Foto: Pastor Paroki Santu Mikael Kumba RD Kornelis Hardin dan Vikaris Parokial RD Hironimus Apul saat sedang mengikuti acara pelantikan Pengurus DPP-DKP Kumba masa bakti 2026-2030 yang dipimpin oleh Uskup Ruteng Yang Mulia Mgr. Siprianus Hormat, Pr di Gereja Kumba, Selasa, 28 April 2026. (Foto: KOMSOS PSMK)
PAROKIKUMBA.ORG – Umat paroki Santu Mikael Kumba yang kini mencapai lebih dari 12 ribu jiwa, tersebar di 99 KBG semakin mengalami hidup menggereja sebagai gerakan bersama. Terlebih, dalam Tahun Sinode IV yang mengambil tema: Berziarah Bersama dalam Pengharapan: Beriman, Bersaudara, dan Misioner, kian mengajak semua orang untuk menemukan Tuhan dalam kehidupan bersama, melalui pelayanan, partisipasi, dan belarasa. Tahun ini, paroki Kumba memasuki usia ke-64 tahun sejak berdirinya pada 1962.
Melihat perkembangan umat yang semakin hari kian bertambah dan dinamika kemajuan zaman yang terus bergerak, pastor paroki, vikaris parokial, DPP, dan DKP pun terus menyiasati berbagai model pelayanan pastoral agar lebih ‘membumi’ (baca: mengumat) termasuk membangun inovasi dan kreativitas untuk berbuat sesuatu yang kemarin ‘belum ada’ atau ‘belum sempurna’ agar menjadi lebih baik dan maju.
Redaksi PAROKIKUMBA.ORG pada edisi ini, merangkum sejumlah catatan tentang ‘kemajuan’ satu tahun terakhir yang terjadi di paroki Kumba, di bawah ‘sentuhan kreatif’ dan peranan Pastor Paroki RD Kornelis Hardin, Vikaris Parokial RD Hironimus Apul, bersama DPP dan DKP yang kini dirasakan umat.
Di balik bentangan mosaik karya-karya baik dan mengagumkan ini, tercermin pula partisipasi umat melalui Gerakan Syukur Seribu Sehari (Gesshar), dukungan dari para penyumbang, pengabdian tulus juga pengorbanan waktu, pikiran, serta tenaga untuk mendukung perubahan menuju perbaikan tersebut.

Area parkiran baru yang dibangun di samping barat Gereja Santu Mikael Kumba dengan tetap mempertahankan keasrian ekologis berupa pohon-pohon dan bunga semakin menambah keindahan tempat ini. (Foto: KOMSOS PSMK)
1. Area Parkiran Kendaraan yang Luas : Salah satu kebutuhan umat saat menghadiri misa di Gereja Kumba atau perayaan/acara lainnya di Aula adalah tersedianya sarana tempat parkiran kendaraan yang cukup luas dan nyaman. Betapa tidak, keselamatan kendaraan juga menjadi pertimbangan lain bagi para memiliknya, termasuk umat yang datang mengikuti perayaan-perayaan gerejani. Menjawab kebutuhan ini, tahun lalu telah dilaksanakan pembangunan lahan parkir di samping barat Gereja Kumba dan di depan Aula.
Kini umat dapat menikmati dan memanfaatkan area parkir yang luas dan nyaman ini, terlebih sebulan terakhir telah dilengkapi dengan kamera pemantau atau CCTV. Area parkir nan luas ini juga memperhatikan aspek ekologis, di mana disamping setiap sudut dan batas pinggirannya telah ditanami pula pohon-pohon dan bunga.

Pemandangan penampilan Aula Paroki Kumba saat ini yang telah dipasangi plafon dan berbagai aksesoris interior pendukung yang membuatnya semakin tampil prima untuk dipakai berbagai kegiatan. Aula ini disewakan dan selalu ramai digunakan untuk acara-acara yang mendatangkan banyak orang, seperti pernikahan, seminar, dan lainnya. (Foto: KOMSOS PSMK)
2. Aula Paroki yang Semakin Menawan : Aula paroki Kumba kini tampil lebih estetik dengan selesainya pemasangan plafon PVC dengan interior yang mewah dan indah. Aula yang memiliki kapasitas 1300 orang ini sering digunakan sebagai tempat berbagai acara, seperti pernikahan, seminar, pentas seni, dan pada hari raya gereja juga menjadi tempat perayaan Ekaristi.
Perpaduan warna yang kalem di dalam aula tersebut, baik plafon maupun dinding semakin memberi kesan ‘wah’ dan membuat setiap orang merasa kerasan (nyaman) dan sehingga semakin betah untuk berlama-lama berada di dalamnya. Tempat ini juga ditunjang oleh sejumlah fasilitas pendukung lainnnya, seperti toilet dalam jumlah yang cukup, area terbuka di depan, samping, dan belakang bangunan, serta pencahayaan listrik yag maksimal dengan lampu-lampu hias dan LED.

