Kumba, Ruteng, Manggarai
Umat dari Wilayah Kolose saat tampil membawakan koor pada Perayaan Ekaristi Penutupan Bulan Maria yang digelar di Gereja Santu Mikael Kumba, Sabtu, 31 Mei 2025 petang. Misa meriah ini dipimpin Ketua Yasukma Manggarai, RD Patrick Dharsam Guru. (Foto : PAROKIKUMBA.ORG)

PAROKIKUMBA.ORGPerayaan Ekaristi penutupan Bulan Maria sekaligus menandai berakhirnya kegiatan rohani Safari Maria yang menyinggahi semua wilayah separoki Kumba berlangsung meriah di Gereja Santu Mikael, Sabtu, 31 Mei 2025 petang. Misa dipimpin Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (Yasukma) Keuskupan Ruteng, RD Patrick Dharsam Guru dan dimeriahkan koor umat Wilayah Kolose. Lagu-lagu yang dilantunkan dengan penuh penghayatan membawa umat khusyuk mengikuti misa yang berlangsung 1 jam 15 menit.

Mengenakan busana adat, baju berwarna putih dan kain Songke, anggota koor yang terpilih mewakili KBG Nazaret, KBG Santu Montfort, KBG Kerahiman Ilahi, KBG Yohanes Paulus II dan KBG Mater Boni Consili (MBC) yang ada di wilayah ini, memberikan penampilan terbaik mewarnai misa dengan iringan lagu-lagu merdu. Koor dipimpin dirigen Selvi Jemima dan asisten dirigen Odilia Onesti.

Arca Hati Tak Bernoda Bunda Maria saat diarak oleh umat Wilayah Kolose dalam prosesi meriah menuju Gereja Santu Mikael Kumba, Sabtu, 31 Mei 2025 sore. Kegiatan ini sekaligus menandai berakhirnya kegiatan rohani Safari Maria yang telah menjadi tradisi tahunan setiap Bulan Mei di Paroki Kumba. (Foto : PAROKIKUMBA.ORG)

Sekitar pukul 15.30 arca Bunda Maria yang diarak umat wilayah Kolose menyusuri rute cukup panjang di jalan raya utama arah timur Kota Ruteng, diterima kembali oleh DPP Kumba. Seremoni adat penyerahan arca yang sebulan penuh dipakai dalam prosesi meriah ke semua wilayah, ini diterima Ketua Pelaksana I DPP, Flori Mentot dan Ketua Pelaksana II, Hima Domi Antonius. Selanjutnya arca diarak memasuki Gereja dan ditahtakan di panti imam tak jauh dari altar Gereja.

Ketua Pelaksana I Dewan Pastoral Paroki (DPP) Kumba, Flori Mentot (kedua dari kanan) dan Ketua Pelaksana II, Hima Domi Antonius saat menerima kedatangan arca Hati Tak Bernoda Bunda Maria dalam serah terima dengan ritus adat Manggarai (Kepok) oleh pengurus Wilayah Kolose di pelataran Gereja Santu Mikael Kumba, Sabtu, 31 Mei 2025 sore. (Foto : PAROKIKUMBA.ORG)

Disambut Ratusan Cahaya Lilin di Wilayah Kolose

Wilayah Kolose menjadi tempat persinggahan terakhir event rohani Safari Maria yang menjadi tradisi tahunan umat paroki Santu Mikael Kumba. Sehari sebelumnya, Jumat, 30 Mei 2025 menjelang malam, di berlangsung acara penerimaan arca Hati Tak Bernoda Maria yang penuh khidmat di bawah rintik hujan. Ratusan umat wilayah Kolose, mengenakan busana adat Manggarai memenuhi lokasi penjemputan arca yang dihantar oleh umat wilayah Galatia.

Umat Paroki Kumba berbondong-bondong memasuki Gereja Santu Mikael sambil berjalan di belakang arca Bunda Maria yang diarak ke dalam Gereja seusai diterima dengan ritus adat Kepok di pelataran Gereja. Di Gereja ini dilangsungkan Misa penutupan Bulan Maria, Mei 2025. (Foto : PAROKIKUMBA.ORG)

Setelah ritus adat, arca Bunda Maria setinggi 1,5 meter itu lalu diarak oleh umat wilayah Kolose dengan ratusan lilin berbinar-binar yang menerangi keremangan malam menuju Biara Suster Katekis Hati Kudus Yesus (SCSC). Di kapela biara, ini dilangsungkan doa rosario bersama semua umat dari 5 KBG bersama para suster. Setelah mendaraskan rosario 5 peristiwa dilanjutkan perayaan Ekaristi dipimpin RD Thomas Juvaldis Tanto, yang akrab disapa Romo Tanto.

Arca Bunda Maria yang diarak dalam Safari Maria saat diterima oleh umat Wilayah Kolose pada Jumat, 30 Mei 2025 malam di bawah rinai hujan yang tak kunjung reda. Meski cuaca tak bersahabat, tak menyurutkan semangat dan antusiasme umat dari 5 KBG di wilayah ini untuk mengadakan prosesi dari batas wilayah menuju kapela Biara Susteran SCSC. (Foto : QUINTUS)

“Safari Maria menggugah semua umat untuk semakin mendalami devosi kepada Bunda Maria. Di wilayah Kolose, meskipun hanya satu malam arca bertahta di kapela Biara Katekis Hati Kudus Yesus, tapi ada kisah dan pengalaman iman yang menyentuh semua umat. Safari Maria memanggil kita semua untuk terus semangat berziarah bersama Bunda Maria,” ucap Yohan Padur, Ketua KBG Santu Yohanes Paulus II.

Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (Yasukma) Keuskupan Ruteng, RD Patrick Dharsam Guru saat memimpin Perayaan Ekaristi penutupan Bulan Maria di Gereja Santu Mikael Kumba, Sabtu, 31 Mei 2025 petang. Misa ini dihadiri para biarawan-biarawati yang berkarya di paroki Kumba, pengurus DPP, DKP, kelompok-kelompok kategorial dan organisasi rohani dan umat. (Foto : PAROKIKUMBA.ORG)

Koordinator Wilayah Kolose, Quintus Jehatu, menceritakan, persembahan lagu-lagu dalam koor yang dibawakan umat wilayah Kolose saat perayaan Ekaristi penutupan Bulan Maria, Sabtu, 31 Mei 2025, merupakan salah bentuk ungkapan cinta dan syukur kepada Bunda Maria yang “mengunjungi” umat Kolose dalam Safari Maria 2025.

“Sukacita itu selalu menjadi kekuatan yang menyemangati kebersamaan umat Kolose dalam semangat kasih dan saling peduli dan terus berkarya membangun dan memajukan paroki Kumba yang kita cintai ini. Safari Maria mempersatukan kami semua sebagai anak-anak Bunda Maria. Terima kasih untuk Pastor Paroki, Pastor Rekan dan DPP yang sudah menyelenggarakan acara ini,” kata Quintus. (Jimmy Carvallo)

PAROKI KUMBA RUMAH KITA BERSAMA