Kumba, Ruteng, Manggarai
Agustinus Jeman berfoto di arca Bunda Maria yang terletak di Gua Bunda Maria di kompleks Gereja Santu Mikael Kumba, Jumat, 30 Mei 2025. Pria yang selalu riang gembira dan suka menyanyi, ini sejak lama telah mengidolakan Bunda Maria sebagai "kompas" atau pemandu bagi arah tapak-tapak ziarah hidupnya, juga dalam karya-karya pelayananannya dalam tugas gerejani. (Foto : PAROKIKUMBA.ORG)

CATATAN REDAKSI : Nama Agustinus Jeman, 65 tahun, tidak asing lagi di kalangan umat paroki Santu Mikael Kumba. Pria kelahiran Ruis di paroki Loce, 3 Agustus 1960, ini selain aktif di paduan suara Gita Surga yang dikoordinasi Ibu Susana Terisno, juga sejak tahun 2006 sampai sekarang aktif sebagai Ketua Komunitas Basis Gerejani (KBG) merangkap Koordinator Wilayahn (Korwil). Sejak lama ia menjadi tenaga tetap (rutin) yang membawakan passio saat perayaan Paskah di Gereja Santu Mikael Kumba.

Ayah dari 3 orang anak, ini selama 35 tahun mengabdi sebagai guru SMP. Berzodiak Leo, Agus dikenal sebagai sosok yang ceria, luwes dan supel. Ia pensiun sebagai guru dari SMPN I Langke Rembong pada tahun  2021. Sejak itu ia banyak menghabiskan waktu dalam tugas pelayanan baik sebagai anggota paduan suara, melayani umat KBG dan wilayah (sebagai Korwil) dan masih ada satu lagi, yakni 3 bulan lalu ditunjuk menjadi Ketua RT di Tenda. Love (cinta) and faithful (kesetiaan) menjadi fondasi hidupnya dalam pelayanan kepada sesama.

“Saya orang yang suka bekerja dan selalu menerima tugas apa saja dengan sukacita. Menjadi ketua KBG dan Korwil misalnya, saya terima dengan sukacita. Saya menerima dengan penuh tanggung jawab. Dalam urusan pelayanan gereja, pendekatan kepada umat secara pribadi, persuasif, dan merangkul menjadi  panggilan hidup saya. Sejauh kemampuan diri saya yang Tuhan beri, saya pergunakan semuanya untuk melayani,” kata Agus, ditemui Jumat, 30 Mei 2025 pagi di kompleks Gereja Kumba.

Umat di Wilayah Kapernaum Paroki Santu Mikael Kumba bersuka cita mengadakan prosesi yang mengarak arca Bunda Maria dalam kegiatan Safari Maria pada Jumat, 16 Mei 2025 sore. Meski rinai hujan tak kunjung berhenti, mereka tetap bersemangat dan dalam persaudaraan yang menunjukkan kecintaannya pada Bunda Maria. (Foto : WIL. KAPERNAUM)

Pada tanggal 7 dan 8 Mei 2025 lalu, prosesi Safari Maria menyinggahi wilayah Gunung Tabor yang dipimpinnya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, suami dari Maria Dua Ona, ini dengan syukur bercampur bahagia dan sepenuh hati langsung mengkoordinasi semua umat yang ada di 4 kBG dalam wilayah tersebut untuk menyukseskan safari. Ia sendiri menjadi Ketua KBG Santu Rafael, satu dari tiga KBG yang ada di wilayah ini. Tiga KBG lainnya, yakni KBG Serafim, KBG Ratu Damai dan KBG Ratu Para Rasul.

Safari Maria, bagi seorang Agus, merupakan salah satu kesempatan yang sangat baik dalam memberikan penghormatan secara khusus atau istimewa kepada Bunda Maria secara bersama-sama dalam satu komunitas wilayah dan paroki. Safari Maria yang sukses dijalankan di setiap wilayah. lanjut dia, menggambarkan wujud nyata bagaimana umat memiliki penghormatan dan kecintaan yang mendalam kepada Bunda Maria. Berikut penuturannya saat ditemui Jimmy Carvallo dan Desiana Remi dari PAROKIKUMBA.ORG dalam wawancara khusus seputar Safari Maria.

