Foto: Dua ratus anak yang ada di Stasi Carep, Paroki St. Mikael Kumba sedang mengikuti trauma healing yang diberikan oleh tim Seksi Anak dan Remaja DPP Kumba, Minggu, 13 September 2026 pagi. Kegiatan yang sama sukses dilaksanakan di kompleks Gereja Kumba sepekan sebelumnya. (Foto: KOMSOS PSMK)
PAROKIKUMBA.ORG – Sekitar 200-an anak penyintas bencana gempa bumi Flores yang ada di 20 Komunitas Basis Gerejani (KBG) di Stasi Carep, Paroki Kumba mendapatkan pelayanan pendampingan trauma healing oleh tim khusus yang tergabung dalam Seksi Anak dan Remaja DPP Kumba pada Minggu pagi, 13 September 2026. Penyembuhan trauma untuk anak-anak yang mengalami gempa bumi tersebut menjadi atensi Pastor Paroki, Vikaris Parokial dan DPP.

Alexa dan Argan, anggota tim trauma healing Seksi Anak dan Remaja DPP Kumba sedang bermain dan bergembira bersama anak-anak dalam kegiatan trauma healing pasca gempa bumi Flores yang diadakan di halaman Gereja Stasi Carep, Minggu, Minggu, 13 September 2026. (Foto: KOMSOS PSMK)
Disaksikan media ini, setelah bersama orang tua mereka mengikuti perayaan Misa Minggu yang dipimin Magister Novisiat Serikat Maria Montfortan (SMM) RP Heredi Suhartono, sekitar 200 anak yang ada di Stasi Carep memenuhi halaman Kapela St. Leonardus Porto Mauritio mengikuti trauma healing.
“Gempa bumi telah meninggalkan trauma psikologis bagi anak-anak kita. Kami senang dan berterima kasih karna Paroki secara khusus membuat trauma healing untuk anak-anak di Stasi Carep. Kami mendengar langsung dari orang tua anak-anak ini, mereka senang dan berterima kasih adanya trauma healing di Stasi Carep,” kata Jebadu Robertus, Ketua Dewan Stasi Carep.

Reta Janu (kiri, memakai topi bundar warna hitam) yang menjadi koordinator tim trauma healing bersama tim sedang memghibur anak-anak yang ada di Stasi Carep. Kegiatan ini menjadi program pemulihan pasca gempa bumi yang ada di Paroki Kumba untuk menjangkau semua anak dan membantu mereka keluar dari perasaan traumatik akibat gempa. (Foto: KOMSOS PSMK)
Upaya trauma healing, ini digagas oleh RD Kornelis Hardin, Pastor Paroki Kumba setelah sukses mengadakan kegiatan yang sama satu minggu sebelumnya di halaman Gereja Kumba yang dihadiri sekitar 1000 anak. Kala itu, anak-anak mendapat mendampingan dari tim Politeknik El Bajo Commodus diisi dengan berbagai kegiatan menarik untuk pemulihan.
“Program terapi bermain menjadi fokus dari semua tim trauma healing, termasuk yang dijalankan di Stasi Carep kemarin. Kita semua berharap, agar anak-anak yang mengalami gempa bumi pertegahan bulan Agustus lalu dan gempa-gempa susulan dapat keluar dari trauma dan secara psikogis mereka pulih dan ceria kembali,” kata RD Dino Hardin, Senin pagi, 14 September 2026.
Pemulihan guncangan mental akibat gempa bagi anak-anak yang ada di Stasi Carep, dilaksanakan sekitar lebih dari 2 jam dan semua anak mendapatkan goody bag yang disiapkan oleh Politeknik El Bajo Commodus. Ernesta Banung, Wakil Ketua Dewan Stasi Carep mengungkapkan, bantuan layanan trauma healing untuk anak-anak Stasi Carep sangat disyukuri oleh para orang tua yang ada di stasi ini.

Anak-anak dari Stasi Carep bergembira ria dalam lagu, gerak, dan tari yang dibimbing oleh tim trauma healing Seksi Anak dan Remaja DPP Kumba saat kegiatan trauma healing pasca gempa Flores yang diadakan oleh tim ini khusus bagi anak-anak Stasi Carep. (Foto: KOMSOS PSMK)
“Kita tahu, wilayah Stasi Carep itu kan yang termasuk paling terdampak dari sisi kerusakan bangunan saat gempa. Anak-anak merasakan langsung dampak gempa yang membuat mereka kaget dan trauma. Kenyataan pahit ini semoga hilang atau setidaknya berkurang setelah anak-anak ini mengikuti trauma healing. Terima kasih untuk Pastor Paroki dan tim trauma healing,” kata Erni, panggilan akrabnya. [Jimmy Carvallo]


