Foto: seorang pemudi umat Paroki Kumba sedang berjalan kembali ke bangku duduknya setelah menerima abu yang ditandai pada dahinya ketika digelar Misa ke 3 pukul 16.00. Dihadiri ribuan umat, Misa Hari Rabu berjalan khidmat di Gereja Santu Mikael Kumba. (Foto: PAROKIKUMBA.ORG)
PAROKIKUMBA.ORG – Lebih dari 8000 umat Katolik menghadiri Misa Hari Rabu yang digelar di Gereja Santu Mikael Kumba, Keuskupan Ruteng, Rabu, 18 Februari 2026. Disaksikan media ini, misa yang dilaksanakan dalam 3 jadwal, yakni pukul 08.00, pukul 10.00 dan pukul 16.00 dipadati ribuan umat, bahkan membludaknya umat yang menghadiri perayaan tersebut tak tertampung dalam gedung gereja.
Pada tiga perayaan misa yang menandai awal masa Prapaskah ini, ribuan umat lainnya memenuhi pelataran gereja, hingga seluruh halaman samping dan belakang Gereja yang telah disiapkan bangku oleh panitia. Misa Hari Rabu Abu kali ini tidak menggunakan aula paroki karena sedang dalam pengerjaan pemasangan plafon. Namun, meski mengikuti misa dari luar gedung gereja tak mengurangi antusias dan kekhusyukan umat.

Pastor Paroki Santu Mikael Kumba RD Kornelis Hardin saat sedang menandai abu pada dahi para religius yang berkarya di Paroki Kumba saat Misa ke 2 Hari Rabu Abu yang dimulai pukul 10.00 di Gereja Santu Mikael Kumba, 18 Februari 2026. (Foto: PAROKIKUMBA.ORG)
“Seluruh halaman gereja telah kami siapkan dengan penambahan ratusan bangku untuk mengantisipasi luapan umat yang sudah diperkirakan oleh panitia. Kita bersyukur karna pada tiga perayaan misa ini, cuaca sangat bersahabat dan semuanya berjalan lancar, sehingga ribuan umat yang mengikuti jalannya misa dari halaman gereja juga bisa aman, nyaman, dan penuh khidmat” kata Kornelis Edas, Ketua Panitia Paskah 2026.

Pemandangan dalam Gereja Santu Mikael Kumba saat dihelat Misa pertama pukul 08.00 Hari Rabu Abu yang dipimpin Vikaris Parokial Kumba RD Hironimus Apul dan dihadiri sekitar 2,500 umat yang memenuhi gereja dan halaman sekitar bangunan gereja. (Foto: PAROKIKUMBA.ORG)
Misa pertama yang dimulai pukul 08.00 dipimpin Vikaris Parokial Kumba RD Hironimus Apul. Misa diiringi koor siswa SDK Kumba II, misa kedua dipimpin Pastor Paroki Kumba RD Kornelis Hardin dan konselebran RP Wilhelmus Kodong, SVD menghadirkan koor keluarga besar SMK Santu Aloysius Ruteng. Misa ketiga yang dimulai pukul 16.00 dipimpin RP Hyronimus Ario Dominggus, SMM dan koor dari umat KBG Ave Maria Bintang Laut.

Dua orang ibu sedang memejamkan mata khusyuk berdoa setelah menerima abu yang disematkan pada dahi mereka saat misa ke-2 Hari Rabu Abu di Gereja Santu Mikael Kumba yang dipimpin Pastor Paroki Kumba RD Dino Hardin, Rabu, 18 Februari 2026. (Foto: PAROKIKUMBA.ORG)
RD Hironimus Apul, disapa Romo Rino, dalam homilinya mengatakan dengan menerima tanda abu pada dahi, menjadi simbol pertobatan dan sekaligus perjalanan rohani sebagai pengikut Kristus menuju Paskah. Ia mengajak semua orang untuk membangun sikap tobat sejati dalam hidup. “Tobat merupakan panggilan kepada kita semua untuk menjadi pribadi-pribadi yang berubah lebih baik dan kudus. Tobat itu hakikatnya matiraga, bukan matirasa,” ujar RD Rino.

Suasana di samping timur Gereja Santu Mikael Kumba saat seribuan umat sedang mengantri untuk menerima abu pada Misa ke-3 pukul 16.00 petang yang dipimpin RD Hariz, SMM. Panitia telah mengantisipasi meluapnya umat pada misa ini dengan menyediakan tambahan bangku di seluruh area luar gereja. (Foto: PAROKIKUMBA.ORG)
RP Hyronimus Ario Dominggus SMM, yang kesehariannya disapa Pater Hariz, juga menyampaikan pesan homili menarik. Ia mengatakan masa Prapaskah mengajak umat untuk hidup dalam “ketersembunyian”. Dalam hal ini umat diajak bukan untuk ‘menyembunyikan kebusukan’ kita, tetapi menarik diri untuk semakin intens berelasi dengan Allah, berbagi kasih dengan sesama dan berpuasa dari segala macam hal yang menghalangi relasi kita dengan Allah dan sesama.
“Selama ini kita barangkali sangat kurang memiliki waktu untuk berdoa, kurang peka dengan keadaan sesama dan cenderung memenuhi keinginan daging. Untuk itu masa Prapaskah yang kita awali hari ini memberi kesempatakan kita untuk sejenak menutup pintu kesibukan dan membiarkan ruangan hati kita menjadi tempat yang nyaman untuk berbicara dengan Allah, berbagi kasih yang tulus kepada sesama dan melakukan laku tapa,” ujar RP Hariz.

Hampir seribu umat memadati halaman sisi barat Gereja Santu Mikael Kumba ketika digelarnya Misa ke-2 Hari Rabu Abu yang dipimpin Pastor Paroki Kumba RD Kornelis Hardin. Selain di tempat ini, pelataran depan dan samping timur juga dipadati umat. (Foto: PAROKIKUMBA.ORG)
Pada misa ini semua kaum religius dari berbagai tarekat/kongregasi yang berkarya di wilayah Paroki Kumba juga mengambil bagian dalam pelayanan pemberian abu yang ditandai pada dahi semua umat sambil berkata “ingatlah bahwa kamu adalah debu dan kepada debu kamu akan kembali.” Selain di Gereja Kumba, misa juga digelar di Gereja St. Leonardus Porto Mauritio Stasi Carep. (Jimmy Carvallo)