Apa yang berkesan dari kegiatan Safari Maria sebagai tradisi tahunan setiap bulan Mei di paroki Kumba?

Yang paling menyentuh saya, bagaimana kita, umat yang ada KBG-KBG dalam wilayah saling bekerja sama mempersiapkan dengan baik dalam menerima arca Bunda Maria yang mengunjungi wilayah-wilayah yang ada. Dengan misa atau perayaan Ekaristi secara bersama juga sangat bagus karena umat dipersatukan di tempat di mana mereka bermukim (tinggal). Ekaristi itu puncak dari iman kita. Perayaan Ekaristi menyatukan semua umat dalam Kristus sebagai anak-anak Bunda Maria.

Suasana saat penerimaan secara adat Manggarai arca Bunda Maria di wilayah Roma, Paroki Santu Mikael Kumba, 14 Mei 2025 sore. Ratusan umat Katolik terlibat mengambil bagian dalam kegiatan Safari Maria tersebut dan menyalakan lilin-lilin di tengah kabut senja dan di antara sisa derai hujan yang baru saja reda. (Foto : WIL. ROMA)

Bagaimana kesan pelaksanaan Safari Maria tahun ini dibanding tahun-tahun sebelumnya? Sebagai seorang Koordinator Wilayah, bagimana Anda melihatnya? 

Dari tahun ke tahun Safari Maria dilaksanakan tidak ada perbedaan, tetapi kemajuan tentu ada. Tapi, dalam pelaksanaanya di tahun ini ada kesan yang terlihat kehadiran umat yang terlibat jauh lebih banyak. Semangat umat untuk berdevosi kepada Bunda Maria semakin bertambah.

Ini pertanda baik. Safari Maria semakin ada di hati semua umat paroki. Ini semua berjalan baik karena peran aktif para Koordinator Wilayah dan para Ketua dan pengurus KBG yang bekerja sepenuh hati baik dalam mengerakkan umat, baik melalui himbauan, mengetuk hati dan mengajak setiap umat terlibat. Menggunakan bahasa-bahasa yang baik kepada umat supaya mereka berpartisipasi dan merayakan bersama Safari Maria.

Umat di Wilayah Bukit Zaitun, Paroki Santu Mikael Kumba ketika berdoa Rosario di depan arca Bunda Maria yang diarak dalam event rohani Safari Maria, 12 Mei 2025 malam. Dalam semangat persaudaraan mereka bersyukur atas kunjungan prosesi arca Bunda Maria yang menyatukan dan mempererat tali persaudaraan di antara mereka semua. (Foto : WIL. BUKIT ZAITUN)

Bagaimana tanggapan umat di wilayah Gunung Tabor dengan kegiatan Safari Maria yang ada?

Umat sangat senang dan antusias mengikuti kegiatan Safari Maria. Mereka semua terlibat, hadir dengan penuh iman dan semangat dalam kecintaan dan kesetiaan kepada Bunda Maria, Bunda orang beriman. Yang hadir ya, lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Ini bisa juga karena dalam semangat perayaan Tahun Yubileum dan Ekaristi Transformatif. Iman dan keterlibatan umat semakin tampak.

Di Wilayah Gunung Tabor bagaimana umat merayakan kedatangan arca Bunda Maria yang diarak melalui Safari Maria tahun ini?

Waktu itu, tanggal 7 sore sekitar jam 5 kami semua menjemput arca Bunda Maria di perbatasan wilayah. Semua umat mengenakan pakaian busana daerah, baju putih, kain Songke dan semua laki-laki memakai sapu (kain khas tradisional menyerupai topi, Red.) di kepala. Arca Bunda Maria kami terima secara meriah dengan ritus adat Kepok dan pengalungan selendang Songke. Lalu, diarak lanjut ke rumah penahtaan di rumah ketua KBG Ratu Para Rasul.  Umat mendaraskan Doa Rosario 5 peristiwa dilanjutkan doa-doa pribadi secara bergantian oleh umat dari 4 KBG yang ada.

