Kumba, Ruteng, Manggarai

Foto: Kristina Suria Lanum Ketua Seksi Caritas DPP Santu Mikael Kumba. (Foto: KOMSOS PSMK)

PAROKIKUMBA.ORGDua hari setelah gempa bumi M 7,7 mengguncang Pulau Flores, Sabtu, 15 Agustus 2026 yang menyebabkan kerusakan rumah di berbagai tempat, termasuk yang menimpa rumah-rumah umat yang ada di wilayah Paroki St. Mikael Kumba, tim Seksi Caritas DPP Kumba di bawah koordinasi langsung Pastor Paroki RD Kornelis Hardin bersama OMK langsung bergerak cepat menyusuri 99 KBG.

Penangan darurat dampak gempa bumi yang terjadi, dimulai dengan kunjungan langsung RD Dino Hardin dan DPP ke rumah-rumah umat yang terdampak dan ke tenda-tenda pengungsian yang dibangun di banyak KBG. Dua hari kemudian, Posko Bencana Alam Gempa Bumi Flores Paroki Kumba berdiri di halaman Gereja Kumba. Pendataan cepat para korban pun dilaksanakan bersama para pengurus di 99 KBG dipantau  Tim Caritas dan Sekretariat Paroki Kumba.

Berkat jaringan pertemanan RD Dino dengan sejumlah donatur (penyumbang) bantuan logistik pun mengalir dari berbagai pihak ke Posko Bencana Gempa Bumi yang ada di Paroki Kumba. Hari ketiga pasca gempa, berbagai bantuan sembako mulai didistribusikan ke rumah-rumah umat, dimulai dari 20 KBG yang ada di Stasi Carep berlanjut ke semua KBG lainnya. Umat terdampak gempa pun langsung disentuh dengan bantuan kasih berupa ratusan paket sembako.

Tim Seksi Caritas DPP St. Mikael Kumba saat menyerahkan bantuan sembako kepada umat yang ada di salah satu KBG di Wilayah Kana bertempat di halaman Kantor Kalurahan Satar Tacik. Tampak pengurus DPP juga ikut menyerahkan bantuan tersebut. (Foto: KOMSOS PSMK)

Seminggu lebih tim Caritas dan OMK bekerja, telah berhasil membagikan 1,096 paket sembako berisi beras, telur ayam, mie instan, biskuit, termasuk sejumlah terpal yang langsung diterima oleh keluarga-keluarga penyintas gempa bumi. Penanganan dampak gempa bumi ini berjalan lancar, meski dalam keterbatasan, namun bisa menjangkau hampir semua korban bencana yang membutuhkan bantuan.

Ketua Seksi Caritas DPP Kumba Kristina Suria Lanum, dalam wawancara dengan media ini, Selasa, 1 September 2026 mengatakan, semua bantuan logistik untuk korban gempa dan penyalurannya yang cepat dan tepat sasaran tak lepas dari sinergitas kerja antara Pastor Paroki Kumba, Vikaris Parokial, DPP – DKP, tim Sekretariat Paroki, dan OMK.

“Hari terakhir setelah penyaluran bantuan, saya menangis karna terharu. Ini kerja tim yang luar biasa. Apa yang kami buat semua berjalan lancar. Mengalir. Semua memberi diri untuk menjadi perpanjangan tangan kasih orang-orang baik. Wajah – wajah umat yang menerima bantuan, itu yang membuat kami terus bersemangat berpacu dengan waktu,” kata Suria.

Umat di salah satu KBG di Stasi Carep sedang berjalan ke lokasi pembagian paket-paket sembako yang di antar oleh Tim Seksi Caritas DPP Santu Mikael Kumba. Pada hari pertama pembagian semako, tim berkonsentrasi untuk menjangkau umat Stasi Carep. (Foto: KOMSOS PSMK)

Berikut kutipan wawancara dengan Suria Lanum, wanita periang, enerjik, dan aktif di kelompok kerasulan rohani Legio Mariae Paroki Kumba. Selain dipercayakan sebagai Ketua Seksi Caritas DPP Kumba masa bakti 2026-2030, ia juga adalah Ketua KBG Santu Don Bosco periode ke- 2.

Bagaimana saat terjadi gempa bumi pada Sabtu pagi itu?

Kami satu keluarga lari semua keluar rumah. Ini gempa bumi yang luar biasa gocangannya. Rumah saya sampai banyak bagian yang retak, ada yang sampai berlubang. Kami membuat tenda darurat untuk tidur malam sampai saat ini karna masih kuatir dan takut ada gempa susulan. Takut rumah yang ada retak-retaknya bisa beresiko untuk kami. Kami bersyukur kami semua bisa selamat dari kejadian ini.

Tim Caritas Paroki Kumba bergerak cepat sesudah gempa bumi itu. Seperti apa koordinasinya?

Saya dihubungi oleh Romo Dino satu hari sesudah gempa bumi. Beliau ajak Tim Caritas ke paroki untuk ikut rapat dengan DPP membahas bencana gempa bumi. Saya juga dengar cerita umat di KBG-KBG Romo ada kunjungi mereka setelah gempa untuk lihat langsung kedaaan umat yang rumahnya rusak. Romo juga menangis waktu melihat keadaan keluarga-keluarga yang terdampak.

