PAROKIKUMBA.ORG – Sekitar seribu umat Katolik, termasuk orang-orang sakit dan lansia menghadiri Misa Hari Orang Sakit Sedunia (HOSS) ke-34 di Gereja Santu Mikael Kumba, Rabu pagi, 11 Februari 2026. Misa dipimpin Pastor Paroki Kumba RD Kornelis Hardin, didampingi Vikaris Parokial RD Hironimus Apul dan dimeriahkan koor kelompok kerasulan Legio Mariae. Ada pula pemberian minyak urapan dan pelayanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis sebagai bentuk belarasa dan aksi nyata kemanusiaan.

Pastor Paroki Santu Mikael Kumba RD Kornelis Hardin (kanan) dan Vikaris Parokial RD Hironimus Apul saat memimpin Misa Hari Orang Sakit Sedunia di Gereja Santu Mikael Kumba, Rabu, 11 Februari 2026 pagi yang dihadiri sekitar seribu orang, antara lain orang-orang sakit dan para lansia. (Foto: PAROKIKUMBA.ORG)
Dalam pesan homilinya, RD Dino menuturkan, martabat manusia tidak pernah kurang karena penderitaan, sakit, dan penyakit. Kita semua sangat berharga di hadapan Tuhan. Yesus mengatakan Datanglah kepadaKu kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat. Dalam semangat ini, lanjut dia, Paus Leo XIV dalam pesan pastoralnya kepada orang sakit mengingatkan bahwa orang sakit bukan sekedar penerima belas kasih, tetapi juga pewarta Injil melalui penderitaannya. RD Dino juga mengajak semua orang untuk membangun sikap peduli dan solidaritas kepada orang-orang sakit.

Anggota Legio Mariae Kuria Bunda Penebus Paroki Kumba saat mempersembahkan koor memeriahkan Misa Hari Orang Sakit Sedunia ke-34 di Gereja Santu Mikael Kumba, Rabu, 11 Februari 2026. Mereka juga dikenal sebagai komunitas kerasulan yang aktif berkarya untuk pelayanan kunjungan kepada orang sakit. (Foto: PAROKIKUMBA.ORG)
“Kasih tidak pernah pasif, kasih selalu bergerak keluar untuk menjumpai yang lain. Menjadi sesama tidak ditentukan oleh kedekatan geografis atau sosial, melainkan oleh keputusan untuk mengaihi. Itulah sebabnya orang Kristiani dipanggil untuk menjadi sesama bagi mereka yang menderita, dengan meneladan Kristus, Sang Samaria Ilahi Sejati, yang mendekat kepada umat manusia yang terluka,” kata RD Dino, mengutip Pesan Bapa Suci untuk Hari Orang Sakit Sedunia ke-34.
Seusai misa dilaksanakan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang dilayani oleh para dokter dan perawat dari UPTD Puskesmas Kota Ruteng. Ratusan orang sakit, lansia, dan umat lainnya mengambil bagian dan antusias mengikuti kegiatan bakti sosial yang tidak dipungut biaya tersebut. Selain mengukur tinggi badan, pemeriksaan berupa mengecek tekanan darah, gula darah, juga kondisi kesehatan disertai pemberian obat-obatan dan vitamin.

Pastor Paroki Kumba RD Dino dan Vikaris Parokial RD Rino saat sedang memberikan pelayanan minyak urapan kepada semua umat yang menghadiri misa Hari Orang Sakit Sedunia ke-34 di Gereja Kumba, Rabu, 11 Februari 2026. (Foto: PAROKIKUMBA.ORG)
Wakil Ketua Seksi Kesehatan DPP Kumba, Onnie Mbulu, di sela kegiatan ini mengatakan, pelayanan cek kesehatan gratis (CKG) merupakan program pemerintah untuk mendeteksi penyakit sejak dini, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dari bayi hingga lansia sekali dalam setahun.
“Kegiatan ini merupakan bentuk perhatian terhadap kesehatan orang-orang yang sedang menderita sakit, para lansia, dan juga semua umat yang ada di Paroki Kumba. Sebagian besar umat Paroki Kumba berada dalam wilayah kerja UPTD Puskesmas Kota, maka DPP Paroki Kumba merespon ini dengan menggandeng UPTD Puskesmas Kota dalam memperingati Hari Orang Sakit Sedunia,” kata Onnie.

Suasana saat berlangsungnya Misa Hari Orang Sakit Sedunai ke-34 yang diselenggarakan di Gereja Santu Mikael Kumba, Rabu, 11 Februari 2026. Berdiri paling depan dari kanan: Ketua Rumpun Pelayanan Sosial Hima Domi Antonius dan Ketua Pelaksana DPP Flori Mentot. (Foto: PAROKIKUMBA.ORG)
Pada kesempatan ini, Ketua Pelaksana DPP Kumba Flori Mentot mengatakan, keluarga besar Paroki Kumba meyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kerja sama yang terjalin baik dengan Puskesmas Kota sehingga apa yang menjadi harapan umat pada HOOS ke-34 ini dapat tercapai di mana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. “Terima kasih untuk tim dokter dan perawat yang teah melayani umat di paroki ini. Semoga karya baik ini mendapatkan berkat dari Tuhan,” ungkap Flori. (Jimmy Carvallo)

