Kumba, Ruteng, Manggarai

RUTENG, PAROKIKUMBA.ORG – Lebih dari enam ribu umat Katolik Paroki Santu Mikael Kumba mengambil bagian dalam acara penjemputan dan prosesi arca Bunda Maria Ratu Rosari yang diterima dari umat Paroki Santu Fransiskus Asisi, Karot, Minggu sore, 5 Oktober 2025. Acara ini menjadi rangkaian dari Festival Golo Curu yang digelar 3-7 Oktober 2025 di Ruteng.

Di bawah cuaca cerah sehabis diguyur hujan, ribuan umat mengenakan kostum adat Manggarai dan kostum daerah lainnya memadati jalan raya di sisi barat Bandara Frans Sales Lega, di KBG Eklesia Wilayah Kana yang menjadi wilayah batas kedua paroki. Ada Pastor Paroki Kumba RD Kornelis Hardin, Vikaris Parokial RD Hironimus Apul, Magister Novisiat Serikat Maria Montfortan (SMM) RP Heredi Suhartono, dan formator Biara SMM RP Hironimus Aryo Dominggus.

Pastor Paroki Santu Mikael Kumba RD Kornelis Hardin, Vikaris Parokial, RD Hironimus Apul dan Formatur di Novisiat SMM Ruteng RD Hariz Dominggus saat berdiri bersama jajaran pengurus DPP-DKP Paroki Kumba menjelang penjemputan arca Bunda Maria Ratu Rosari yang diserahterimakan dari umat Paroki Karot di KBG Eklesia Wilayah Kana, Minggu, 5 Oktober 2025 sore. (Foto : PAROKIKUMBA.ORG)

Puluhan kaum religius yang berasal dari 12 kongregasi yang berkarya di paroki Kumba juga tampak hadir. Di antara barisan terdepan yang berdiri di dekat tiang pancang baliho “Selamat Datang Bunda Maria Ratu Rosari di Paroki Kumba” juga ada Ketua Pelaksana II DPP Hima Domi Antonius, Ketua DKP Ferdinandus Jebarut, Koordinator Umum Prosesi Paroki Kumba Jeman Agustinus, Koordinator Wilayah Kana Yosep Karjon dan para Koordinator Wilayah lainnya, pengurus KBG, organisasi rohani, WKRI, kelompok-kelompok kategorial dan umat.

Sekitar pukul 17.20 arca Bunda Maria Ratu Rosari yang diarak oleh umat Paroki Karot tiba di tempat penerimaan dan langsung disambut dengan tarian adat oleh PPA Paroki Kumba. Semua umat yang hadir dengan khusyuk mengikuti acara penerimaan yang berlangsung sekitar 30 menit dan lebih dari 100 panji serta bendera-bendera yang dibawa para pelajar menyemarakkan acara penjemputan tersebut.

Para remaja anggota Putra-Putri Altar (PPA) Paroki Kumba saat membawakan tarian adat Manggarai menyambut kedatangan arca Bunda Maria Ratu Rosari yang diarak dalam sebuah prosesi meriah dalam rangkaian acara Festival Golo Curu 2025. Arca Bunda Maria tiba di perbatasan paroki Kumba dan disambut antusias ribuan umat. (Foto : PAROKIKUMBA.ORG)

Setelah acara Semilir Sabda, arca Bunda Maria lalu diarak dengan meriah melalui Jalan Bengawan yang melewati 4 Wilayah sambil ribuan umat yang berprosesi mendaraskan doa rosario diselingi lagu-lagu pujian kepada Maria. Saat prosesi memasuki bundaran simpang empat patung Kristus Raja di Jalan Frans Lega, ribuan lilin dinyalakan dan gelap-gulita malam pun berubah menjadi lautan cahaya lilin benderang yang panjang seakan tak bertepi.

Ratusan pelajar muslim dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Manggarai dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) ikut mengambil bagian berdiri di samping rute jalan yang dilewati prosesi. Pemandangan ini pun semakin memperindah pesona prosesi yang meninggalkan jejak cerita inspiratif di mana Festival Golo Curu menjadi perayaan sukacita semua orang dari berbagai latar belakang kemajemukan dan mempererat ikatan silaturahmi semua agama.

