Kumba, Ruteng, Manggarai

MEMASUKI usia ke-3 tahun, website Paroki Kumba terus berupaya meningkatkan pelayanannya sebagai portal berita yang membawa misi sebagai sarana komunikasi dan informasi antarumat beriman. Saat kami memulainya 3 tahun yang lalu, ada satu kebanggan, rasa syukur tak terhingga, dan sekaligus kecemasan : bahwa tidaklah mudah, tidak semudah membalikkan telapak tangan ketika harus menghadirkan media Gereja yang bermutu, menarik, bertahan sekaligus dicintai oleh semua umat, khususnya umat Paroki Kumba.

Tiga tahun perjalanannya, setidaknya sebagian besar dari dinamika, peristiwa-peristiwa penting, berbagai program pastoral telah berusaha kami “bingkai” melalui pemberitaan-pemberitaan yang dikerjakan dengan kaidah-kaidah standar jurnalistik, apa adanya, tidak dilebih-lebihkan, tidak pula dikurang-kurangi. Semua disajikan secara utuh, disemangati dorongan sekaligus tanggung jawab untuk tetap menjaga fitrah merasul di tengah peluang dan tantangan era komunikasi digital. Jaman di mana “berita dalam genggaman” telah menjadi trend dan bagian integral dari keseharian hidup banyak orang.

Keterampilan mengelola media Gereja yang bernapaskan iman kristiani di tengah bersliwerannya berita-berita yang acapkali “tidak edukatif dan mereduksi nilai-nilai kebaikan” dan tidak jarang menyebarkan hoax, juga daya tarik media-media sosial yang semakin mempesona dan ‘menyihir’ banyak orang, telah menyemangati kami untuk tidak berhenti berinovasi, mengembangkan kreativitas dan produktivitas — mengambil bagian di jalan mewartakan kabar gembira melalui media Gereja.

Portal Berita atau Website Paroki Santu Mikael Kumba (Parokikumba,org) saat dilaunching 3 tahun lalu di Aula Paroki Kumba oleh RD Agustinus Manfred Habur (saat masih sebagai Sekretaris Jenderal Keuskupan Ruteng. (Foto : PAROKIKUMBA.ORG)

Salah satu yang kami lakukan agar media ini tetap bisa eksis dan semakin dicintai pembacanya, yakni membuat tampilan berikut rubrik yang lebih menarik agar bisa menjangkau semua kalangan dari anak-anak, remaja, kaum muda, orang tua hingga para lansia. Selama ini, portal Paroki Kumba tak hanya menjadi sarana komunikasi dan informasi, ada sejumlah terobosan yang kami anggap sebagai sebuah “kemajuan” dan tetap akan dipertahankan ke depan, seperti sharing atau berbagi pengalaman iman melalui rubrik Inspirasi Akhir Pekan. Rubrik ini diisi oleh para biarawan-biarawati dari berbagai kongregasi yang berkarya di wilayah Paroki Kumba.

Di tengah kesibukan dan padatnya karya pelayanan, mereka, para religius (Pater, Bruder, dan Suster) masih bisa menyediakan waktu menulis renungan untuk dibaca semua orang dengan mendalami perikop Injil hari Minggu. Selain itu, media ini juga sering memperkenalkan sejumah sosok awam yang ada di Paroki Kumba, dari pengurus KBG, pekerja sosial, aktivis organisasi rohani, hingga “orang biasa” yang kisah hidupnya “luar biasa” dan menginspirasi banyak orang. Kisah hidup dan pelayanan “Delapan Srikandi Ketua KBG” misalnya, telah ikut memantik dan ‘menjernihkan’ kembali semangat panggilan kerasulan para aktivis Gereja di Paroki Kumba dan paroki-paroki lainnya.

Awak media Parokikumba.org saat mengunjungi keluarga besar Yayasan Baiturrahman di kompleks Masjid Agung Baiturrahman di Cuncalawar, Ruteng yang terletak tak jauh dari Gereja Santu Mikael Kumba dalam rangka meliput kegiatan menjelang Hari Idul Fitri tahun 2023, Paroki Kumba dikenal dengan kemajemukan, miniatur toleransi yang selalu terjaga baik. (Foto : PAROKIKUMBA.ORG)

Perubahan tampilan website yang semakin menarik sebagai “jurnalistik Gereja” milik umat Paroki Kumba di Keuskupan Ruteng, ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak. Ijinkan kami menyebutkan 3 di antaranya, Pastor Paroki Kumba RD Dino Hardin, Ketua Pelaksana DPP Bapak Flori Mentot, dan Ketua Pelaksana DKP Bapak Ferdinand Jebarut. Di tahun ke-3 usia website ini, kepada ke-3-nya kami haturkan terima kasih untuk berbagai bentuk perhatian dan dukungan yang luar biasa ini.

Dukungan dan kerja sama saling bergandengan tangan bersama Pastor Paroki, Vikaris Parokial, DPP-DKP, semua umat, kaum religius yang berkarya di Paroki Kumba, dan para memasang iklan yang menjadi mitra kerja kami merupakan hal yang istimewa sekaligus kekuatan dari keberadaan media ini di tengah kebutuhan akan informasi seputar Gereja.

Media ini tidak menjadi berarti tanpa kebersamaan yang indah itu. Dan kisah-kisah (berita) di balik melangkah dalam warna-warni kebersamaan itu pulalah yang coba terus diabadikan oleh media ini agar “jejak langkah” (kronik) Paroki Kumba tetap selalu dikenang sepanjang masa dari generasi ke generasi.