Kaum muda sedang membawakan koor dalam sebuah misa yang diselenggarakan di Gereja Santu Leonardus Porto Mauritio Stasi Carep. Di Gereja ini telah ada misa harian bagi umat yang diadakan setiap pagi. (Foto: KOMSOS PSMK)
3. Misa Harian di Gereja Stasi Carep : salah satu ‘kado terindah’ untuk umat Stasi Carep yang ada di 20 KBG pada Tahun Pastoral Ekaristi Transformatif (2025) adalah dibukanya pelayanan Misa Harian untuk umat. Gagasan ini muncul dari Pastor Paroki Kumba RD Dino, yang melihat bahwa ada banyak umat yang ingin bisa mengikuti misa harian namun terkendala Gereja Kumba yang lumayan jauh, terlebih ketika cuaca kurang mendukung (hujan).
Kini, sudah lebih dari 6 bulan, umat Stasi Carep yang berjumlah sekitar 2 ribuan jiwa lebih mudah mengikuti misa harian karna rutin dilakasanakan setiap pagi pukul 05.30. Setiap pagi para imam yang bertugas mempersembahkan Ekaristi datang ke Gereja tersebut, meskipun terkadang cuaca tidak mendukung di pagi hari. Namun, karna kecintaan pada umatnya, para imam setia hadir merayakan misa.

Para lansia sedang khusyuk mengikuti perayaan Ekaristi dalam kegiatan Safari Maria yang mengunjungi wilayah-wilayah dalam Paroki Kumba yang diselenggarakan setiap Bulan Mei. Paroki Kumba kini juga telah membuka pelayanan misa khusus bagi para lansia setiap hari Selasa pukul 10.00 di Gereja Santu Mikael. (Foto: KOMSOS PSMK)
4. Misa bagi Para Lansia : Memasuki Bulan Maria 2026, misa khusus bagi para lansia mulai dibuka setiap hari Selasa pukul 10,00 pagi di Gereja Santu Mikael Kumba. Perdana misa ini diadakan pada Selasa, 5 Mei 2026 dipimpin Ketua Komisi Kerohanian Keuskupan Ruteng RD Ompi Lasma Latu, imam yang melayani di Gereja Devosional Santu Yosef (Katedral lama).
Ada sekitar 80 lansia menghadiri misa tersebut dan mereka antusias. Mereka gembira dan mengatakan bahagia bisa mengikuti misa yang dibuat khusus itu. Pelayanan misa khusus ini sebagai bentuk perhatian, kepedulian, dan kasih bagi para lansia yang selalu membutuhkan dukungan dan doa dari kita semua, terutama melalui Ekaristi yang mereka terima dengan penuh iman. Misa lansia ini menjadi program tetap dan diharapkan semakin banyak keluarga yang mendorong para lansia untuk ambil bagian.

Para religius dari beberapa kongregasi bersama umat sedang mengikuti misa di Gereja Santu Mikael Kumba. Ekaristi semakin dirasakan manfaatnya untuk pertumbuhan hidup rohani oleh semua orang dan mereka selalu rindu menghadirinya. (Foto: KOMSOS PSMK)
5. Penambahan Jadwal Misa Hari Minggu: Ekaristi merupakan sumber dan puncak hidup setiap orang Katolik. Tanpa Ekaristi, kita bagaikan kehilangan arah dan tujuan hidup di tengah dunia yang penuh gelora. Dengan jumlah umat yang banyak, berkisar duabelasan ribu jiwa, maka kebutuhan untuk menghadiri misa hari minggu semakin besar. Pilihan untuk bisa menghadiri misa yang dibuat dalam beberapa jadwal yang bisa disesuaikan dengan tingkat kesibukan dan lainnya telah dipikirkan juga oleh Pastor Paroki dan DPP.
Maka, memasuki Bulan Maria kali ini, di Gereja Santu Mikael Kumba telah dilakukan penambahan 2 jadwal baru misa, yang semula 4 kali kini menjadi 6 kali. Jadwal misa tersebut dimulai pada hari Sabtu sore pukul 16.00, hari Minggu pada pukul 05.30. pukul 07.00, pukul 08.30, pukul 10,00, dan pukul 16.00. umat diberikan pilihan untuk mengikuti perayaan Ekaristi dengan menyesuaikan waktu mereka, termasuk bagi orang-orang yang sedang melancong ke Kota Ruteng dan ingin misa.

