Foto : Pastor Paroki St. Mikael Kumba RD Kornelis Hardin saat menyerahkan bantuan sembako kepada umat di Stasi Carep, Selasa siang, 18 Agustus 2026 yang menjadi korban bencana gempa bumi yang melanda Pulau Flores. Bantuan ini diharapkan bisa mengurangi beban penderitaan umat sambil bangkit dari keterpurukan akibat bencana. (Foto: KOMSOS PSMK)
PAROKIKUMBA.ORG – Hanya dalam waktu 4 hari, yakni 18-21 Agustus 2026, Seksi Caritas DPP Santu Mikael Kumba telah menyalurkan sebanyak 826 paket sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar umat dalam paroki ini yang menjadi korban atau penyintas bencana gempa bumi yang menerjang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026. Bantuan ini menjadi yang tercepat menjangkau sebagian besar umat terdampak, dan dilakukan dengan melibatkan tim relawan internal DPP dan OMK.
Pantauan media ini, pada hari pertama pendistribusian bantuan sembako, Selasa, 18 Agustus 2026, ratusan kepala keluarga yang bermukim di 20 KBG yang ada di Stasi Carep menjadi yang pertama mendapatkan perhatian, menerima bantuan tersebut. Tak bisa menyembunyikan rasa bahagia dan haru, ada pula yang menitikkan air mata sambil berkata,”Terima kasih.”
“Dari data masuk yang menginformasikan kepala keluarga terdampak, disertai foto dan video rumah yang mengalami kerusakan cukup berat, banyak yang ada di wilayah Stasi Carep, sehingga tanggap darurat bencana gempa bumi dari DPP Kumba kami arahkan lebih dahulu ke sana,” kata Kristina Suria Lanum, Ketua Seksi Caritas DPP Kumba.

Pengecekan kesiapan penyaluran bantuan ratusan paket sembako pada hari pertama kegiatan pengiriman yang akan dibagikan kepada umat yang ada di 20 KBG di wilayah Stasi Carep. Tampak Pastor Paroki Kumba RD Dino Hardin terlibat langsung bersama tim relawan kemanusiaan dari DPP. (Foto: KOMSOS PSMK)
Penyaluran bantuan kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Pastor Paroki St. Mikael Kumba RD Kornelis Hardin dan Vikaris Parokial RD Max Haber. Tim penyalur melibatkan semua pengurus inti DPP dan DKP, Seksi Caritas, dan OMK. Wujud kepedulian dan solidaritas ini sungguh dirasakan manfaatnya oleh umat yang ada di Stasi Carep.
Theresia Jelita, umat KBG Gaudium di Wilayah Taman Eden Stasi Carep saat menerima bantuan sembako mengatakan, ia sangat bersyukur dan berterima kasih kepada para penyumbang, pastor paroki dan DPP yang begitu cepat memperhatikan mereka. Bantuan yang diberikan, baginya, sangat membantu di saat seperti ini.
“Rumah kami rusak karna gempa bumi. Kami sementara ini menginap di tenda pengungsi yang ada di halaman depan rumah. Bantuan sembako dari paroki Kumba ini sangat kami syukuri karna bisa langsung kami gunakan. Terima kasih banyak untuk semua yang berhati baik, Romo, dan Dewan Paroki,” ucapnya.
Respon cepat Pastor Paroki, Vikaris Parokial, dan DPP-DKP Kumba, ini terjadi karna sejak dibuka layanan informasi korban gempa bumi melalui Whatss App Group Ketua KBG pada hari pertama, ada ratusan nama kepala keluarga dilengkapi foto rumah mereka yang mengalami kerusakan, baik rusak parah maupun ringan.

