Kumba, Ruteng, Manggarai

Foto: Pastor Paroki Santu Mikael Kumba RD Kornelis Hardin, akrab disapa Romo Dino saat sedang bercengkerama/mengobrol dengan anak-anak di depan Aula Paroki Kumba sebelum membuka resmi kegiatan Pembekalan Rohani bagi para orang tua anak-anak calon Komuni Pertama, Minggu, 10 Mei 2026. (Foto: CHELSEA/KOMSOS PSMK)

PAROKIKUMBA.ORGPastor Paroki Santu Mikael Kumba RD Kornelis Hardin mengajak semua orang tua agar selalu menjadi teladan, baik melalui tutur kata juga perbuatan/sikap hidup sehari-hari bagi anak-anak di tengah tantangan dan kemajuan jaman yang membawa dampak negatif tidak kecil dan yang diliputi oleh pelbagai perilaku hidup yang terkadang tidak memberi rasa nyaman kepada anak-anak. Kekuatan keteladanan itu, bisa ditimba melalui Ekaristi.

Pesan menarik dan inspiratif disampaikan oleh RD Dino saat menyampaikan sambutannya membuka kegiatan Pembekalan Rohani bagi para orang tua dari anak-anak calon penerima Komuni Pertama di Aula Paroki Kumba, Minggu pagi, 10 Mei 2026. Pada kesempatan ini hadir sekitar 500 orang tua (pasutri) yang anaknya bersekolah di 5 sekolah yang ada di wilayah paroki Kumba, yakni SDI Tenda, SDLBN Tenda, SDK Kumba I, SDK Kumba II, dan SDI Wae Ri’i.

Ratusan orang tua yang anaknya akan menerima Komuni Pertama saat memadati Aula Paroki Kumba mengikuti kegiatan Pembekalan Rohani, Minggu pagi, 10 Mei 2026. Mereka antusias mengikuti kegiatan yang dibuat dalam format katekese dan saling mensharingkan pengalaman iman seputar Ekaristi. (Foto: CHELSEA/KOMSOS PSMK)

Program pertemuan Pembekalan Rohani ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan secara rohani (spiritual) para orang tua sekaligus penyegaran kembali seputar ajaran-ajaran Gereja terutama tentang Ekaristi yang adalah sumber dan puncak kehidupan seluruh umat kristiani (Lumen Gentium 11). Pembekalan akan dilakukan melalui 2 kali pertemuan, dan diharapkan mereka dapat juga mempersiapkan diri dengan baik ketika mengantar anak-anak maju ke depan Altar menerima Komuni Suci,

Selain itu, para orang tua tersebut juga diajak untuk membangun sikap Kristiani yang baik dan terpuji dalam membimbing, membesarkan, dan menjadi teladan bagi anak-anak yang dititipkan Tuhan lepada mereka. Sikap Kristiani itu, semakin dibutuhkan dewasa ini agar anak-anak juga dapat belajar bersikap seperti ‘budaya hidup’ para orang tuanya.

Pastor Paroki Kumba RD Kornelis Hardin saat sedang berbicara menyampaikan pesannya kepada sekitar 500 orang tua dari anak-anak calon penerima Komuni Pertama di Aula Paroki Santu Mikael Kumba, Minggu, 10 Mei 2026. (Foto: CHELSEA/KOMSOS PSMK)

Materi pembekalan menggunakan metode katekese yang membuka ruang sharing, diskusi, dialog interaktif, dan partisipasi aktif semua orang tua untuk bersama-sama menemukan perspektif ‘panggilan menjadi teladan’ yang menginspirasi mereka. Pada kegiatan tersebut dihadirkan fasilitator penyuluh Venansius Aprian Hani, disapa Anso dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai.

Kepada para orang tua yang hadir, RD Dino juga mengingatkan bahwa dalam sukacita Sinode IV Keuskupan Ruteng yang mengambil tema ‘Berziarah Bersama dalam Pengharapan: Beriman, Bersaudara, Misioner’  di tengah keluarga dan lingkungan tempat tinggal (KBG, Wilayah, dan paroki) orang tua dipanggil untuk menjadi model dalam berjalan atau berziarah bersama, sehingga anak-anak juga akan mengikuti ‘jejak langkah’ para orang tua dalam mengembangkan sikap beriman, hidup dalam semangat persaudaraan, dan misioner.

“Mari, para orang tua, untuk selalu kembali kepada sumber dan puncak kehidupan Gereja yaitu Ekaristi. Tidak cukup menyuruh anak-anak kita supaya datang misa di Gereja, tapi kita mengajak anak-anak untuk bersama-sama datang merayakan misa. Ada banyak rahmat yang mengalir berlimpah melalui Ekaristi. Ada banyak perubahan hidup, perubahan iman yang terjadi ketika menyambut Ekaristi. Jadikan keluarga kita bertumbuh dalam Ekaristi,” ujar RD Dino.

Paroki Kumba, RD Dino menuturkan, dalam waktu dekat juga akan melaunching ‘Paroki Sayang Anak’ sebagai bentuk perhatian dan dukungan bagi pemenuhan hak dan perlindungan anak-anak dalam bingkai kerja sama program ‘Keuskupan Ruteng Sayang Anak’ yang telah diluncurkan pada penutupan Sinode IV Sesi II di Wae Lengkas. “Paroki Kumba menjadi komunitas sayang anak. Paroki di mana anak merasa aman dan nyaman untuk bertumbuh dan berkembang,” kata RD Dino.

Ketua Seksi Pendidikan DPP Kumba Rini Sea kepada media ini menjelaskan, pendampingan rohani bagi para orang tua dan anak-anak calon Komuni Pertama dilakukan agar mempersiapkan dengan baik mereka semua menuju pelaksanaan Komuni Pertama. “Khusus para orang tua akan ada dua kali pertemuan pembekalan rohani yang dibuat di Aula Paroki dan untuk anak-anak dilaksanakan di sekolah masing-masing. Kita harapkan, Ekaristi sebagai Sakramen Cinta Kasih semakin dihayati dengan baik oleh anak-anak dan orang tua mereka,” ucap Rini. [Jimmy Carvallo]