Remaja Masjid Kota Ruteng dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Manggarai dan pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) saat mengambil bagian dalam memperlancar jalannya prosesi arca Bunda Maria Ratu Rosari saat melewati Jalan Frans Sales Lega di dekat Mbaru Gendang Kumba, Minggu, 5 Oktober 2025 menjelang malam. (Foto : PAROKIKUMBA.ORG)

Gereja Menyapa Budaya dan Merangkul Gendang

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini prosesi arca Bunda Maria Ratu Rosari secara khusus menyinggahi 3 Mbaru Gendang dan tahun depan direncanakan akan diarak menuju Mbaru Gendang lainnya di Langgo dan Stasi Carep. Saat tiba di Natas Mbaru Gendang Kumba, di gerbang masuk, arca Bunda Maria diterima dengan ritus adat Tuak Curu oleh para tokoh adat. Tampak Tua Golo Gendang Kumba, Silvester Baeng dan para sesepuh adat lainnya.

Arca Bunda Maria lalu diarak ribuan umat memasuki natas dan kembali disapa dengan ritus adat Kapu dan pengalungan selendang Songke lalu di tahtakan di depan Mbaru Gendang Kumba sambil umat mendoakan 1 peristiwa rosario dipandu Suster Kongregasi Bunda Penolong Abadi (BPS). Pastor Paroki Kumba RD Dino Hardin memberkati semua umat Gendang Kumba dan arca diarak lanjut menuju Mbaru Gendang Wae Buka.

Barisan para fungsionaris adat Gendang Kumba saat menyapa dengan ritus adat arca Bunda Maria Ratu Rosari yang tiba di dekat natas Mbaru Gendang Kumba setelah diprosesikan oleh ribuan umat cukup panjang dari batas wilayah dengan paroki Karot, Minggu, 5 Oktober 2025 jelang malam hari. (Foto : PAROKIKUMBA.ORG)

Di sepanjang pinggiran jalan raya yang dilalui prosesi, umat pun berdiri sambil meletakkan berbagai barang atau sarana rohani seperti patung-patung dan lilin sambil berdoa rosario bersama ribuan peziarah yang mengikuti prosesi. Empat imam yang mengikuti prosesi memberkati dan mereciki dengan air suci semua sarana rohani tersebut yang diletakkan di kedua sisi jalan.

Saat tiba di natas Mbaru Gendang Wae Buka, arca Bunda Maria juga disapa secara adat, dikalungi selendang Songke dan diarak masuk ke dalam Mbaru Gendang, ditahtakan di atas meja yang telah dihiasi dengan beraneka bunga indah. Para biarawati dari Kongregasi Ursulin (OSU) memimpin doa rosario 1 peristiwa dan setelah RD Dino memberkati semua umat Gendang Wae Buka, prosesi panjang kembali dilanjutkan.

Arca Bunda Maria Ratu Rosari yang diprosesikan dalam Festival Golo Curu sesaat setelah dikalungkan dengan selendang Songke oleh seorang ibu dari di Mbaru Gendang Kumba dan disaksikan oleh ribuan umat yang mengikuti acara prosesi meriah tersebut di Paroki Kumba. (Foto : PAROKIKUMBA.ORG)

Di gapura masuk menuju natas Gendang Tenda, sebagaimana di 2 Mbaru Gendang sebelumnya, spanduk ucapan Selamat Datang kepada Bunda Maria Ratu Rosari juga terpampang di atas tiang bambu. Donatus Tagung, pemangku adat Mbaru Gendang Tenda menyapa secara adat Kepok Curu di Pa’ang. Peyambutan semakin meriah dengan bunyi gong-gendang yang ditabuh para ibu dan tarian adat yang dipersembahkan oleh para remaja dari wilayah Gendang Tenda.

Di dalam Mbaru Gendang Tenda, arca Bunda Maria ditahtakan dan disapa dengan adat Kapu (menyapa tamu terhormat yang datang) oleh Tua Golo Tenda Agustinus Palu Barut. Puluhan pemuka adat Gendang Tenda bersama para imam duduk bersila mengelilingi arca Bunda Maria, sementara ribuan umat yang terus membludak dari berbagai wilayah di Paroki Kumba dengan khidmat mengikuti doa rosario di natas yang dipimpin para biarawati Kongregasi Putri-Putri Fransiskanes (FSE).

Disambut oleh ribuan umat di natas Mbaru Gendang Wae Buka setelah disapa dengan acara adat Kepok Curu oleh para sesepauh adat, tampak arca Bunda Maria sedang diarak menuju ke dalam Mbaru Gendang Wae Buka dengan diterangi ribuan cahaya lilin yang digenggam oleh umat sambil berdoa rosario dengan khusyuk. (Foto : PAROKIKUMBA.ORG)

Semua umat yang hadir pun diberkati oleh RP Hariz, sapaan RP Hironimus Aryo Dominggus, SMM sebelum prosesi dilanjutkan menuju Gereja Santu Mikael Kumba. Prosesi pun melalui ruas – ruas jalan di sekitar wilayah Tenda dan melewati depan Kapel Adorasi sebelum berbelok masuk ke Gereja Kumba. Di depan Gereja Kumba, arca Bunda Maria diterima dengan ritus adat oleh Agustinus Palu Barut didampingi jajaran pengurus DPP-DKP dan Pastor Paroki Kumba, RD Dino. Di Gereja Kumba, ribuan umat yang menyesaki bangku-bangku umat dan halaman di samping Gereja mengikuti jalannya Ibadat Penerimaan yang dipimpin RD Dino.