Pastor Paroki Kumba RD Kornelis Hardin sedang berbincang-bincang dengan para penyintas (korban) bencana alam gempa bumi yang tinggal di Stasi Carep yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Sebagai gembala umat paroki, ia hadir langsung di tengah mereka yang sedang menderita akibat bencana alam. (Foto: KOMSOS PSMK)
“Pastor Paroki langsung bergerak cepat menghubungi para penyumbang. Kami di DPP dan Tim Caritas melakukan pendataan dari line Grup WA dan verifikasi kebenaran foto kerusakan rumah yang dikirim. Di luar dugaan ada banyak bantuan sembako mengalir ke Paroki Kumba. Kami sampai tak sadar menangis, karna ini sungguh di luar dugaan. Bagaimana Tuhan mencintai umatnya lewat tangan-tangan kasih yang menolong. Kami langsung menyalurkannya secepat mungkin agar semua yang membutuhkan bisa mendapatkan sembako,” kisah Suria Lanum, Sabtu, 22 Agustus 2026 pagi di posko bencana Paroki Kumba.
Sejak Kamis, 21 Agustus 2026, di halaman timur Gereja Santu Mikael Kumba, berdiri 3 tenda darurat yang juga dipakai sebagai posko untuk menyiapkan berbagai bantuan kemanusiaan yang akan disalurkan. Kehadiran tenda – tenda itu sekaligus menandakan bahwa Paroki Kumba selalu siaga dalam ‘merawat umat yang menderita.’
Selain itu, tenda ini juga bisa dimanfaatkan oleh umat yang rumahnya mengalami kerusakan berat atau rubuh dan tak bisa dihuni lagi akibat gempa bumi. “Tenda ini boleh dipakai oleh umat yang ingin lebih aman, bila rumah mereka sudah tidak bisa dihuni lagi,” kata Frans Nukul, Koordinator Tim Tanggap Bencana Paroki Kumba.

Tim kerja Seksi Caritas DPP Santu Mikael Kumba bersama Dewan Stasi Carep sedang membagikan bantuan berupa ratusan paket sembako untuk umat Stasi Carep pada hari pertama penyalurannya. Dari Stasi Carep, penyaluran dilanjutkan ke semua KBG lain yang ada di Wilayah Langgo, Tenda, Kumba, dan Wae Buka. (Foto: KOMSOS PSMK)
Menurut Frans, kerja kemanusiaan yang sangat cepat dan menjangkau begitu banyak umat yang terdampak tersebut terjadi karna kerja sama yang sinergis antara Pastor Paroki RD Dino, Vikaris Parokial RD Max, para penyumbang (donatur), dan tim kerja tanggap darurat melalui Seksi Caritas DPP.
“Awalnya kami sempat ragu. Cemas. Harus mulai dari mana. Tiba-tiba saja, beras datang dalam jumlah yang di luar dugaan. Begitu juga bantuan mie instan, terpal, telur ayam. Semua seperti sungai yang mengalir ke Paroki Kumba. Puji Tuhan, Kami semua merasakan Kasih Tuhan yang luar biasa untuk umat Paroki Kumba,” kata Frans.
Setelah menjangkau umat yang ada di 20 KBG di Stasi Carep, pada hari kedua penyaluran, Rabu, 19 Agustus 2026, sejak pagi hingga malam hari, bantuan sembako di antar menuju umat yang bermukim di Langgo, Tenda, Kumba, dan Wae Buka. Tanpa kenal lelah belasan relawan dari pengurus inti DPP-DKP, para ibu Seksi Caritas, dan anggota OMK terus bergerak menggunakan 3 mobil ‘bak terbuka’ masuk-keluar KBG-KBG menyusuri titik-titik penyaluran.

Wakil Ketua Pelaksana DPP yang juga Ketua DPC WKRI Cabang Paroki Kumba Ibu Yustina Ice sedang menyerahkan bantuan kasih berupa paket sembako kepada para ibu rumah tangga korban bencana alam gempa bumi. Kegiatan kemanusiaan ini merupakan wujud solidaritas Gereja kepada semua umat yang mengalami bencana. (Foto: KOMSOS PSMK)
Ada yang diserahkan dengan cara door to door ada pula melalui mekanisme titik kumpul beberapa kepala keluarga di KBG-KBG. Para penerima bantuan sembako ini harus terdata, sudah terverifikasi layak, dan diusul langsung oleh Ketua KBG. Bukan usulan pribadi. Semua masuk melalui ‘satu pintu’ pendataan yang dibuka oleh Tim Paroki.
“Kadang saat sedang menyerahkan bantuan kepada korban atau saat kami masih menyiapkan paket-paket sembako di ruangan Sekertariat Paroki, tiba-tiba ada gempa susulan, kami semua lari berhamburan keluar, lalu masuk lagi untuk melanjutkan kerja. Ini pengalaman yang tak terlupakan untuk kami,” cerita Aurelia, anggota OMK Paroki Kumba yang bergabung di tim relawan.
Kepedulian terhadap para korban bencana gempa bumi yang ada di wilayah Paroki Kumba, telah mempersatukan semua tim kerja relawan kemanusiaan yang terbentuk secara spontanitas, dari orang tua, hingga kaum muda. Mereka bekerja tanpa pamrih, tanpa mengenal lelah, rela meninggalkan keluarga dan anak-anak, juga rumah di tengah ketidakpastian goncangan gempa susulan yang tak bisa diramal.
“Kami sangat berharap proses pemulihan para korban bencana ini segera terjadi. Bencana gempa Flores yang dialami juga umat Paroki Kumba dan terkena dampak langsung, memanggil kami untuk cepat bertindak menyalurkan bantuan. Kami hanya perpanjangan tangan, dan semua yang berkehendak baik dipersatukan dalam karya-karya baik ini,” tutur Yustian Ice, Wakil Ketua Pelaksana DPP Kumba yang sejak hari pertama ikut ‘turun gunung’ memastiakan bantuan sembako sampai pada sasaran penerima.

