Foto : Vikaris Jenderal Keuskupan Ruteng RP Sebastian Hobahana, SVD (kedua dari kiri), Pastor Paroki St. Mikael Kumba RD Kornelis Hardin (kiri) dan para anggota FKUB Kabupaten Manggarai saat hadir di acara Silaturahmi di Aula Paroki Kumba, Sabtu sore, 18 Juli 2026. (Foto: KOMSOS PSMK)
PAROKIKUMBA.ORG – Seksi Hubungan Antar Kepercayaan (HAK) DPP Santu Mikael Kumba bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Manggarai menggelar acara Silaturahmi Persaudaraan bertempat di Aula Paroki Kumba, Sabtu petang, 18 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan agenda bersama Seksi HAK DPP Kumba dan FKUB Kabupaten Manggarai dalam rangka memperkuat dialog, toleransi, dan moderasi beragama.
Hadir pada pada acara ini Vikaris Jenderal Keuskupan Ruteng RP Sebastian Hobahana, SVD, Ketua FKUB Kabupaten Manggarai Sr. Maria Yohana, SSpS, para pengurus FKUB, Pastor Paroki Kumba RD Kornelis Hardin, Vikaris Parokial RD Max Haber, jajaran pengurus DPP dan DKP, para pimpinan kongregasi yang berkarya di paroki Kumba, dan tokoh agama.

Magister Novisiat Serikat Maria Montfortan (SMM) Ruteng RD Heredi Suhartono dan pengurus Dewan Pastoral Paroki Kumba saat mengikuti acara silaturahmi FKUB Kabupaten Manggarai di Aula Paroki Kumba, Sabtu sore, 18 Juli 2026. (Foto: KOMSOS PSMK)
Selain itu, ada juga para Koordinator Wilayah, Ketua dan pengurus Komunitas Basis Gerejani (KBG), pengurus kelompok kerasulan rohani, utusan OMK, Putra-Putri Atar, Dewan Masjid Baiturrahman Ruteng, para mahasiswa, dan Remaja Masjid. Silaturahmi FKUB ini merupakan yang pertama kali diadakan di Paroki Kumba dan berlangsung lancar dalam nuansa sukacita persaudaraan.
FKUB merupakan perkumpulan para tokoh lintas agama berjumlah 17 orang yang kenggotaannya dipilih dan ditunjuk oleh masyarakat (lembaga agama) dan dikukuhkan dalam SK pemerintah. Sesuai prosentasi pemeluk agama, komposisi anggota FKUB Kabupaten Manggarai terdiri dari 9 orang Katolik, 3 orang muslim, 3 dari perwakilan umat Kristen, dan masing-masing 1 orang dari utusan umat Hindu dan Budha.

Pemandangan dalam Aula Paroki Kumba saat digelarnya acara Silaturahmi FKUB Kabupaten Manggarai ke umat Paroki Kumba yang dilaksanakan pada Sabtu petang, 18 Juli 2026. Acara ini dihadiri lebih dari 100 orang datang dari berbagai latar belakang, termasuk DPP Kumba dan para pengurus Wilayah dan KBG. (Foto: KOMSOS PSMK)
Forum ini menggalang kerukunan dan toleransi di berbagai bidang kehidupan dalam semangat kemitraan dengan pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan berjejaring dengan lembaga-lembaga lainnya. Kehadiran dan karya mereka berlandaskan persaudaraan sejati dan semangat Bhineka Tunggal Ika.
Miniatur Toleransi Beragama
Mewakili Pastor Paroki Kumba, dalam sambutan ‘Selamat Datang’ kepada FKUB Kabupaten Manggarai, Ketua Pelaksana DPP Jeman Agustinus mengatakan, sejak lama paroki Kumba telah dikenal sebagai miniatur toleransi antar umat beragama. “Salah satu wilayah di Paroki Kumba, yaitu di Wae Buka telah dideklarasikan sebagai Kampung Toleransi di Kabupaten Manggarai. Ini menjadi simbol betapa umat Paroki Kumba menjunjung dan senantiasa memelihara ikatan persaudaraan tanpa batas,” kata Agus.