Umat di salah satu KBG yang ada di Wilayah Gunung Tabor di Tenda, Paroki Kumba sedang mengadakan katekese. Mereka berjumpa dalam semangat persudaraan dan iman, Melalui kebersamaan di KBG mereka mengalami pertumbuhan iman, harapan, dan kasih melalui dialog, kerja sama, dan merayakan Ekaristi bersama imam. (Foto: KOMSOS PSMK)
6. Pemekaran KBG-KBG Baru : Menjelang proses pemilihan pengurus DPP-DKP baru untuk masa bakti 2026-2030, Pastor Paroki Kumba RD Dino mendorong semua KBG yang memiliki jumlah Kepala Keluarga (KK) ‘tidak normal’ alias terlalu banyak untuk melakukan pemekaran KBG dan serentak disambut dengan sukacita oleh umat. Kini jumlah KBG di paroki Kumba telah bertambah dan menjadi 99 KBG. Beberapa KBG lain juga sedang bersiap melakukan pemekaran.
Hal ini untuk lebih memudahkan pelayanan yang dilakukan oleh para pengurus KBG dan menyesuaikan dengan Statuta Pedoman DPP-DKP yang membatasi jumlah KK dalam sebuah KBG yang ideal seiring dengan semakin bertambahnya jumlah umat dari hari ke hari. Dengan melakukan pemekaran, maka keterlibatan umat dan keluarga-keluarga pun semakin baik karena lebih berdekatan secara teritorial.

Pengurus dan anggota kelompok kerasulan rohani yang ada di paroki Kumba sedang mengikuti perayaan Ekaristi di Gua Bunda Maria kompleks Gereja Kumba. Setiap tanggal 13 mereka berkumpul, berdoa Rosario, saling sharing, dan mengikuti misa bersama untuk memperdalam iman, membina persaudaraan dan membarui semangat pelayanan untuk umat paroki Kumba. (Foto: KOMSOS PSMK)
7. Pelayanan yang Semakin Prima: Ada 12 kongregasi, 7 kelompok kerasulan rohani umat, berbagai kelompok kategorial orang muda dan anak-anak, termasuk WKRI yang saat ini menjadi ‘taman bunga indah’ di wilayah paroki Kumba. Kehadiran mereka juga telah menyumbangkan kemajuan lain di paroki Kumba: ada banyak anggota kelompok rohani yang aktif mengambil bagian menjadi pengurus DPP-DKP, sampai di KBG-KBG.
Kerja sama dan relasi hangat yang terbangun di antara semua komunitas dengan Pastor Paroki, Vikaris Parokial, DPP dan DKP menjadi inspirasi bagi umat untuk selalu saling mendukung, selalu bergandengan tangan membangun dan memajukan paroki Kumba. Ada berupa-rupa talenta (bakat), kelebihan, dan berkat yang diterima dari Tuhan yang bisa dipersembahkan untuk kemajuan dan masa depan paroki Kumba. Pelayanan yang konkrit dalam berbagai bentuknya selalu menjadi panggilan hidup kita semua.

Arca Bunda Maria Ratu Rosario saat diterima dengan ritus adat dalam budaya Manggarai di Mbaru Gendang Kumba ketika perhelatan event rohani dan budaya Festival Golo Curu pada Bulan Oktober 2025. Paroki Kumba membingkainya menjadi prosesi akbar ke Mbaru-mbaru Gendang dan pada Oktober 2026 ini akan diprosesikan ke Mbaru-mbaru Gendang di Wilayah Stasi Carep. (Foto: KOMSOS PSMK)
8. Membangun Kerja sama 3 Batu Tungku: Gereja. Mbaru Gendang, dan Pemerintah: Setahun terakhir, ada kisah menarik juga yang patut mendapatkan apresiasi yang terjadi paroki Kumba, yakni semakin rekatnya relasi dan kerja sama antara paroki Kumba dengan para pemangku adat di Mbaru-mbaru Gendang dan pemerintah, dalam hal ini para lurah dan RT yang ada dalam wilayah paroki.
Pemandangan yang masih berjejak dalam ingatan kita, bagaimana ketika event religi dan budaya Festival Golo Curu yang terakhir (Oktober 2025) menarik perhatian banyak kalangan karna paroki Kumba sukses mengelaborasi, mempertemukan ritual rohani tahunan ini dengan budaya Manggarai melalui kunjungan atau prosesi arca Bunda Maria Ratu Rosari ke Mbaru-mbaru Gendang, di Mbaru Gendang Kumba, Wae Buka, dan Tenda. Perjumpaan spiritual ini menjadi catatan tinta emas bagi kita dan generasi mendatang.
Demikian pun kerja sama dengan aparatur pemerintah melalui para lurah yang ada di wilayah paroki Kumba, seperti Lurah Tenda, Poco Mal, Satar Tacik, dan Carep dalam menyukseskan berbagai peristiwa iman, seperti yang terakhir Tablo (Jalan Salib hidup) yang dibawakan oleh OMK. Ada gerakan bersama dimulai dari membersihkan lingkungan, membentuk panitia bersama, hingga koordinasi bersama aparat keamanan untuk menyukseskannya. Semua ini terjadi berkat kehadiran banyak orang baik, kita semua, yang selalu menjaga suluh harapan, bahwa : Paroki Kumba Rumah Kita Bersama. [Jimmy Carvallo]


