Kumba, Ruteng, Manggarai

Foto: Peserta Kursus Persiapan Perkawinan Katolik (KPPK) Gelombang II sedang mengikuti acara pembukaan dan sambutan yang disampaikan Pastor Paroki St. Mikael Kumba RD Kornelis Hardin, Jumat pagi, 10 Juli 2026 di Aula Paroki Kumba. (Foto: PAROKIKUMBA.ORG)

PAROKIKUMBA.ORG – Seksi Pastoral Keluarga DPP Santu Mikael Kumba kembali mengadakan Kursus Persiapan Perkawinan Katolik (KPPK) gelombang ke-2 yang dilksanakan selama 2 hari, Jumat, 10 – Sabtu, 11 Juli 2026. Kegiatan yang diadakan di aula Paroki Kumba tersebut diikuti oleh 80 peserta atau 40 pasangan calon pengantin (catin).

Pastor Paroki Santu Mikael Kumba RD Kornelis Hardin, disapa Romo Dino saat menyampaikan materinya tentang Sakramen dan Liturgi Perkawinan di hadapan 80 peserta KPPK Gelombang II di Aula Paroki Kumba, Jumat pagi, 10 Juli 2026. (Foto: PAROKIKUMBA.ORG)

Saat membuka kegiatan ini, Pastor Paroki Kumba RD Kornelis Hardin mengatakan, KPPK merupakan proses pembinaan dan pendampingan yang dilakukan oleh Gereja Katolik agar para pasangan calon pengantin yang akan menikah dapat memahami dengan baik tentang arti dan tanggung jawab perkawinan.

“Persiapan melalui KPPK ini sangat penting agar pasangan calon pengantin bisa memahami dengan baik akan martabat dan tanggung jawab Sakramen Perkawinan. Dalam berbagai macam tantangan perkawinan dewasa ini, penting mempersiapkan kehidupan berumahtangga bagi setiap pasangan yang ingin menikah. Dari para tutor yang telah berpengalaman baik dalam hidup perkawinan maupun pendampingan para catin, kami mengharapkan KPPK ini menjadi bekal untuk kalian semua memasuki bahtera rumah tangga Katolik yang disemangati kasih,” kata RD Dino.

Selama 2 hari kegiatan, peserta mendalami sejumlah materi yang disajikan dengan interaktif, menarik, dan komunikatif. Sejumlah pembicara juga dihadirkan, antara lain RD Dino Hardin membahas Sakramen dan Liturgi Perkawinan, dan Vikaris Parokial RD Maksi Haber yang mengulas tentang Keluarga Sebagai Gereja Rumah Tangga. Ada pula para srikandi, seperti dr. Sari Baeng dan Maria G. S Ratna, SH yang secara khusus mengajak peserta mendalami tentang Undang-Undang Perkawinan dan KDRT.

Ibu Maria Goreti Sufaldi Ratna, SH saat sedang menyampaikan materinya tentang Undang-Undang Perkawinan dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) pada kegiatan KPPK gelombang II di Aula Paroki Kumba, Sabtu pagi, 11 Juli 2026. (Foto: PAROKIKUMBA.ORG)

Hari kedua KPPK, menjelang sore ditutup dengan pembagian Sertifikat KPPK kepada semua peserta. Saat menutup kegiatan ini, Sabtu petang, 11 Juli 2026, RD Maksi Haber mengatakan, setelah menyelesaikan semua sesi dan materi dalam KPPK selama 2 hari ini, diharapkan para catin pada saatnya bisa membangun keluarga yang harmonis dalam menjalani kehidupan perkawinan serta menjadi keluarga teladan di tengah lingkungan masyarakat. [Jimmy Carvallo]