Di pertemuan itu, Romo sampaikan bahwa ada banyak umat di KBG-KBG yang terdampak gempa bumi. Dia minta supaya semua, termasuk Seksi Caritas mulai dengan pendataan yang akurat dan bantuan sembako juga terpal yang menjadi logistik yang paling dibutuhkan di tengah situasi seperti ini. Di hadapan kami, Romo mulai menelpon sahabat-sahabatnya untuk mengajak agar membantu umat Paroki Kumba yang menjadi korban.

Tim Seksi Caritas DPP Kumba bersama paa pengurus inti DPP sedang menghitung jumlah paket sembako yang tiba di salah satu KBG bersama umat yang akan menerimanya. Kegiatan ini merupakan tanggap darurat pasca gempa bumi sebagai bentuk belarasa kepada semua umat terdampak. (Foto: KOMSOS PSMK)

Selanjutnya apa yang dilakukan oleh Tim Caritas?

Kami dan Sekretariat Paroki Kumba mulai meminta data umat terdampak dari 99 Ketua KBG dan mereka langsung kirim ke WA Grup Ketua KBG. Data itu kami ‘kroscek’ dengan Korwil dan DPP untuk melihat ulang berdasarkan kelayakan penerima bantuan sembako. Bantuan juga sudah mulai berdatangan ke Posko Bencana Gempa Bumi yang ada di Paroki Kumba, seperti beras, mie instan, telur, biskuit, terpal. Semua mulai bekerja.

Kami ajak OMK dan mereka langsung respon. Hanya dalam hitungan menit belasan OMK sudah ada di paroki untuk mulai membantu membungkus paket-paket sembako. Hari pertama ada sekitar 300-an paket sembako dan kami langsung antar ke umat terdampak yang ada di wilayah Stasi Carep. Ada tiga mobil yang bergerak mengangkut sembako. Semua pengurus DPP ikut membangi, termasuk OMK dan dipimpin langsung oleh Romo Dino dan Romo Max (RD Maximus Haber Vikaris Parokial, Red.)

Kami melakukan penanganan secara cepat dan tepat untuk bantuan sembako, semua keluarga terdampak menerima langsung dan tanpa perantara. Ini untuk memastikan bahwa bantuan sembako diterima oleh para korban bencana dan sesuai data yang ada pada kami. Semua bantuan yang masuk dan keluar kami hitung dan bukukan dengan teliti.

Kami harus akui, langkah bergerak cepat ini, terjadi karna koordinasinya bagus dan dipimpin langsung oleh Pastor Paroki, sehingga proses penyalurannya juga dipantau langsung oleh Romo dan DPP. Kami lihat sendiri bagaimana ratusan rumah umat mengalami kerusakan, ada yang retak bahkan yang hancur tidak bisa ditinggal lagi. Sedih dan prihatin.

Ada berapa banyak sembako yang sudah dibagi? Ada kendala dalam distribusi logistik ini?

Sampai hari terakhir yang kami catata ada sebanyak 1.096 paket sembako, Isinya beras 4 sampai 5 kilo gram, mie istan, telur dan beberapa yang  keluarganya ada anak-anak disertakan dengan biskuit (wafer). Selama seminggu lebih kami menjangkau semua umat terdampak yang ada di KBG-KBG. Kami tidak hanya bagi sembako, tapi juga mendengar langsung isi hati mereka. Cerita tentang keadaan saat dan sesudah gempa.

Kunjungan membagi kasih dalam bentuk spaket-paket sembako ini mau menyampaikan bahwa Pastor Paroki, Vikaris Parokial, dan DPP selalu hadir di tengah umat, juga dalam situsasi bencana ini serta membawa harapan semoga umat dapat pulih kembali dan menjalani kehidupan yang normal kembali.

Sejauh ini tidak ada kendala untuk pengiriman paket-paket sembako. Hanya kami menyesuaikan dengan data umat yang masuk dari KBG. Ada penambahan penerima baru juga karna gempa-gempa susulan yang terjadi setelah gempa utama membuat rumah umat retak baru bahkan rusak.

Seorang ibu rumah tangga di Stasi Carep sedang menerima bantuan paket sembako yang diserahkan oleh tim Seksi Caritas DPP Kumba pada pendistribusian bantuan hari pertama, Tampak Ketua Dewan Stasi Carep Robertus Jebadu (kanan) yang ikut berkeliling menjumpai umat terdampak bersama tim paroki. (Foto: KOMSOS PSMK

Bagaimana kesan umat dengan bantuan sembako yang dibagikan?

Ada kisah menarik di beberapa KBG. Bagaimana setelah gempa terjadi, umat KBG beramai-ramai saling membantu satu sama lain, yaitu kepada keluarga-keluarga yang terdampak dengan memberikan tumpangan, gotong-royong membuat tenda darurat, dan memberikan makanan untuk keluarga yang rumahnya hancur. Ini umat di KBG kita yang spontanitas tegerak hati menolong sesama.

Kita harus akui, bantuan sembako ini kan bantuan yang bersifat untuk penanganan kebutuhan jangka pendek. Sembako yang dibagikan kepada umat terdampak memang terbatas untuk memenuhi kebutuhan harian korban gempa. Namun, Gereja terlibat satu rasa satu hati dengan semua umat terdampak dalam bentuk bantuan darurat.

Bantuan tersebut diharapkan meringankan beban umat pasca gempa bumi dan bentuk kehadiran Gereja di tengah situasi yang sulit yang dialami umat karna bencana ini. Semua umat yang kami jumpai saat pembagian paket-paket sembako ini menyampaikan terima kasih dan mengatakan bahagia karna mendapat perhatian dari Pastor Paroki, Vikaris Parokial, dan DPP.[]