Fungsionaris adat Gendang Tenda bersama ribuan umat yang bermukim di sekitarnya saat menyambut kedatangan arca Bunda Maria Ratu Rosari di natas Gendang Tenda, Minggu, 5 Oktober 2025 malam. Mereka menyambutnya dengan sukacita dan meriah. (Foto : PAROKIKUMBA.ORG)

Kunjungan Bunda Maria ke Gendang, Peristiwa Iman yang Mulia

Tak kalah menarik, sejak dari awal penjemputan di batas paroki hingga arca Bunda Maria memasuki pelataran Gereja Kumba, puluhan obor yang dipegang oleh Orang Muda Katolik (OMK) ikut menerangi semua umat yang mengikuti prosesi. Di natas semua Mbaru Gendang yang disinggahi, bahkan puluhan obor dipancangkan di sepanjang jalan memandu umat menuju Mbaru Gendang.

“Terima kasih untuk panitia dan para Tua Golo serta para fungsionaris adat yang ada di tiga Mbaru Gendang yang disinggahi prosesi tadi. Semoga perjumpaan dengan Bunda Maria Ratu Rosari membarui iman kita, keluarga kita, komunitas-komunitas, dan paroki kita,” kata RD Dino mengakhiri Ibadat Penerimaan di Gereja Kumba, Minggu, 5 Oktober 2025 malam. Fungsionaris Adat Gendang Tenda, Maksimus Rudi, 52 tahun, mengatakan, prosesi ke Mbaru Gendang merupakan rahmat dan sukacita yang dirasakan oleh semua warga Gendang Tenda.

Kelompok anak yang menari saat menyambut kehadiran arca Bunda Maria Ratu Rosari yang diarak memasuki natas Mbaru Gendang Tenda pada Minggu malam, 5 Oktober 2025. Ribuan cahaya lilin di bawah langit malam membuat suasana terasa sangat khidmat, umat pun bahagia menyambut Sang Bunda yang mengunjungi mereka di Gendang Tenda. (Foto : PAROKIKUMBA.ORG)

“Terima kasih kepada Pastor Paroki Kumba dan Dewan Paroki juga panitia yang sudah mengambil kebijakan untuk membawa patung Bunda Maria Ratu Rosari yang menjadi penghormatan umat Katolik dalam Festival Golo Curu di bawa ke gendang-gendang termasuk ke Gendang Tenda. Ini peristiwa iman yang mulia dan tidak bisa kami lupakan dan selalu dikenang oleh semua generasi dan anak cucu. Keberhasilan prosesi ini di Gendang Tenda tidak lepas dari kerja sama dengan Tua Golo bersama 4 panga, didukung 7 wilayah dan 22 KBG segendang Tenda,” ucap Maksimus yang juga Koordinator Wilayah Gunung Karmel.

Penerimaan adat yang meriah di pelataran Gereja Santu Mikael Kumba ketika prosesi arca Bunda Maria Ratu Rosari tiba setelah melalui prosesi panjang dari perbatasan dengan paroki Karot, menuju 3 Mbaru Gendang dan berakhir dengan sukses di Gereja Kumba. Tampak Pastor Paroki Kumba, RD Dino Hardin bersama para tokoh adat menyapa Sang Ratu Rosari dengan sapaan adat. (Foto : PAROKIKUMBA.ORG)

Koordinator Wilayah Tiberias di Mbaru Gendang Wae Buka, Bernadus Galus, 68 tahun, mengatakan, dirinya bersama semua umat sangat kagum karena kali ini arca Bunda Maria tidak lewat begitu saja di Mbaru-mbaru Gendang tapi singgah dan ditahtakan. “Umat di lingkungan Gendang Wae Buka ada 4 wilayah dan mereka menceritakan sangat antusias karena Bunda Maria singgah di Mbaru Gendang. Bukti paling sederhana terlihat dari semua umat, orang tua, orang muda dan anak-anak sejak 3 hari sebelumnya sudah bergotong-royong dalam menyambut arca Bunda Maria dengan sangat meriah,” kata Bernadus. (Jimmy Carvallo)