PAROKIKUMBA.ORG – Gereja Keuskupan Ruteng berupaya menghadirkan rahmat dan berkat Allah bagi umat di paroki Kumba, melalui kegiatan-kegiatan pastoral di tahun Sinode IV Keuskupan Ruteng ini. Semakin kita terlibat dalam setiap kegiatan pastoral paroki ini maka semakin banyak rahmat dan berkat yang kita terima. Tidak saja pastor paroki, atau vikaris, atau DPP dan DKP yang aktif, tetapi semua yang ada dalam paroki: seluruh umat, pengurus gereja mulai dari tingkat KBG sampai pusat paroki, kelompok rohani, komunitas religius diajak untuk sama-sama terlibat dalam seluruh kegiatan pastoral selama tahun ini.
Pesan ini disampikan oleh Vikaris Episkopalis (Vikep) Ruteng RD Dyonysius Osharjo saat memimpin perayaan Ekaristi Launching Tahun Sinodal 2026 Keuskupan Ruteng tingkat Paroki Kumba di Gereja Santu Mikael Kumba, Minggu pagi, 18 Januari 2026.
Pada misa ke-3 yang dimulai pukul 08.30, RD Os didampingi oleh Pastor Paroki Kumba RD Kornelis Hardin juga biarawan RP Wilhelmus Kodong, SVD. Misa yang dihadiri lebih dari 1500 umat tersebut disemarakkan oleh Paduan Suara ‘Suara Kasih’ yang menambah keagungan dan kekhusyukan dalam Gereja.

Paduan Suara ‘Suara Kasih’ saat tampil memeriahkan Misa Launching Tahun Sinodal 2026 Keuskupan Ruteng tingkat Paroki Kumba yang diselenggarakan di Gereja Santu Mikael Kumba dan dihadiri ribuan umat, Minggu, 18 Januari 2026. (Foto : CHELSEA LARASATI/KOMSOS KUMBA)
Misa ini dihadiri jajaran pengurus DPP dan DKP, para Ketua Rumpun dan Seksi, 25 Koordinator Wilayah dan pengurus dari 99 KBG, pimpinan dan anggota Tarekat Religius (kongregasi) yang berkarya di Paroki Kumba, pengurus dan anggota kelompok rohani dan kategorial, para lurah dan tokoh adat serta umat. Sinode IV Keuskupan Ruteng mengambil tema: Berziarah Bersama dalam Pengharapan (Roma 5:5): Beriman, Bersaudara, dan Misioner.

Para pengurus inti Dewan Pastoral Paroki (DPP) dan Dewan Keuangan Paroki (DKP) Santu Mikael Kumba saat membawakan bahan persembahan pada Misa Launching Tahun Sinodal 2026 Keuskupan Ruteng tingkat Paroki Kumba yang dilaksanakan di Gereja Santu Mikael Kumba, Minggu, 18 Januari 2026. (Foto : CHELSEA LARASATI/KOMSOS KUMBA)
Dalam homilinya, RD Os juga menegaskan bahwa semua umat paroki Kumba yang sudah dibabtis adalah hamba Tuhan, adalah anggota keluarga Allah, adalah anak Allah. Dan Allah ingin menyatakan keagunganNya melalui umat paroki ini, sehingga tidak cukup bagi umat di paroki Kumba kalau hanya dibabtis saja, tidak cukup hanya menjadi Katolik saja. Umat paroki Kumba harus berlangkah lebih jauh dan lebih maju daripada hanya sekadar dibabtis, atau hanya sekadar menjadi Katolik.

