Oleh : Sr. Florensia Imelda Seran, SCSC | Biarawati di Kongregasi Suster-Suster Katekis Hati Kudus (SCSC) Ruteng.
Hari Raya Pentakosta, Minggu, 8 Juni 2025 | 1 Kor 12:3b-7,12-13. Yoh. 12:19-23
Pada hari Pentakosta, kita merayakan momen monumental dalam sejarah Gereja, di mana kasih dan sukacita Allah dinyatakan secara luar biasa melalui pencurahan Roh Kudus. Peristiwa ini bukan hanya sebuah peristiwa sejarah yang terpisah, tetapi merupakan puncak dari rencana keselamatan Allah yang telah dinyatakan sejak awal penciptaan. Pentakosta sebagai Manifestasi Kasih Allah yang tanpa batas kepada manusia.
Dalam Kisah Para Rasul 2:1-11 menggambarkan bagaimana Roh Kudus turun dalam bentuk lidah api, dan para rasul mulai berbicara dalam berbagai bahasa. Ini bukan sekadar fenomena supranatural, tetapi merupakan ungkapan kasih Allah yang melampaui batasan-batasan manusia. Dalam konteks ini, setiap bahasa yang diucapkan adalah ungkapan kasih yang universal. Allah tidak hanya berbicara kepada sekelompok orang tertentu, tetapi kepada seluruh umat manusia, mengundang mereka untuk mendengar dan merasakan sukacita Injil.
Hal ini menunjukkan bahwa Gereja yang lahir pada hari Pentakosta adalah komunitas yang inklusif, di mana setiap orang, tanpa memandang latar belakang, dipanggil untuk berpartisipasi dalam kasih Allah. Dalam dunia yang sering kali terpecah oleh perbedaan, Pentakosta mengingatkan kita bahwa kasih Allah tidak mengenal batas. Ia menjangkau setiap suku, bangsa, dan bahasa, dan mengajak kita untuk menjadi alat perdamaiannya.
Dalam surat Paulus kepada umat di Korintus (1 Korintus 12:4-13), kita diingatkan bahwa meskipun kita memiliki berbagai karunia, semuanya berasal dari satu Roh yang sama. Konsep ini menekankan pentingnya keberagaman dalam kesatuan. Setiap anggota tubuh Kristus memiliki peran dan kontribusi yang unik, yang saling melengkapi dalam membangun Gereja. Keberagaman ini bukanlah halangan, melainkan kekuatan yang memperkaya komunitas iman kita.
Dalam konteks gereja masa kini, kita sering kali dihadapkan pada tantangan untuk merangkul keberagaman. Namun, Pentakosta mengajak kita untuk melihat keberagaman sebagai bagian dari rencana Allah. Setiap suku dan bangsa memiliki tempat dan suara dalam perayaan kasih dan sukacita-Nya. Dalam dunia yang terpecah oleh konflik dan perbedaan, kita dipanggil untuk menjadi jembatan yang menghubungkan, bukan tembok yang memisahkan.
Kita adalah anggota dari Gereja yang inklusif, yang dipanggil untuk merayakan keberagaman dan mengungkapkan kasih Allah melalui tindakan nyata. Dalam konteks sosial dan budaya saat ini, di mana perpecahan sering kali terjadi, kita harus berkomitmen untuk mendengarkan suara-suara yang berbeda di sekitar kita. Menghargai perbedaan bukan hanya sekadar toleransi, tetapi juga pengakuan akan nilai dan martabat setiap individu sebagai ciptaan Allah.
Kita diundang untuk menjadi agen perubahan, menyebarkan sukacita Injil kepada semua orang, tanpa terkecuali. Dalam tindakan kasih, kita dapat menjangkau mereka yang terpinggirkan, mendukung mereka yang menderita, dan merayakan keberagaman sebagai anugerah dari Allah. Dalam setiap interaksi, kita dapat menciptakan ruang di mana kasih dan sukacita Allah dapat dialami oleh semua orang.
Dalam semangat Pentakosta, marilah kita berkomitmen untuk menjadi saksi kasih dan sukacita Allah yang hidup. Kita dipanggil untuk menjangkau setiap suku, bangsa, dan bahasa, sehingga Gereja kita semakin mencerminkan Kerajaan Allah yang universal. Pentakosta bukan hanya perayaan masa lalu, tetapi panggilan untuk masa kini dan masa depan, di mana kita diajak untuk terus menerus membuka hati dan pikiran kita terhadap kasih Allah yang melimpah.
Mari kita berdoa agar Roh Kudus membimbing kita dalam perjalanan iman kita, sehingga kita dapat menjadi alat kasih-Nya di dunia ini. Semoga kita selalu ingat bahwa dalam setiap tindakan kasih, kita berpartisipasi dalam misi Allah untuk menyatukan umat manusia dalam kasih dan sukacita-Nya.[]
Redaksi Media Informasi dan Komunikasi PAROKIKUMBA.ORG menerima naskah/artikel berupa sharing pengalaman iman, renungan singkat untuk Rubrik INSPIRASI AKHIR PEKAN yang terbit setiap Hari Sabtu. Panjang naskah maksimal 500 kata dan diketik rapih. Naskah dikirim dengan format Microsoft Word melalui nomor WahatssApp (WA) 081 338215478. Terima kasih.


