Kumba, Ruteng, Manggarai

Foto: Sebagian dari peziarah yang mengikuti ziarah rohani ke Gua Bunda Maria di Torong Besi di Reo sedang berfoto bersama dengan para imam yang memimpin perayaan Ekaristi, Rabu siang, 27 Mei 2026. (Foto: PAROKIKUMBA.ORG)

PAROKIKUMBA.ORGDalam semangat Sinode IV Keuskupan Ruteng yang mengambil tagline Beriman, Bersaudara, dan Misioner, sekitar 800 umat Paroki Santu Mikael Kumba melaksanakan ziarah rohani ke Gua Bunda Maria di Torong Besi, Kevikepan Reo, Rabu, 27 Mei 2026. Menggunakan 50 kendaraan roda empat dan belasan kendaraan roda 2, para peziarah membuka kegiatan ini dengan doa dan berkat perjalanan dipimpin Pastor Paroki Kumba RD Kornelis Hardin di halaman Gereja Kumba.

Ziarah Rohani yang bertepatan dengan Tahun Sinodal 2026 tersebut diikuti oleh lintas generasi, dari anak-anak, remaja, OMK, orang tua, hingga para lansia. Selain itu, bergabung pula para biarawan-biarawati, jajaran pengurus DPP-DKP, para Koordinator Wilayah, pengurus dan umat KBG, juga pengurus dan anggota kelompok kerasulan rohani serta kelompok kategorial, seperti WKRI, OMK, PPA, SEKAMI, dan Marriage Encounter (ME).

Umat paroki Santu Mikael Kumba Kumba dengan antusias berebutan untuk foto, memasang lilin, dan meletakkan rangkaian bunga yang dibawa sebagai bentuk sukacita dan syukur saat tiba di depan Gua Bunda Maria di Tong Besi, Reo, dalam acara ziarah rohani Tahun Sionodal 2026. (Foto: PAROKIKUMBA.ORG)

Mengusung tema: Berziarah Bersama Maria dalam Pengharapan: Beriman, Bersaudara, dan Misiner. para peziarah mulai meninggalkan halaman Gereja Kumba bertolak menuju Reo sekitar pukul 07.05. Dalam ziarah ini, ada lebih dari 200 umat Stasi carep juga ikut serta, termasuk OMK. Perjalanan yang menempuh waktu sekitar hampir 2 jam, ini semarak dengan kumandang kidung rohani melalui sejumlah perangkat pengeras suara (toa), dan di setiap kendaraan, para peziarah tak putus merangkai manik-manik rosario di tangan dengan doa.

Tempat yang Indah Bertemu Sang Ilahi

Tiba di pesisir pantai Torong Besi, para peziarah langsung menyatu dalam rombongan besar yang ‘mengular’, perlahan melangkah menapaki jalan setapak menuju gua Bunda Maria yang terletak di tebing perbukitan yang menghadap langsung ke hamparan pantai. Desir angin sepoi-sepoi, kicau margawasta, dan suasana hutan yang tenang penuh pepohonan hujau nan rindang semakin menambah khusyuk, menuntun hingga usai untaian doa rosario 5 Peristiwa Terang.

Beristirahat sejenak setelah berdoa rosario di depan Gua Bunda Maria di Torong Besi, Reo sambil menikmati indahnya alam di tempat ziarah yang terkenal sejak lama ini. Umat Paroki Kumba mengisi Bulan Maria (Mei) dengan kegiatan yang membangun iman dan mempererat persaudaraan ini. (Foto: PAROKIKUMBA.ORG)

Gua Bunda Maria ini terbilang asri dan sejuk untuk berdoa dengan nyaman. Ranting-ranting hijau yang terurai bebas di sekitar gua, dan indahnya bunga-bunga bougenville berwarna pink yang merekah di sepanjang struktur bebatuan alami yang membentuk gua semakin menjadikan tempat ziarah ini estetik untuk tempat perjumpaan mesara dengan Sang Ilahi melalui Sang Bunda. Sebuah arca setinggi 1,5 meter “Bunda Maria dari Fatima” berdiri tegak di tengah gua.

Di depan gua Bunda Maria di Torong Besi, rasa letih setelah perjalanan cukup panjang terasa terobati. Dalam tatapan mata yang lembut dari Sang Bunda, setiap peziarah dari Paroki Kumba merasakan cinta dan kebaikan Tuhan yang disalurkan melalui Sang Bunda Penuh Cinta. Tak jauh dari arca Bunda Maria ada altar kecil berbahan semen yang biasa dipakai untuk merayakan Ekaristi. Namun, siang itu, karna terik matahari musim kemarau yang cukup menyengat kulit, misa pun di pindahkan ke pinggir pantai Torong Besi.

