Kumba, Ruteng, Manggarai

PAROKIKUMBA.ORG – Keuskupan Ruteng akan menyelenggarakan Sinode IV Sesi II bertempat di Rumah Retret Maria Bunda Karmel Wae Lengkas, Ruteng. Sidang yang akan berlangsung selama 5 hari ini, yakni Senin, 13 – Jumat, 17 April 2026 sebagai kelanjutan dari penyelenggaraan Sesi I yang telah digelar 3-7 Januari 2026.

Sinode IV melanjutkan sekaligus memperbarui arah dasar Keuskupan Ruteng dalam Sinode III (2013-2015) yang telah diimplementasikan dengan sukses dalam kurun waktu 1o tahun, yakni 2016-2025. Sinode IV mengambil motto: Berziarah Bersama dalam Pengharapan: Beriman, Bersaudara, dan Misioner.

“Sejalan dengan gerakan Gereja Universal telah direfleksikan dan ditegaskan tentang komitmen Keuskupan Ruteng untuk menjadi Gereja yang sinodal, yaitu Gereja yang bergandengan tangan dan membulatkan tekad untuk berziarah bersama dalam tuntunan Yesus Kristus Sang Gembala Agung untuk semakin mewartakan kabar sukacita injili di tanah Congkasae Manggarai Raya tercinta,” ujar RD Martin Chen, Sekjen Sinode IV Keuskupan Ruteng yang juga Direktur Pusat Pastoral (PUSPAS), ditemui Minggu, 12 April 2026.

Dalam Sesi II ini, kata RD Martin, akan direfleksikan aneka program pastoral yang terurai dalam tiga bidang utama, yakni Pewartaan, Pengudusan, dan Persekutuan umat. Ketua Pelaksana Panitia Sinode IV Keuskupan Ruteng Sesi II RD Aleksius Andi Jeramat menjelaskan, seperti Sinode sebelumnya, Sinode IV juga menggunakan metode 3M yaitu Mendengar (Melihat), Menilai, dan Memutuskan. “Semuanya bertolak dari kenyataan konkrit kehidupan umat,” ujar RD Andi, panggilan akrabnya.

Menghadirkan 3 Pembicara

Pada Sidang Sesi II tersebut akan dihadirkan 3 pembicara, yakni dalam Bidang Pewartaan RP. Dr. Johanes Haryatmoko, SJ dari STF Driyarkara Jakarta, dalam Bidang Pengudusan Dr. Inosensius Sutam memprentasikan “Gereja yang Berziarah dalam Prosesi dan Festival Religi”, dan dalam Bidang Persekutuan Prof. Yohanes Sevatius Lon membedah tentang “Komunitas Basis Gerejawi yang Hidup”.

Pada momen bersejarah ini, RP Dr. Haryatmoko, SJ akan hadir menyampaikan materi menarik tentang Pewartaan Digital dalam Gereja Sinodal. Pengajar di STF Driyarkara Jakarta dan di beberapa Universitas terkemuka di Indonesia ini, lahir pada 9 Maret 1959, menyelesaikan Lisenciat Teologi di Brussels, Belgia dan belajar Ilmu-ilmu Sosial di Institut d’Etudes Sosialis, Paris (1988-1989). Ia menyelesaikan Diploma d’Etudes Approfondies (D.E.A) dan meraih gelar Doktor dalam Bidang Antropologi dan Sejarah Agama-agama di Universitas Sorbonne Paris IV (1996).

Di tahun yang sama (1996) RP Haryatmoko juga menyelesaikan Doktor dalam Bidang Etika Sosial/PolitikĀ  (Teologi Moral Sosial) di Institut Catholique de Paris, Prancis. Sejak tahun 1997, ia mengajar di Pascasarjana Filsafat, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia dan di S3 Jurusan PolitikĀ  FISIP Universitas Indonesia Jakarta.

Ia menjadi dosen tetap di Universitas Sanata Dharma (Yogyakarta), juga pengajar tamu di pasca-sarjana Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada (Yogyakarta), dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sejak tahun 2015, ia menjadi pengajar di Program Doktor Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (Jakarta) dan sering tampil sebagai pembicara serta pelatihan etika di pelbagi perguruan tinggi di Indonesia.

Biarawan Ordo Societas Iesu/Serikat Yesus (SJ) yang murah senyum, ini banyak menyumbangkan pemikiran kritisnya di bidang filsafat, sosial politik, etika dan komunikasi. Ratusan artikelnya tersebar di berbagai media nasional seperti KOMPAS juga Majalah BASIS. Salah satu bukunya yang mendapat sambutan luar biasa adalah Etika Komunikasi: Manipulasi Media, Kekerasan, dan Pornografi diterbitkan oleh Penerbit KANISIUS. (Jimmy Carvallo | Diolah dari: Panitia SINODE IV, Wikipedia, Buku Etika Komunikasi)