Kumba, Ruteng, Manggarai

PAROKIKUMBA.ORG – Paroki Santu Mikael Kumba kembali menambah barisan para Akolit setelah dua utusannya mengikuti kegiatan Pelatihan Akolit Paroki yang diselenggarakan di Wisma Keuskupan Ruteng di Leda, Sabtu, 13 sampai Minggu, 14 Desember 2025. Akolit merupakan sebuah panggilan pelayanan untuk membantu para imam dalam perayaan liturgi, terutama liturgi Ekaristi dalam perayaan Misa Kudus. Akolit membantu membagikan Komuni Kudus kepada umat dan juga memimpin ibadat Sabda dan ibadat penguburan.

Tahun ini, Paroki Kumba mengutus 2 orang ibu, yakni Maria Midas,  dan Yustina Ice. Keduanya selama ini dikenal sebagai sosok yang aktif pada sejumlah bidang karya pelayanan Gereja. Maria Midas, 71 tahun, disapa Ibu Meri sedang menjabat sebagai Ketua Seksi Komunitas Rohani DPP Santu Mikael Kumba, juga anggota senior Legio Maraie yang memegang jabatan Ketua Kuria Bunda Penebus.

Ibu Yustina Ice (kelima dari kiri) dan Ibu Maria Midas (ketiga dari kanan) berfoto bersama para ibu dari paroki lainnya disela kegiatan Pelatihan Akolit Paroki yang digelar di Wisma Keuskupan Ruteng di Leda, Ruteng, pada 13-14 Desember 2025. Mereka menambah barisan para akolit yang ada di Paroki Kumba untuk membantu imam dalam pelayanan pembagian Komuni Suci kepada umat dan memimpin ibadat khusus di KBG-KBG. (Foto : YUSTINA)

Sementara, Yustina Ice, 61 tahun, yang akrab disapa Ibu Yus merupakan Ketua Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) DPC Paroki Santu Mikael Kumba juga anggota Legio Mariae Presidium Maria Bunda Penasihat yang Baik. Sebelumnya, beberapa umat Paroki Kumba juga telah dilantik menjadi akolit, di antaranya Kornelis Edas, Kornelia Revileli, dan Petrus Gae.

Di Wisma Keuskupan Ruteng, akhir pekan lalu, keduanya berjumpa dengan puluhan orang lainnya yang datang dari berbagai paroki untuk mengikuti pelatihan akolit. Sejumlah materi didalami bersama, antara lain Spiritualitas Akolit, Liturgi Dasar, Tata Cara Membagi Komuni dan Komuni Orang Sakit, Makna dan Spiritualitas Ekaristi, serta Katekese Ekaristi.

Para imam dari Pusat Pastoral (PUSPAS) Keuskupan Ruteng menjadi pemateri dalam kegiatan ini, di antaranya Direktur PUSPAS RD Dr. Martin Chen, Ketua Komisi Liturgi RD Andi Jeramat, Ketua Komisi Kateketik RD Tomas Julivadistanto,  Ketua Komisi Kerohanian RD Ompi Lasma Latu; Ada juga RD Patris Suryadi.

Suasana dalam Aula Paroki Santu Mikael Kumba dalam Perayaan Malam Paskah tahun 2025. Saat ini umat Paroki Kumba dan Stasi Carep lebih dari 12 ribu jiwa dan pada misa-misa tertentu, khususnya pada hari raya membutuhkan tenaga akolit untuk membantu imam membagikan Komuni Kudus kepada ribuan umat yang menghadiri misa. (Foto : PAROKIKUMBA.ORG)

“Kami mendapatkan banyak sekali pengetahuan dan juga pembaruan iman melalui kegiatan ini. Kami menyadari bahwa menjadi akolit merupakan salah satu bentuk panggilan Tuhan dan kepercayaan yang harus dijaga dengan baik. Dalam kelemahan, kerapuhan, dan keterbatasan kami sebagai manusia, kami bersyukur bisa mengambil bagian dalam pelayanan ini untuk membantu pelayanan dalam memperlancar misa dan juga ibadat di KBG-KBG.  Doa umat Paroki Kumba kami harapkan,” ujar Yustina Ice.

Ketua KBG Don Bosco, Suria Jehalu, dimintai pendapatnya, Selasa 16 Desember 2025 mengatakan, penambahan 2 akolit baru di Paroki Kumba merupakan rahmat yang disyukuri dan membawa kegembiraan atau sukacita bagi umat. ” Mereka mewakili umat lainnya yang berani menjawab ‘ya’ untuk tugas yang mulia ini. Semoga ke depan semakin banyak awam yang juga terpanggil dan bersedia menjadi akolit karena jumlah umat yang terus bertambah membutuhkan kader-kader awam di berbagai bidang pelayanan, salah satunya sebagai akolit,” ucap Suria.

Ketua Seksi Kerasulan Awam (Kerawam) DPP Santu Mikael Kumba, Dr. Marselus Ruben Payong, M.Pd (kiri). Ia mengatakan umat Paroki Kumba bersyukur dan gembira karena kini telah memiliki 2 akolit baru yakni Ibu Meri Midas dan Ibu Yustina Ice. Ia berharap mereka bisa menjalankan tugas perutusan sebagai akolit di Paroki Kumba dengan baik. (Foto : PAROKIKUMBA.ORG)

Ketua Seksi Kerasulan Awam (Kerawam) DPP Kumba, Dr. Marselus Ruben Payong, dihubungi media ini melalui telepon selularnya, Selasa sore, mengatakan, umat Paroki Kumba patut berbangga karena memiliki 2 akolit awam yang akan memulai karya pelayanan. Menurut dia, akolit itu merupakan tugas mulia sebagai pelayan altar yang membantu imam dalam pelayanan liturgi.

“Ini menuntut komitmen, kesetiaan dalam pelayanan, dan keteladanan hidup. Saya kenal Ibu Maria Midas dan Ibu Yustina Ice yang hidup rohaninya tidak diragukan. Kesetiaan mereka selama ini dalam berbagai tugas pelayanan gereja menjadi semakin sempurna ketika mereka diberi tugas sebagai akolit. Karena itu Proficiat dan selamat utuk melayani,” kata Marsel yang berprofesi sebagai Dosen di Unika St. Paulus Ruteng. (Jimmy Carvallo)