Foto: Sebagian peserta yang mengikuti acara Arisan 7 Paroki Gugus Langke Rembong atau Kota Ruteng berfoto bersama seusai acara ini diadakan di Aula Paroki Kumba, Sabtu petang, 26 Juli 2026. (Foto: KOMSOS)
PAROKIKUMBA.ORG – Gugus Paroki Kota Ruteng atau yang juga dikenal dengan Gugus 7 Paroki Langke Rembong kembali mengadakan acara Arisan dan Sharing bersama di Aula Paroki Kumba, Minggu sore, 26 Juli 2026. Kegiatan triwulan ini telah memasuki tahun ke-4 dan Paroki Kumba menjadi tuan rumah untuk yang ke-3 kalinya. Kegiatan yang mempertemukan para pastor paroki, vikaris parokial, DPP-DKP ini juga menjadi ‘reuni’ yang membahas berbagai gagasan seputar gerak pastoral dan persaudaraan 7 paroki kota.
Pada kesempatan ini, hadir di antaranya Vikaris Episkopalis (Vikep) Ruteng RD Dyonysius Osharjo, para Ketua Komisi yang berkarya di Pusat Pastoral (PUSPAS), para Pastor Paroki, seperti Pastor Paroki Ka-Redong RP Kristian Sambu, SVD, Pastor Paroki Karot RP Bonevantura Y. Lelo, OFM, Pastor Paroki Golo Dukal RP Adam Satu, SVD, Pastor Paroki Kristus Raja, Mabaumuku RD Leonardus E. Novery, dan Pastor Paroki Cewonikit RD Benediktus Ardi Obot. Ada pula para Vikaris Parokial, jajaran pengurus DPP dan DKP dari 7 paroki kota, dan utusan kaum muda.

Pastor Paroki Santu Mikael Kumba RD Kornelis Hardin (kanan), Ketua Pelaksana I DPP Kumba Jeman Agustinus (kiri), dan Ketua Pelaksana II DPP Kornelis Edas (tengah) saat acara ritus adat Kepok menyambut tetamu dari 6 paroki Kota Ruteng yang menghadiri Arisan 7 Paroki Kota Ruteng di Aula Paroki Kumba, Minggu sore, 26 Juli 2026. (Foto: KOMSOS)
Sementara, dari Paroki Kumba, ada Pastor Paroki RD Kornelis Hardin, Vikaris Parokial RD Maxi Haber, para pengurus DPP dan DKP, 25 Koordinator Wilayah, para religius dari 12 kongregasi yang berkarya di Paroki Kumba, utusan 7 kelompok kerasulan rohani dan kelompok-kelompok kategorial.
Acara dibuka dengan ritus adat oleh pengurus DPP Kumba dan tarian tradisional penyambutan yang dipersembahkan oleh Putra-Putri Altar (PPA). Mewakili Pastor Paroki Kumba, dalam sapaan ‘Selamat Datang’, Ketua Pelaksana DPP Kumba Jeman Agustinus mengatakan, dalam sukacita dan semangat persaudaraan, DPP, DKP, para religius, dan umat Paroki Kumba manyambut utusan dari 6 paroki kota yang berkunjung mengikuti pertemuan arisan ini.

Pastor Paroki St. Mikael Kumba RD Kornelis Hardin ketika sedang menyampaikan presentasi seputar rencana pembangunan rumah pastoran yang baru yang telah diprogramkan dan mulai dikerjakan pada bulan Agustus mendatang. Dalam Pertemuan Arisan 7 Paroki Kota ini, ia juga menyampaikan sejumlah program khas yang ada di paroki Kumba. (Foto: KOMSOS)
Reuni yang Semakin Berdampak Baik
Dalam acara ini, Pastor Paroki Kumba RD Kornelis, yang akrab disapa Romo Dino men-sharing-kan tentang berbagai program dan karya pastoral yang ada di paroki Kumba, di antaranya bidang liturgi, pewartaan (kerygma), diakonia, persekutuan (koinonia), dan manajemen pastoral. Begitu pun tentang program Pinjaman Tanpa Bunga (PTB) untuk umat di 99 KBG, aneka karya sosial karitatif kepada kaum rentan, dan rencana pembangunan rumah pastoran baru yang mulai dikerjakan dalam waktu dekat.
Dikatakan RD Dino, dalam Tahun Sinodal 2026, ini Paroki Kumba terus melanjutkan berbagai program khas yang membawa spirit beriman, bersaudara, dan misioner. “Dalam semangat Sinode IV kami terus menajamkan strategi pastoral yang semakin partisipatif, transformatif, dan berdampak nyata kepada kehidupan umat. Bersama DPP-DKP masa bakti empat tahun ke depan dan seluruh umat, kami terus membangun persekutuan yang selalu berziarah bersama,” ujar RD Dino.