Vikaris Episkopalis (Vikep) Ruteng RD Dyonysius Osharjo, Pastor Paroki Santu Mikael Kumba RD Kornelis Hardin, dan biarawan dari Kongregasi SVD RP Wilhelmus Kodong saat mempersembahkan Perayaan Ekaristi dalam rangka Launching Tahun Sinodal 2026 tingkat Paroki Kumba, Minggu pagi, 18 Januari 2026. (Foto : CHELSEA LARASATI/KOMSOS KUMBA)
“Kita perlu memperlihatkan kekatolikan kita. kita perlu memperlihatkan buah dari Sakramen Babtis yang kita terima, kita perlu memperlihatkan bahwa kita Anak Allah, dalam seluruh kehidupan kita, dalam kita bertindak dan bersikap terhadap realitas kehidupan, dalam kita mengelola masalah-masalah dalam hidup kita. Tidak cukup kalau hanya terdaftar sebagai umat paroki. Kita dipanggil dan diutus menjadi umat paroki yang aktif, umat paroki yang terlibat dalam semua kegiatan gereja dan mendukung kegiatan gereja” ujar RD Os.
RD Os berpesan, tidak cukup juga hanya menjadi pengurus gereja baik di DPP, DKP maupun pengurus di stasi, wilayah, kelompok dan KBG atau bagian dari seksi-seksi dalam paroki, “Kita harus menjadi pengurus yang aktif, yang rela berkorban, yang setia dan bertanggungjawab,” ucapnya.
Menurut dia, tidak cukup bagi umat paroki Kumba melaksanakan launching Tahun Sinode IV Keuskupan Ruteng, tetapi kita harus berusaha dalam hari-hari ke depan mengimplementasikannya dalam bentuk program-program pastoral paroki yang disusun secara bersama.

Detik-detik Acara Launching Tahun Sinodal 2026 Keuskupan Ruteng tingkat Paroki Kumba dengan pemukulan gong oleh Vikep Ruteng RD Dyonysius Osharjo didampingi Pastor Paroki Kumba RD Kornelis Hardin dan biarawan Kongregasi SVD RP Wilhelmus Kodong bersama jajaran pengurus DPP, DKP, Korwil, perwakilan Ketua KBG, Biara dan komunitas rohani serta kelompok kategorial di Gereja Santu Mikael Kumba, Minggu, 18 Januari 2026. (Foto : CHELSEA LARASATI/KOMSOS KUMBA)
“Setiap tahun Keuskupan Ruteng menyiapkan program-program pastoral yang dilaksanakan sampai ke tingkat paroki dan KBG. Melalui program itu gereja kita terlihat menjadi gereja yang hidup dan aktif. Umat juga terlihat menjadi umat yang aktif. Tahun ini Gereja Keuskupan Ruteng dalam tahun Sinode IV mengajak kita untuk berjalan bersama dengan yang lain dalam menghayati peran kita sebagai anak Allah, sebagai saudara bagi yang lain, dan sebagai terang bangsa-bangsa,” kata RD Os.
Sebagai anggota gereja, lanjut dia, kita diajak berjalan bersama dengan anggota gereja yang lain. “Kita mungkin lebih suka berjalan sendiri, dan merasa bisa berjalan sendiri dalam kehidupan menggereja, tetapi pesan sinode IV Keuskupan Ruteng adalah kita harus berjalan bersama. Kita tidak boleh berjalan sendiri. Dalam berjalan bersama, kita berusaha untuk saling mendengar satu sama lain, terutama kita mendengarkan suara Tuhan, kita juga mendengarkan suara sesama, terutama sesama yang dipenuhi dengan Roh Kudus,” ucapnya.

Suasana Misa Launching Tahun Sinodal 2026 Keuskupan Ruteng yang diselenggarakan untuk tingkat Paroki Kumba pada Minggu pagi, 18 Januari 2026 di Gereja Santu Mikael. Misa ini berlangsung meriah dan diikuti jajaran pengurus DPP-DKP, Seksi, Korwil dan pengurus KBG, pimpinan komunias biara, tokoh masyarakat dan adat, kelompok rohani dan kategorial. (Foto : CHELSEA LARASATI/KOMSOS KUMBA)
Pada misa ini dilakukan seremoni launching Tahun Sinodal 2026 Keuskupan Ruteng tingkat Paroki Kumba yang ditandai dengan pemukulan gong oleh RD Os didampingi RD Dino, RP Wilhelmus, jajaran DPP, DKP, perwakilan Korwil, Ketua KBG, pimpinan komunitas religius, kelompok rohani dan kategorial. Acara ini mendapat sambutan dengan tepukan tangan yang meriah dari 1500 umat yang hadir dan berlangsung meriah. (Jimmy Carvallo)

