PAROKIKUMBA.ORG – Umat Paroki Santu Mikael Kumba di Keuskupan Ruteng mulai menggalang donasi balarasa untuk para korban bencana banjir di Pulau Sumatera. Pada hari pertama donasi dibuka, Minggu, 7 Desember 2025 jumlah dana yang terkumpul mencapai lebih dari 10 juta rupiah yang diberikan oleh umat baik melalui kotak-kotak donasi yang disediakan di setiap pintu masuk Gereja, dari komunitas biara/kongregasi juga melalui kolekte dari 2 misa.
Langkah Ermelinda, 42 tahun, terhenti sesaat ketika akan memasuki pintu sisi barat Gereja Santu Mikael Kumba, Minggu pagi, 7 Desember 2025. Ditemani anaknya yang masih kecil, ia memandang pada sebuah kotak berwarna putih. Ia pun terlihat membuka dompetnya, mengambil 3 lembar uang. Kepada kedua anaknya diberikan masing-masing selembar uang dan menyuruh mereka memasukannya dalam kotak putih bertuliskan Donasi untuk Korban Banjir di Pulau Sumatera. Setelah anaknya, ia pun ikut mengisi lembaran lainnya ke kotak tersebut yang dipagang oleh anak-anak PPA.

Salah seorang ibu, umat Paroki Kumba saat sedang memberikan sumbangan melalui Kotak Donasi yang dilayani oleh PPA untuk penyintas bencana banjir yang melanda Pulau Sumatera. Donasi mulai dibuka untuk semua umat Paroki Kumba bersamaan digelarnya Misa Adven II di Gereja Santu Mikael Kumba, Minggu pagi, 7 Desember 2025. (Foto : PAROKIKUMBA.ORG)
Ibu yang tinggal di Wilayah Gunung Golgota, ini lalu mengajak anaknya memasuki Gereja untuk mengikuti misa. Manariknya, ia tak sendirian memberikan donasi/sumbangan. Kedua anaknya pun diajaknya sejak usia dini, peduli sesama yang membutuhkan bantuan dengan memberikan sumbangan. Pada Hari Minggu Adven ke-2, ada yang berbeda di area Gereja Kumba. Belasan anak Putra-Putri Altar (PPA) berdiri sejak dari gerbang depan hingga semua pintu masuk Gereja sambil memegang kotak Donasi Belarasa untuk para korban bencana alam di Pulau Sumatera.
Sejak perayaan misa pertama hingga keempat, umat yang datang berpartisipasi memberikan sumbangan spontanitas guna membantu meringankan beban sesama saudara yang menjadi penyintas bencana, termasuk yang ada di wilayah pelayanan Keuskupan Sibolga, Keuskupan Padang, dan Keuksupan Agung Medan. “Untuk donasi bagi penyintas bencana tersebut, kita sudah buka sejak hari Minggu Adven ke-2 sesuai dengan surat informasi dari Keuskupan Ruteng. Umat sangat antusias, terlihat dari spontanitas bantuan yang mereka berikan,” ucap RD Dino Hardin Pastor Paroki Santu Mikael Kumba, ditemui media ini Minggu siang, 7 Desember 2025.

Putra Putri Altar (PPA) Paroki Santu Mikael Kumba saat melayani penggalangan dana melalui Kotak Donasi untuk penyintas bencana banjir yang melanda 3 wilayah keuskupan di Pulau Sumatera, yakni Keukupan Sibolga, Padang, dan Keuskupan Agung Medan. Kegiatan penggalangan dana ini mulai dibuat pada Minggu pagi, 7 Desember 2025. (Foto : PAROKIKUMBA.ORG)
Menjawab surat edaran dari Keuskupan Ruteng Nomor: 413/II.1.2/XII/2025 tanggal 2 Desember 2025, RD Dino bersama Vikaris Parokial RD Hironimus Apul, dan DPP-DKP menyikapinya dengan membuka penggalangan donasi dari umat yang dilakukan melalui kotak-kotak Donasi yang disediakan di semua pintu Gereja dilayani oleh PPA, termasuk melalui persembahan dari kolekte misa hari Minggu dan bantuan spontanitas atas nama komunitas atau kelompok-kelompok kategorial lainnya.
Disaksikan media ini, umat yang menghadiri misa Minggu Adven ke-2 pun antusias mengambil bagian mengumpulkan donasi kemanusiaan itu. Pemberian sumbangan, dalam bentuk uang yang selanjutnya akan disalurkan melalui Keuskupan Ruteng dan diteruskan ke Karitas Nasional. “Umat memberikan dengan spontanitas untuk sesama saudara kita yang terkena musibah banjir di Pulau Sumatera. Solidaritas dan gotong-royong dalam bentuk donasi uang seperti ini juga menjadi bagian dari semangat Adventus umat Paroki Kumba,” ujar Paskalis Lebo Ketua Seksi Karitas DPP Kumba.

