Kumba, Ruteng, Manggarai

PAROKIKUMBA.ORG – Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, suasana di Simpang 3 Bundaran menuju arah Bandara Frans Sales Lega, Ruteng disulap menjadi lebih semarak dan berkilau di malam hari. Pemandangan ini menarik perhatian semua pengendara dan pejalan kaki yang melintasinya. Dikreasikan oleh sejumlah Anak Kompleks Natas Kumba, berbagai aksesoris lampu natal berwarna-warni berbentuk pohon Natal dipasang mengitari pagar berbentuk lingkaran tempat arca Kristus Raja ditakhtakan.

Komunitas Anak Kompleks Natas Kumba sedang berjibaku memasang aksesoris berbentuk pohon Natal yang dipasangi aneka lampu berwarna-warni menghiasi pagar patung Kristus Raja di Simpang Tiga menuju Bandara Frans Sales Lega yang terletak tak jauh dari Gereja Santu Mikael Kumba pada  Rabu malam, 10 Desember 2025. (Foto : PAROKIKUMBA.ORG)

Bagi anak muda di kompleks Natas Kumba, setiap menjelang Natal dan Tahun Baru menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu untuk kembali bisa mengekspresikan kebolehan bakat seni dan kreativitas mereka dalam bentuk lampu-lampu dekorasi di sekitar Bundaran Patung Kristus Raja, tak jauh dari Natas Labar Mbaru Gendang Kumba.

Lampu Natal yang menawan dan indah dipandang mata dalam berbagai bentuknya, terutama dengan desain berbentuk pohon Natal, oleh kaum muda, ini diberi sentuhan estetik yang memadukan pencahayaan penuh warna dan diletakkan pada jalinan replika pohon-pohon Natal yang dibuat dari bambu, karung plastik dan tali senar.

Pemandangan lampu-lampu Natal yang indah menerangi gelap malam di sekitar tugu patung Kristus Raja di Jalan Frans Sales Lega, Kumba, Ruteng. Anak Kompleks Natas Kumba menyulap lokasi ini menjadi salah satu taman rekreasi malam di Kota Ruteng yang menarik bagi banyak orang. (Foto : PAROKIKUMBA.ORG)

Afrino Rikardus Harum, salah seorang Anak Kompleks Natas Kumba, yang ikut menata gemerlap lampu pada Rabu malam, 10 Desember 2025 menceritakan, aksi spontanitas menghiasi patung Yesus dengan berbagai lampu dan simbol-simbol Natal dikerjakan secara swadaya atau dibiayai mandiri antara ia dan teman-temannya mudanya yang tinggal di kompleks tersebut.

“Kami biayai sendiri untuk membeli semua material yang diperlukan, seperti lampu-lampu hias dan bahan lainnya untuk membentuk model pohon Natal. Kami tidak minta sumbangan atau mencari sponsor,” ujarnya. Ada 8 “barisan” pohon Natal setinggi 2 meter yang dipasang mengelilingi area pagar patung Kristus Raja, semuanya telah rampung dipasang dan lampu-lampunya telah bisa dinikamati oleh siapa saja yang berjalan melintasi simpang ini.

Afrino Rikardus Harum (berbaju merah) sedang duduk di bawah patung Kristus Raja bersama temannya setelah mereka merampungkan pemasangan lampu-lampu dan berbagai aksesoris Natal di tempat ini. Mereka mengerjakannya secara spontanitas sebagai ungkapan kegembiraan menyambut Hari Raya Natal. (Foto : PAROKIKUMBA.ORG)

Kekompakan Anak Kompleks Natas Kumba mendapat pujian, salah satunya yang datang dari Ketua Seksi Kepemudaan Dewan Pastoral Paroki (DPP) Paroki Santu Mikael Kumba Fransiskus Nukul. Ia menuturkan, kehadiran anak-anak muda meramaikan Natal menjadi pemandangan yang mudah atau sering dijumpai di banyak tempat, termasuk di KBG-KBG yang ada di paroki yang berdiri sejak tahun 1962 itu.

“Ini merupakan medium mengungkapkan perasaan sukacita dan antusiasme mereka menyambut Natal. Di Paroki Kumba, saat ini ada banyak KBG yang juga memasang lampu-lampu hias di jalan-jalan raya meramaikan Natal. Kita apresiasi mereka, orang-orang muda yang selalu penuh inisitif dan kreatif mengajak orang merayakan Natal dengan rasa syukur,” ucap Frans. (Jimmy Carvallo)