisi Tribunal Keuskupan Ruteng, pada misa ini, mengajak semua umat Katolik untuk merefleksikan kembali tentang apa yang diajarkan Yesus dan menjadi tugas perutusan kita di tengah dunia. “Kasih, pengampunan, kejujuran, kerendahan hati, kepedulian, dan kesetiaan kepada Allah. Inilah yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Tugas perutusan kita sebagai umat umat beriman dizaman modern ini, pesan RD Max, bisa dimulai dari hal-hal yang sederhana. Di dalam keluarga, kita diutus menjadi pembawa damai, bukan sumber pertengkaran. Orang tua diutus menjadi pewarta iman bagi anak-anaknya melalui teladan hidup. Anak-anak juga belajar menghormati orang tua dan hidup jujur.

Vikaris Parokial Santu Mikael Kumba RD Max Haber saat sedang memberkati anak-anak yang hadir dalam Misa ke-3 Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus kristus ke Surga yang diselenggarakan di Gereja Kumba, Kamis pagi, 14 Mei 2026. (Foto: CHELSEA/KOMSOS PSMK)

Di tempat kerja, kita diutus menjadi pribadi yang bertanggung jawab, jujur, dan tidak korupsi dengan materi, uang dan waktu. Dunia sekarang sangat membutuhkan orang-orang yang punya integritas. Di sekolah atau kampus, kaum muda dipanggil menjadi generasi yang membawa semangat persaudaraan, bukan suka membullying, melakukan kekerasan, atau menjalani pergaulan yang merusak dirinya sendiri.

Di media sosial, kita dipanggil menjadi pewarta kebaikan. Jangan/tidak mudah menyebarkan berita bohong, ujaran kebencian, atau komentar yang menyakitkan dan melukai orang lain. Karena itu, gunakan media sosial untuk menyebarkan harapan, mewartakan iman, dan memberikan semangat hidup.

“Karena itu, Hari Raya Kenaikan Tuhan mengajak kita untuk tidak hanya menjadi penonton iman, tetapi berusahalah untuk menjadi pelaku iman. Kita jangan hanya mengagumi Yesus, tetapi harus berani melanjutkan karya-Nya. Dunia modern saat ini membutuhkan orang-orang beriman yang mampu menjadi terang, pembawa damai, dan saksi kasih Tuhan,” pesan imam yang dua tahun lagi akan merayakan Pancawindu Imamat ini. [Jimmy Carvallo]