Pengurus kelompok kerasulan rohani dan Komunitas Basis Ggerejani (KBG) berpartisipasi dalam acara Silaturahmi FKUB Kabupaten Manggarai yang dilaksanakan di Paroki Kumba. Kegiatan ini menjadi pencerahan kepada semua umat beragama untuk terus membina harmoni dalam hidup bersama. (Foto: KOMSOS PSMK)
Apa yang disampaikan Agus, tak hanya menyiratkan kebanggaan, tapi ‘panggilan’ sekaligus tanggung jawab bersama semua orang, dari berbagai latar belakang agama, etnis, dan budaya yang ada di wilayah Paroki Kumba untuk semakin memperkokoh kerukunan melalui berbagai karya dan program bersama yang selama ini telah berjalan baik.
“Toleransi dan harmoni hidup berdampingan dan kerja sama di antara umat bergama selama ini berjalan sangat baik di semua level, mulai dari pemimpin agama hingga orang-orang muda, seperti kolaborasi kegiatan antara OMK Paroki Kumba, juga PPA dengan Remaja Majid. Mereka selalu terlibat dalam kegiatan mendukung kelancaran kegiatan keagamaan, khususnya menyukseskan hari raya besar keagamaan,” ucap RD Dino Hardin, dalam wawancara dengan media ini.

Sr. Maria Yohana dan moderator Pdt. Pendi dari Gereja Bethel Indonesia saat membawakan materi seputar kiprah dan program FKUB Kabupaten Manggarai pada acara Silaturhami mereka ke umat Paroki Kumba yang diadakan di Aula paroki Kumba pada akhir pekan ke 2 Bulan Juli 2026. (Foto: KOMSOS PSMK)
Menjadi Agen Toleransi dan Moderasi
Pada acara silaturahmi tersebut, Sr. Maria Yohana mempresentasikan tentang Membangun Persaudaraan, Persatuan, Kerukunan, dan Toleransi, dan Keharmonisan. Dia berpesan, bahwa Indonesia dianugerahi keragaman suku, bahasa, budaya, dan agama sebagai takdir dan semua keragaman itu membawa dampak positif yakni kekayaan dalam kehidupan bersama.
“Maka, dalam kekayaan yang dianugerahkan Tuhan itu, marilah kita semua menjadi agen toleransi dan moderasi. Mari saling menghormati dan menghargai karna dengan demikian maka keharmonisan akan tercipta dan kesejahteraan akan dialami. Persatuan hanya dapat dibangun di atas suasana persaudaraan. Kerukunan bertumbuh dalam semagat toleransi, dan keharmonisan diciptakan dengan sikap moderat,” ujar Sr. Yohana.

Para religius dari berbagai kongregasi yang berkarya di wilayah Paroki St. Mikael Kumba saat mengikuti acara Silaturahmi FKUB Kabupaten Manggarai di Aula Paroki Kumba. Dalam kegiatan ini juga diadakan sesi sharing dan dialog antara FKUB dengan semua peserta. (Foto: KOMSOS PSMK)
Mantan Provinsial Kongregasi SSpS Wilayah Flores Barat, ini menambahkan, FKUB selalu mengadakan sosialisasi sekaligus penyadaran tentang pentingnya sikap toleransi, semangat moderasi, dan semangat persaudaraan untuk menciptakan keejahteraan hidup bersama. “Bukan hanya sebatas soal keyakinan saja, tapi seluruh aspek kehidupan yang kita istilahkan lintas-batas. Lintas agama, budaya, lintas sektor dan menyentuh kebutuhan riil dalam hidup bersama,” ujar Sr. Yohana.
Ia mengajak semua umat beragama untuk selalu memupuk semangat toleransi dan kolaborasi yang dilandasi persaudaraan yang tulus. “Falsafah budaya Manggarai selalu menjunjung nilai persatuan, kesatuan yang disimbolkan dalam rumah adat. Ini juga menjadi inspirasi bagi semua umat beragama di Manggarai. Kita semua terus menciptakan suasana harmonis dan kesejahteraan hidup bersama.”