Putra-Putri Altar (PPA) Paroki Kumba didampingi para pembina sedang menghitung hasil pengumpulan donasi melalui Kotak Donasi untuk para penyintas bencana banjir di Pulau Sumatera yang ditempatkan di setiap pintu Gereja pada Misa ke-2 Minggu Adven, 7 Desember 2025. Selanjutnya semua bantuan akan diserahkan melalui Keuskupan Ruteng dan diteruskan ke Karitas Nasional. (Foto : PAROKIKUMBA.ORG)
Penggalangan Dana Masih Dibuka
Melalui penggalangan donasi yang dibuka “hari pertama” pada Minggu, 7 Desember 2025 tersebut berhasil terkumpul Rp 10 juta lebih yang bersumber dari sumbangan spontanitas umat melalui Kotak Donasi sebesar Rp 3,790,000, juga dari kolekte 2 misa minggu Rp 5.710,000, dan donasi dari Biara Suster Ursulin (OSU) Ruteng Rp 500,000. Selain itu, ada Senin pagi, 8 Desember 2025 bantuan juga datang dari umat KBG sebagai aksi nyata pelaksanaan Katekese Adventus, seperti yang diberikan oleh umat KBG Kristus Raja di Wilayah Emaus.
“Umat di KBG kami pada dua hari yang lalu adakan pertemuan katekese Adventus. Dari pertemuan itu kami secara spontan mengumpulkan uang untuk membantu saudara-saudari di Pulau Sematera yang terkena dampak bencana banjir. Ini tragedi kemanusiaan dan kami semua merasa terpanggil untuk berbuat sesuatu dari panggilan hati. Kami mengumpulkan dari umat yang hadir katekese saat itu sebesar Rp 375 ribu,” kata Siprianus Janggur, Ketua KBG Kristus Raja, di kompleks Gereja Kumba, Senin pagi, 8 Desember 2025.

Ketua Komunitas Basis Gerejani (KBG) Kristus Raja di Wilayah Emaus Siprianus Janggur sedang memperlihatkan amplop berisi uang hasil penggalangan dana spontanitas dari umat di KBGnya ketika melaksanakan katekese Adventus. Ini menjadi aksi nyata umat KBG Kristus Raja mengaktualisasikan pesan katekese Adventus dan sebagai bentuk keprihatinan pada penyintas bencana Pulau Sumatera. (Foto : PAROKIKUMBA.ORG)
Pastor Paroki Kumba RD Dino mengatakan, penggalangan dana masih terus dibuka kepada semua umat, baik yang ingin menyumbang secara pribadi, atas nama KBG atau komunitas/kelompok untuk meringankan beban warga yang terdampak bencana. Donasi juga bisa disalurkan melalui rekening atas nama DIOSIS, BRI Cabang Ruteng No. 0273 01001531504. Pada misa Minggu Adven ke-3, 14 Desember 2025 mendatang, pengumpulan uang donasi melalui Kotak Donasi di area Gereja Kumba dan Gereja Stasi Carep juga akan dilanjutkan sebagai tahap II.
“Seperti yang tercantum dalam Surat Edaran Keuskupan Ruteng, bencana yang sedang melanda sesama saudara kita di Medan, Sibolga, dan Padang serta Pulau Sumatera umumnya menjadi momentum istimewa bagi kita untuk mewujudkan solidaritas dan peradaban Omnia in Caritae di tengah masyarakat. Menolong para penyintas bencana banjir di Pulau Sumatera merupakan wujud persaudaraan dan solidaritas kita,” ujar RD Dino. (Jimmy Carvallo)