Dalam keterpurukan akibat gempa bumi yang terjadi di Pulau Flores yang juga menyebabkan kerusakan ratusan rumah umat di Paroki Kumba, Pastor Paroki RD Dino Hardin juga hadir berbagi kegembiraan kepada anak-anak yang menjadi penyintas bencana. Tampak RD Dino sedang menghibur anak-anak di salah satu tenda pengungsian. (Foto: KOMSOS PSMK)
Dewan Keuangan Paroki (DKP) Kumba pun ikut membelanjakan tambahan bahan kebutuhan untuk memperbanyak paket sembako sebagai upaya memenuhi permintaan usulan nama umat penerima dari 99 KBG. Kerja sama yang apik ini pun membuahkan hasil yang bagus: tiada hari tanpa penyaluran semako ke pintu rumah umat.
Dalam 4 hari saja, bisa menyalurkan sebanyak 826 paket sembako tentulah sebuah usaha yang tak semudah membalikkan telapak tangan. Dimulai dari pendataan, verifikasi data calon penerima dan dukungan foto/video rumah yang mengalami kerusakan, penyiapan paket-paket sembako dalam ratusan kantong plastik, dan penyaluran ke ratusan titik sasaran semua dilakukan dengan cermat.
“Semangat melayani kami lihat dari Pastor Paroki kami, Romo Dino dan Romo Vikaris Romo Max yang berjuang cepat untuk membantu. Sudah hampir 5 ton beras yang dibagikan kepada umat terdampak. Belum bahan kebutuhan pokok lainnya dalam paket sembako. Tanggap darurat bencana ini menjadi kerja kolaboratif yang luar biasa berdampak. Percepatan penyaluran, itu yang selalu dipesankan oleh Romo Dino agar umat korban bencana ini terbantu,” tutur Suria.

Tenda posko tanggap darurat bencana gempa bumi yang juga dimanfaatkan sebagai tenda pengungsian bagi umat penyintas gempa bumi dibangun di halaman depan pastoran Paroki Kumba. Tenda ini menjadi tempat perjumpaan untuk berbagi harapan dalam penderitaan. (Foto: KOMSOS PSMK)
Bantuan karitatif kepada umat penyintas bencana gempa bumi ini akan terus berlanjut. Berangkat dari komitmen ‘semua terlayani dengan baik dan sepenuh kasih’ menjadi penyemangat (spirit) yang memotivasi tim relawan bantuan yang ada di Paroki Kumba. Semua bergerak, satu tujuan, dalam satu rel yang digariskan untuk mencapai setiap orang yang membutuhkan pertolongan.
“Kita lagi dalam situasi pasca bencana. Bahkan getaran gempa masih saja sering terasa dalam kerja kepedulian ini. Dalam keprihatinan, kita bekerja untuk merangkul semua umat yang terdampak, agar mereka bisa merasakan kehadiran Gereja yang sungguh peduli dan memeluk mereka dalam penderitaan,” ujar Frans Nukul.
Tak lama lagi, setelah tersebar merata di tengah umat para penyintas/korban gempa bumi yang ada di Paroki Kumba, bantuan kemanusiaan ini akan ‘keluar’ dari wilayah paroki Kumba dan menjangkau juga para korban lainnya yang ada di paroki-paroki lain di Keuskupan Ruteng dan wilayah-wilayah lainnya yang terdampak. [Jimmy Carvallo]