Kami ada pasang baliho bertuliskan “Selamat Datang Bunda Maria ke Wilayah Gunung Tabor.” Dekorasi tempat di mana pentahtaan arca Bunda Maria juga dibuat dengan sangat indah, ada bunga-bunga dan berbagai ornamen yang dikerjakan oleh kaum muda dan orang tua wilayah Gunung Tabor. Jadi, ini merupakan Safari Maria yang menyatukan lintas generasi. Bunda Maria mempersatukan semua orang dalam kebersamaan.

Keesokan harinya semua umat mengikuti perayaan Ekaristi yang dipimpin Pastor paroki Kumba, Romo Dino. Semua umat memakai pakaian adat, baju putih dan kain Songke saat mengikuti misa ini dan sesudahnya arca Bunda Maria kami arak beramai-ramai menuju wilayah Gunung Karmel. Umat merayakannya dengan sukacita. Semua acara berjalan lancar.

Seperti apa sosok seorang Bunda Maria bagi Anda? 

Bagi saya pribadi, Bunda Maria adalah figur seorang ibu yang selalu mendengar, memperhatikan segala apa yang kita inginkan. Dasarnya adalah dia adalah Bunda Pengantara Segala Rahmat. Gelar itu yang paling saya suka. Dia sering mendengarkan semua doa anak-anaknya. Dia bunda yang pantas kita sampaikan semua keluh-kesah dan harapan di tengah dunia yang membutuhkan pegangan iman yang kuat.

Pastor Vikaris Paroki Santu Mikael Kumba, RD Hironimus Apul, disapa Romo Rino saat memimpin Perayaan Ekaristi kegiatan Safari Maria yang dihadiri ratusan umat di wilayah Betlehem, Selasa, 20 Mei 2025 sore. Safari Maria mendapat sambutan sukacita yang luas di semua wilayah dan telah menjadi tradisi tahunan yang dilaksanakan setiap bulan Mei di Paroki Kumba. (Foto : WIL. BETLEHEM)

Ada pengalaman iman yang berkesan atau istimewa tentang pertolongan Bunda Maria yang Anda alami?

Ada. Waktu itu, tahun 2015. Anak mantu saya akan melahirkan. Saya berdoa kepada Bunda Maria secara khusus meminta pertolongannya agar persalinan berjalan lancar. Menurut hasil pemeriksaan medis, dia akan melahirkan anak kembar. Berkat doa melalui Bunda Maria dengan ujud khusus mohon partus dengan normal dan lancar, semua berjalan baik dan tidak ada kendala.

Anak mantu saya lalu melahirkan normal anak kembarnya. Pada hari yang sama, hanya berbeda jam saja, dua anak mantu saya melahirkan (partus). Satunya anak kemabar dan satunya lahir anak tunggal. Hanya berbeda jam saja. Saya dikaruniai oleh Tuhan 3 orang cucu pada hari yang sama. Ini peristiwa langka dan saya mengamini semua berjalan baik karena bantuan Bunda Maria.

Apa catatan khusus yang bisa Anda diberikan tentang Safari Maria tahun mendatang?

Catatan saya, kalau bisa rutenya diatur lebih bagus, baik juga mungkin kalau di rooling supaya rutenya tidak stagnan dari tahun ke tahun. Ada variasi begitu. Juga jadwal prosesi diberitahukan jauh hari sebelumnya supaya di wilayah-wilayah persiapan yang dibuat lebih mantap dan sempurna. Secara keseluruhan sudah bagus. Safari Maria sudah menyatu dengan umat paroki Kumba.*

PAROKI KUMBA RUMAH KITA BERSAMA