Kumba, Ruteng, Manggarai

Foto: Magister Novisiat Serikat Maria Montfortan (SMM) Ruteng yang juga Pembimbing Rohani PMRSH RP Heredi Suhartono. (Foto: KOMSOS PSMK)

PAROKIKUMBA.ORGPembimbing Rohani Perserikatan Maria Ratu Segala Hati (PMRSH) Regio Flores RP Heredi Suhartono, SMM mengunjungi para anggota PMRSH yang berada di Ruteng dan sekitarnya yang menjadi penyintas bencana gempa bumi 7,7 SR pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Gempa yang melanda Pulau Flores itu menyebabkan ribuan bangunan rumah warga Kota Ruteng mengalami kerusakan seperti retak-retak, bahkan tak sedikit yang rusak parah.

Meski masih dalam suasana was-was akibat gempa susulan yang masih sering terjadi, tak menyurutkan niat RP Edi, sapaan akrabnya untuk mengunjungi dan memberikan peneguhan kepada semua anggota PMRSH bersama keluarga mereka yang ada di Sektor Tenda dan Gewak.

Dalam kunjungan persaudaraan ini, RP Edi didampingi oleh RP Bertolomeus Diaz Raga, SMM dan Bruder Antony Samy, SG. Sementara, anggota PMRSH di Sektor Mando dan Langgo dikunjungi oleh RP Hyronimus Ario Dominggus, SMM, disapa Pater Hariz dan Br. Antony.

Pada Sabtu, 29 Agustus 2026 sepanjang hari RP Edi, RP Diaz, dan Bruder Antony menyambangi satu per satu rumah para anggota PMRSH di Tenda dan Gewak yang menjadi penyintas gempa bumi. Kunjungan kasih persaudaraan para biarawan Montfortan ini, bagi para anggota PMRSH, menjadi kekuatan yang membawa peneguhan di tengah kondisi trauma dan kecemasan yang menghantui pasca bencana gempa bumi.

“Kami sangat bersyukur karna Pater Edi, Pater Diaz, dan Bruder dari Santu Gabriel mengunjungi kami dan keluarga di rumah. Ini kami rasakan sebagai kunjungan yang sangat membawa kekuatan untuk kami, apalagi kita semua masih merasakan takut dan khawatir sesudah terjadi gempa bumi,” kata Bernadeta, anggota PMRSH Sektor Tenda.

RP Heredi Suhartono, dan RP Diaz Raga saat berkunjung ke rumah salah satu keluarga anggota PMRSH di Sektor Tenda. Kehadiran ini membawa peneguhan di tengah situasi pasca gempa bumi yang terjadi dua pekan lalu. (Foto: PMRSH)

Spiritualitas Kehadiran

Kunjungan ini merupakan bentuk ‘spitualitas kehadiran’ yang menampakkan wajah Kasih Allah yang berbelarasa kepada semua orang yang mengalami kesulitan, bencana, tragedi, dan keterpurukan hidup. Kehadiran para biarawan yang membawa pesan belarasa, kasih, sekaligus harapan di tengah ‘badai’ tersebut sungguh dirasakan oleh anggota PMRSH sebagai rahmat yang besar.

“Pater Hariz dan Bruder mengunjungi kami dan mereka datang ke rumah-rumah anggota PMRSH yang terdampak gempa. Kami rasakan sebagai rahmat yang menguatkan kami. Kami tidak merasa sendirian di tengah trauma akibat gempa bumi. Mereka juga mendoakan kami semua dan kami merasakan ada kekuatan baru untuk tetap percaya kepada perlindungan Tuhan,” ujar Veronika, anggota PMRSH Sektor Langgo.

Kunjungan dan kehadiran para Pater dan Bruder di masa pemulihan, ini sekaligus mengingatkan kembali para anggota PMRSH dan semua orang tentang visi hidup Santo Louis-Marie Grignion de Montfort (31 Januari 1673-28 April 1716) yakni option for the poor dan selalu berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya menjumpai orang-orang membutuhkan kehadiran, perhatian, dan penguatan iman.

Selain mendengarkan langsung cerita-cerita seputar tragedi gempa bumi yang ikut melanda rumah keluarga-keluarga PMRSH, mereka juga memberikan peneguhan, berdoa bersama, dan memberikan bingkisan solidaritas kepada keluarga terdampak yang dikunjungi.

“Kami berterima kasih karna kunjungan Pater dan Bruder mengungatkan kami sebagai satu keluarga besar Montfortan yang selalu ada bersama dalam berbagai situasi hidup yang kami alami bersama,” tutur Maria  Yovita, anggota PMRSH Mando.

Tak hanya terbatas pada anggota PMRSH yang menjadi penyintas gempa bumi saja, kini PMRSH bersama Rumah Novisiat SMM juga sedang menjangkau keluarga-keluarga lain yang sangat membutuhkan uluran tangan, khususnya penyintas bencana gempa yang bermukim di sekitar rumah para anggota PMRSH. Agar kasih itu juga semakin menyapa kaum papa yang membutuhkan perhatian []