Kumba, Ruteng, Manggarai

RUTENG, PAROKIKUMBA.ORG – Sejak dibuka oleh Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat pada Jumat sore, 3 Oktober 2025, arena pameran UMKM dan Pentas Seni Festival Golo Curu Maria Ratu Rosari ramai dikunjungi oleh ribuan orang. Pelataran Gereja Katedral, sentral perhelatan akbar festival tahunan ini menjadi lokasi paling ramai di Kota Ruteng saban hari selama event FGC digelar.

Hampir 100 stan UMKM yang disediakan oleh panitia juga ramai didatangi oleh pengunjung terlebih menjelang malam hari hingga waktu pentas seni di panggung utama berakhir menjelang tengah malam. Berbagai jenis kuliner lokal, cinderamata (souvenir), barang rohani dan aneka produk kebutuhan keluarga tersedia di berbagai stan yang berjejeran di pelataran depan Gereja Katedral hingga jalan raya yang membentang di sisi utara.

Disaksikan PAROKIKUMBA.ORG, menjelang malam setelah acara opening ceremony, Pastor Paroki St. Mikael Kumba RD Kornelis Hardin dan Vikaris Parokial RD Hironimus Apul langsung menyambangi stan UMKM Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Paroki Kumba yang berada di jalan raya utara. Di lapak yang menjual beraneka kuliner lokal, seperti olahan sambal tempe, berbagai kue dan pudding, saat itu sedang dijaga oleh Ketua WKRI Paroki Kumba, Yustina Ice dan beberapa anggota lainnya, salah seorang di antaranya, Delci Parera.

Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat saat mengunjungi stan UMKM milik WKRI Paroki Santu Mikael Kumba yang mengikuti pameran UMKM saat ajang Festival Golo Curu ‘Maria Ratu Rosari’ di pelataran Gereja Katedral Ruteng, Jumat, 3 Oktober 2025. Pada saat yang sama Pastor Paroki Kumba, RD Dino Hardin dan Vikaris Parokial, RD Rino Apul juga datang mengunjungi mereka. (Foto : YUS ICE)

Tak hanya itu, kegembiraan yang dirasakan semakin sempurna saat Mgr. Siprianus Hormat juga berkunjung ke stan tersebut. Kedatangan Uskup Ruteng Mgr. Siprianus yang melihat langsung berbagai produk kuliner yang dijual oleh para ibu WKRI asal Paroki Kumba itu sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan sekaligus mendorong agar UMKM-UMKM terus dikembangkan sebagai penopang ekonomi keluarga.

Kunjungan RD Dino dan RD Rino ke stan UMKM tersebut serentak menjadi surprise bagi anggota WKRI. “Tidak sangka, Romo mereka datang berkunjung dan ngobrol banyak dengan kami semua seputar UMKM yang selama ini dijalankan atau dijajakan setiap hari Minggu di pelataran Gereja Kumba. Kami senang dengan kunjungan ini dan membuat kami merasa terus dimotivasi untuk tetap semangat berinovasi dalam penjualan dan membuat produk kuliner sesuai minat konsumen,” ucap Yustina.

Sejak 3 tahun terakhir, Pastor Paroki bersama DPP dan DKP Paroki Kumba, menunjukkan keseriusan dalam upaya membangun, mendampingi, dan mendorong umat dalam hal mengembangkan usaha ekonomi kreatif (ekraf) di tengah kesulitan akses pada permodalan melalui skema program Pinjaman Tanpa Bunga (PTB). Sejak dikucurkan pertama kali ke 93 KBG pada tahun 2023 dengan nominal 2 juta per-KBG yang dipinjamkan selama 1 tahun, program ini telah membangkitkan geliat usaha mikro di tengah umat paroki.

Para ibu WKRI dari Paroki Santu Mikael Kumba yang mengikuti pameran UMKM di event Festival Golo Curu di pelataran Gereja Katedral Ruteng berfoto bersama sesaat setelah pembukaan Pemeran UMKM dan Pentas Seni oleh Uskup Ruteng. Selain mereka ada juga stan IMKM Wulang Pari Cofee milik umat Paroki Kumba yang meramaikan pameran. (Foto : PAROKIKUMBA.ORG)

“Bersama Pastor Paroki dan DPP-DKP saat itu kami melihat ada manfaat yang akan dirasakan oleh umat melalui program yang baik ini. Walaupun nilainya tidak seberapa, bila dipinjamkan kepada beberapa kepala keluarga, terutama ibu-ibu di KBG yang mau membangun usaha ekonomi kecil-kecilan ada peluang membangkitkan UMKM. Kita yakin itu. Ini termasuk program nekat tapi berbuah manis karena umat didorong untuk memulai usaha dengan modal tanpa bunga,” kata Hubertus Agung, Ketua Seksi pemberdayaan Sosial Ekonomi (PSE) Paroki Kumba.

Pria yang sejak lama membangun home industry dengan brand Wulang Pari Coffee yang telah go nasional ini pun yakin, pada tahun ke-3 di mana setiap KBG diberi kesempatan meminjam dengan nominal 4 juta rupiah dari paroki pada tahun ini, akan semakin membuka peluang ‘kebangkitan UMKM’ umat Paroki Kumba. “Romo Dino bersama DPP dan DKP sudah melihat jauh ke depan, program ini menjadi primadona dan bila dimanfaatkan dengan maksimal, maka UMKM umat akan berkembang baik di setiap KBG,” ujar Huber.

Pastor Paroki Kumba, RD Dino Hardin berharap, penyediaan lapak sebagai sarana untuk berjualan yang selama ini ada di pelataran parkir timur Gereja Kumba bisa dimanfaatkan oleh umat untuk mengembangkan UMKM. “Selama ini setiap hari Minggu selalu ada ibu-ibu dari KBG dan komunias Biara Suster termasuk anak-anak PPA yang memanfaatkan lapak-lapak itu. Sarana yang baik ini terbuka dipakai oleh umat dari setiap KBG untuk berjualan supaya UMKM mereka berkembang,” ujar RD Dino. (Jimmy Carvallo)