Para imam saat mempersembahkan Perayaan Ekaristi di pesisir pantai Torong Besi, Kevikepan Reo setelah umat mendaraskan rosario suci di Gua Bunda Maria Torong Besi dalam acara ziarah rohani Tahun Sinodal 2026. Dari kiri ke kanan (depan) RP Hariz Aryo, SMM, RD Rino Apul, (belakang) RD Max Haber dan RD Dino Hardin. (Foto: PAROKIKUMBA.ORG)

Ziarah Membawa Semangat Baru

Dengan latar belakang deburan ombak yang memecah di bibir pantai, camar-camar putih yang beterbangan menari-nari di garis biru pantai, dan beberapa perahu nelayan yang berlabuh, umat pun khidmat mengikuti perayaan Ekaristi. Dipimpin oleh Vikaris Parokial Paroki Kumba RD Hironimus Apul, disapa Romo Rino, misa ini dihadiri 4 imam. Tiga lainnya. yakni Pastor Paroki Kumba RD Kornelis Hardin, Vikaris Parokial RD Max Haber, dan imam biarawan RP Hyronimus Ario Domonggus, SMM biasa dipanggil Pater Hariz.

Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Kumba saat tampil membawakan koor dalam Misa Ziarah Rohani ke Gua Bunda Maria di Torong Besi, Reo, Rabu siang, 27 Mei 2026. Misa di alam terbuka ini dipimpin oleh 4 imam dan berlangsung meriah serta khidmat. (Foto: PAROKIKUMBA.ORG)

Misa disemarakkan koor Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Kumba. Membuka misa, RD Rino Apul mengatakan, dalam nada syukur dan sukacita, sebagai satu keluarga besar umat Paroki Kumba, merupakan kebahagiaan tersendiri dapat melaksanakan ziarah dengan berdoa rosario dan misa di alam terbuka di kompleks situs ziarah Gua Bunda Maria Torong Besi. “Kita tinggalkan sejenak semua kesibukan dan beban hidup dan bersama mengalami damai dan Kasih Allah di tempat yang indah ini,” ucapnya.

Dalam pesan homilinya, RD Max Haber mengatakan, ziarah ini bukan sekedar datang ke Gua Maria lalu pulang tanpa perubahan. “Ziarah berarti perjalanan hati. Kita datang membawa hidup lama kita dan pulang dengan semangat baru. Semangat untuk lebih beriman, lebih bersaudara, dan lebih misioner. Jangan biarkan rosario berhenti di Bulan Mei saja. Lanjutkan doa dalam keluarga. Ajak anak-anak untuk berdoa. Jadikan rumah kita tempat hadirnya Tuhan,” kata RD Max.

Mantan Sekretaris Jenderal Keuskupan Ruteng pada masa kegembalaan 2 uskup, yakni mendiang Mgr. Hubertus Leteng dan Administrator Diosesan Mgr. Silvester San, ini menambahkan, hari-hari ini, dunia sedang haus akan harapan. Banyak orang begitu mudah putus asa. Begitu pun ada banyak anak muda bingung menatap masa depan. Tak sedikit keluarga yang hidup dalam kesulitan dalam berupa-rupa hal. Dan dalam itu semua, Maria hadir, mendengarkan, menemani, dan mendoakan.

Umat Paroki Kumba yang duduk di sisi utara dekat pantai sedang khusyuk mengikuti Perayaan Ekaristi bersama dalam ziarah rohani ke Gua Bunda Maria di Torong Besi. Di pelataran pantai yang luas ini, dalam keindahan alamĀ  yang asri sebagai ciptaan Tuhan, mereka merayakan Ekaristi sambil duduk di bawah pepohonan rindang yang tersebar di banyak sisi. (Foto: PAROKIKUMBA.ORG)

Paroki Sebagai Rumah Bersama

Dalam sambutannya, Pastor Paroki Kumba RD Dino Hardin mengatakan, Sinode IV Keuskupan Ruteng mengajak semua umat beriman untuk semakin menjadi Gereja yang berjalan bersama. “Gereja yang saling mengunjungi, saling mendengar, saling menguatkan. “Hari ini, melalui ziarah rohani Sinodal yang kita laksanakan dalam semangat persaudaraan, Maria mengajar kita untuk kembali berjalan bersama sebagai saudara,” ucap RD Dino.

RD Dino, yang setahun terakhir banyak mengubah wajah Paroki Kumba semakin ‘kaya warna’ melalui berbagai penyempurnaan, menambahkan, kehadiran Bunda Maria selalu membawa damai dan harapan. Sehingga, kehadiran kita di dunia, dalam komunitas-komunitas hidup bersama juga mesti membawa damai sehingga semua orang bisa merasakan kasih Tuhan yang meneguhkan dan menguatkan hati. “Lingkungan paroki kita membutuhkan kehadiran kita semua sebagai pribadi-pribadi yang selalu mewujudkan paroki sebagai rumah kita bersama,” kata RD Dino.

Seusai misa, dilanjutkan dengan acara makan siang dan rekreasi bersama. Kebersamaan yang menggembirakan ini semakin seru dengan berbagai games menarik yang dipandu Sr. Teresia Tika, SCSC, seperti lomba tarik tambang antar organisasi rohani, antar kelompok kategorial, dan aneka lomba lainnya yang membangkitkan gelak tawa penonton. Sementara, di tengah lautan lepas, ratusan anak PPA dan SEKAMI bergantian membelah laut dengan perahu motor sewaan yang membawa mereka berpetualang dan merasakan sensasi berlayar mengitari pantai Torong Besi. [Jimmy Carvallo]