Para mahasiswa dari Perguruan Tinggi di Kota Ruteng juga ambil bagian dalam kegiatan Silaturahmi FKUB Kabupaten Manggarai di Aula Paroki Kumba. Mereka adalah generasi masa depan gereja dan bangsa – negara yang terus membawa semangat toleransi dan kerja sama yang harmonis antara semua pemeluk agama. (Foto: KOMSOS PSMK)
Bangun Persaudaraan dan Kerukunan
Gembala Gereja Bethel Indonesia (GBI) Rock Ruteng Pdt. Yunus Timu, S.Th berbincang dengan media ini disela acara tersebut mengatakan ia senang bisa bersama pengurus FKUB lainnya bersilaturahmi ke umat Paroki Kumba dan dalam konteks kerja sama antar gereja, kehadiran ini juga menandai pesan bahwa dalam persaudaraan kita tidak memandang ‘dari gereja mana’ namun bersama umat beragama lainnya terus berjalan bersama membangun Manggarai.
“Bumi Congka Sae harus selalu dijaga dalam semangat persaudaraan, toleransi, dan harmoni. Dalam keragaman termasuk iman dan spiritual kita tidak melihat perbedaan, tapi semua itu menjadi kekayaan yang mesti dibangun secara bersama-sama setiap saat,” kata Pdt. Yunus.

Vikaris Jenderal Keuskupan Ruteng RP Sebastian Hobahana saat menyampaikan sumbangsih pikiran di acara Silaturahmi FKUB Kabupaten Manggarai ke umat paroki Kumba pada Sabtu sore, 18 Juli 2026. Dia mengajak semua orang untuk terus membangun semangat persaudaraan lintas agama. (Foto: KOMSOS PSMK)
Senada, Vikjen Keuskupan Ruteng RP Sebastian Hobahana, SVD yang juga pengurus FKUB Kabupaten Manggarai kepada media ini menuturkan, silaturhami FKUB ke berbagai kelompok masyarakat, termasuk ke umat Paroki Kumba merupakan hal yang strategis dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya persatuan, persaudaraan, dan kerukunan yang harus terus dibangun.
“Perbedaan tidaklah menjadi ancaman, tapi perbedaan harus menjadi alat bantu bagi kita untuk selalu dirayakan supaya persatuan semakin dirasakan. Ada banyak sekali kegiatan yang sudah dilakukan oleh FKUB Kabupaten Manggarai yang sangat positif dan selalu mendapat apresiasi yang baik dari masyarakat. Kita bekerja dengan komitmen dan ketelitian di dalam berbagi program sesuai arahan pemerintah dan juga gereja,” tutur RP Sebastian.
Najwatun Qirani Bari, pelajar MAN 2 Manggarai yang juga anggota Remaja Masjid Ruteng yang mengikuti silaturahmi FKUB, mengungkapkan, dirinya senang dapat menghadiri kegiatan ini karna bisa menambah pengetahuan tentang toleransi dan moderasi bergama yang sangat dibutuhkan di zaman ini.

Pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Manggarai Najwatun Qirani (kedua dari kanan depan) saat menghadiri kegiatan Silaturahmi FKUB Kabupaten Manggarai ke Paroki Kumba yang dihadiri juga oleh utusan dari berbagai kelompok dan komunitas agama. (Foto: KOMSOS PSMK)
“Pengetahuan kami bertambah tentang toleransi dan moderasi beragama. Kami juga senang karna di forum ini bisa kenal banyak orang dari lintas agama, terutama remaja dan kaum muda lintas agama yang kami harapkan bisa sama-sama juga membangun kerja sama dan kegiatan-kegiatan nyata yang membangun semangat hidup beraudara antar semua umat beragama,” kata Najwa.

Para peserta acara Silaturahmi FKUB Kabupaten Manggarai berfoto bersama setelah acara tersebut digelar di Aula Paroki Kumba, Sabtu malam, 18 Juli 2026. Mereka diutus untuk menjadi pioner dalam membawa spirit toleransi dan moderasi di tengah dunia yang membutuhkan kasih dan persaudaraan sejati. (Foto: KOMSOS PSMK)
Najwa berharap semua orang muda terus tampil menjadi pelopor membangun kebersamaan di tengah masyarakat Manggarai dan di mana saja dengan membawa perdamaian, toleransi, keharmonisan, dan kerja sama dalam membangun Manggarai, bangsa dan negara.”Untuk sesama remaja dan orang muda mari kita terus jaga toleransi dan kerukunan umat beragama,” ucapnya. [Jimmy Carvallo]