Di hari peringatan Ulang Tahun Imamatnya yang ke-26, bersamaan dengan Arisan 7 Paroki Kota Ruteng, Koordinator Gugus Paroki Kota Ruteng RD Ardi Obot mendapatkan surprise kue ulang tahun di sela-sela acara yang diberikan langsung oleh Vikep Ruteng RD Dyonysius Osharjo dan Pastor Paroki Kumba RD Dino Hardin mewakili semua peserta yang hadir. (Foto: KOMSOS)
Koordinator Gugus Paroki Kota Ruteng RD Ardi Obot, pada kesempatan ini menuturkan, di setiap paroki yang ada di Gugus Paroki Kota Ruteng ada banyak hal dan karya-karya baik dan menarik yang bisa dipetik, memunculkan daya inspirasi, dan saling memperkaya kebersamaan dan menjadi pembelajaran bagi 7 paroki yang ada.
“Dampak dari kegiatan tujuh paroki ini semakin baik dan terus melangkah maju bersama. Pertemuan di Aula Paroki Kumba yang sudah sebagus ini sekarang menjadi salah satu daya tarik paroki Kumba. Kita di tujuh paroki kota, melalui kegiatan pertemuan arisan, sharing persaudaraan pastoral ini juga untuk saling meneguhkan,” ucap RD Ardi.

Vikaris Episkopalis (Vikep) Ruteng RD Dyonysius Osharjo saat menyampaikan penegasan akhir kepada para imam, biarawan-biarawati dan DPP-DKP yang datang dari 7 paroki Gugus Kota Ruteng mengikuti acara Arisan Paroki Gugus Kota di Aula Paroki Kumba, Minggu malam, 26 Juli 2026. (Foto: KOMSOS)
Perjumpaan yang Memperkaya Kebersamaan
Pada kesempatan ini, Vikep Ruteng yang juga Administrator Paroki Katedral RD Dyonysius Osharjo mengungkapkan, acara pertemuan arisan 7 paroki kota menjadi strategis karna membicarakan berbagai pelayanan pastoral yang ada di paroki-paroki yang dikunjungi. Ada banyak hal yang penting dan berharga bisa diketahui sehingga semakin memperkaya kebersamaan.
“Di setiap paroki ada banyak harta berharga yang terpendam dan pada saat kegiatan kunjungan seperti ini baru dimunculkan, yaitu ketika kita bertemu, membicarakan atau mensharingkannya. Kita berterima kasih kepada paroki tuan rumah (Paroki Kumba) yang telah mempresentasikan berbagai program unggulan. Ada banyak hal yang bersifat rohani. Ini luar biasa menurut saya. Kekhasan gereja kita ada pada kerohanian. Itulah yang mendorong kita untuk mewujudkannya dalam berbagai program,” kata RD Os.

Suasana keakraban semua peserta, yakni para imam, kaum religius, para pengurus DPP-DKP, dan kaum muda dari 7 paroki Gugus Kota Ruteng yang menghadiri acara Arisan 7 Paroki Kota di Aula Paroki Kumba pada Sabtu sore, 26 Juli 2026. (Foto: KOMSOS)
Menurut RD Os, melalui kegiatan ‘reuni’ arisan seperti ini, paroki-paroki bisa belajar banyak hal, tidak saja dari pengalaman baik, tapi juga dari persoalan-persoalan (implementasi karya pastoral) yang muncul. Dengan demikian, pertemuan arisan juga menjadi lokus di mana pelbagai perspektif realitas hidup menggereja dan reksa pastoral paroki kota (ikut) didiskusikan bersama.
“Awal dari kebersamaan ini dulu, di paroki Cewonikit, kita juga membangun niat untuk membicarakan bersama berbagai hal, reaitas, termasuk mungkin bila ada persoalan, bukan hanya kerohanian tapi juga masalah-masalah yang sedang menjadi perhatian umum untuk didiskusikan bersama dalam tujuh paroki kota,” ucapnya.
Dalam acara ini juga dirayakan HUT ke-26 imamat RD Ardi Obot dalam bentuk pemberian kue ulang tahun dan acara meniup lilin ulang tahun yang diserahkan oleh RD Dino Hardin dan RD Dyonysius disambut sorak-sorai dan tepukan tangan meriah sekitar 160 orang yang hadir. Dalam semangat kebersamaan, mereka juga menikmati acara ramah tamah berupa santap malam bersama diiringi lagu-lagu rohani yang dinyanyikan bergantian oleh tetamu 7 paroki kota. [Jimmy Carvallo]






