Kumba, Ruteng, Manggarai

Foto: Anggota Kelompok Kerasulan Doa Hati Kudus berfoto bersama Pastor Paroki Kumba RD Kornelis Hardin dan Pendamping Rohani Sr. Imelda, SCSC setelah menerima Skapulir Hati Kudus dalam misa Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus di Kapel Biara SCSC Ruteng, Jumat, 12 Juni 2026. (Foto: KONGREGASI SCSC)

Dalam kehidupan beriman, cinta dan pengabdian kepada Tuhan menjadi inti dari setiap tindakan dan pelayanan kita. Devosi kepada Hati Kudus Yesus bukan hanya sekadar tradisi, melainkan sebuah panggilan untuk merasakan dan menyebarkan kasih yang tak terbatas. Hati Kudus Yesus, yang melambangkan cinta Allah yang sempurna kepada umat manusia, mengajak kita untuk merenungkan makna sejati dari pengabdian dan komitmen dalam iman. Dengan semangat ini, mari kita ikuti perjalanan kelompok Kerasulan Doa Hati Kudus dalam menerima skapulir Hati Kudus Yesus, sebuah tanda komitmen yang mendalam untuk hidup dalam kasih dan pengabdian kepada Tuhan dan sesama.

Pada tanggal 12 Juni 2026, Biara Katekis Hati Kudus Yesus menjadi saksi dari sebuah perayaan yang penuh sukacita dan rasa syukur. Sebanyak 22 anggota kelompok Kerasulan Doa Hati Kudus secara resmi menerima skapulir Hati Kudus Yesus dalam sebuah upacara yang tidak hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga menjadi momen bersejarah bagi organisasi rohani yang telah berdiri sejak tahun 2002. Setelah mengalami masa hibernasi selama dua tahun akibat pandemi, kelompok ini kembali bangkit di tahun 2025 dengan semangat baru dan wajah-wajah baru yang siap berkontribusi.

Selama hampir satu tahun lebih persiapan, para anggota kelompok Kerasulan Doa Hati Kudus telah dibekali dengan pengetahuan tentang kongregasi Suster Katekis Hati Kudus, devosi kepada Hati Kudus Yesus, serta adorasi Sakramen Mahakudus. Mereka terlibat dalam berbagai bentuk pelayanan sosial yang menjadi manifestasi nyata dari karya kerasulan para suster. Kegiatan adorasi mingguan yang dilaksanakan setiap Jumat pukul 3 sore bersama para suster telah menjadi sumber kekuatan dan pertumbuhan iman yang signifikan bagi para anggota.

Pelayanan mereka tidak terbatas pada adorasi saja. Anggota kelompok ini juga aktif melakukan kunjungan kasih ke penjara, memberikan dukungan kepada mereka yang mengalami kesulitan, serta menjenguk keluarga yang sakit dan menderita. Setiap bulan, mereka mengadakan sesi katekese dan pembinaan iman, di mana pengetahuan tentang ajaran Gereja, Kitab Suci, dan tata liturgi diperkuat. Sejak Januari, kehadiran mereka di paroki sebagai salah satu organisasi rohani semakin memperkuat keterlibatan mereka dalam pelayan liturgi gereja, termasuk mengangkat lagu, menjadi lektor, dan menghias altar.

Menjelang perayaan Hari Raya Hati Kudus Yesus tahun ini, kelompok ini bersama para suster mengorganisir dan memimpin novena selama sembilan hari di paroki, yang diikuti dengan antusias oleh umat setempat. Kegiatan ini tidak hanya memperdalam devosi kepada Hati Kudus Yesus, tetapi juga memperkuat ikatan komunitas di antara mereka. Sebelum penerimaan skapulir, para anggota mengikuti rekoleksi yang dipimpin oleh Pastor Paroki Santu Mikael Kumba RD Kornelis Hardin dengan tema: “Menjadi Prajurit Hati Kudus: Menghidupi Ekaristi melalui Adorasi Sakramen Mahakudus dengan Cinta, Kesetiaan, dan Pengabdian Sejati”.

Anggota Kelompok Kerasulan Doa Hati Kudus sedang mengucapkan doa dan ikrar kepada Hati Kudus Yesus dalam misa meriah yang dipimpin Pastor Paroki Kumba RD Dino Hardin di Biara Kongregasi Katekis Hati Kudus (SCSC) di Ruteng, 12 Juni 2026. (Foto: KONGREGASI SCSC)

Dalam rekoleksi ini, Romo Dino menekankan bahwa Hati Kudus Yesus bukan sekadar sebuah gambar yang menunjukkan hati Yesus yang bernyala dan dikelilingi mahkota duri, melainkan jauh lebih dalam dari sekadar simbol. Dalam tradisi Kitab Suci, hati merupakan pusat pribadi manusia, tempat lahirnya pikiran, kehendak, cinta, dan keputusan. Ketika Gereja berbicara tentang Hati Kudus Yesus, kita diajak untuk merenungkan seluruh pribadi Yesus yang mencintai manusia dengan sempurna. Seluruh hidup Yesus merupakan perwujudan cinta Allah.

Romo Dino mengajak para anggota untuk memahami bahwa panggilan mereka sebagai prajurit Hati Kudus Yesus adalah untuk hidup dalam cinta seperti Yesus mencintai kita, setia meskipun diterpa berbagai cobaan, dan siap mengabdi melayani seperti Yesus sendiri. Untuk mencapai itu, mereka dituntut untuk bersatu dengan Yesus dalam adorasi. Mencintai Yesus dalam keheningan adorasi membentuk hati mereka menjadi setia, dan pada akhirnya menjadikan mereka pribadi yang serupa dengan Kristus.

Penerimaan skapulir Hati Kudus menjadi tanda penyerahan diri, kesetiaan, dan komitmen mereka. Ketika mengenakan skapulir, mereka menyatakan keinginan untuk hidup dekat dengan Hati Kudus, bertumbuh dalam kasih, hidup setia kepada Injil, dan menjadi saksi Kristus di dunia. Penerimaan skapulir dan menjadi Prajurit Hati Kudus bukanlah sekadar gelar kehormatan, melainkan panggilan hidup untuk mencintai dan melayani seperti Kristus.

Pada hari penerimaan skapulir, suasana perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Dino berlangsung hikmat dan meriah. Dalam khotbahnya, Romo Dino menjelaskan bahwa skapulir yang diterima oleh para anggota bukanlah “jimat”, melainkan sebuah tanda lahiriah dari komitmen batin untuk lebih dekat dengan Tuhan. Ini adalah pengingat akan panggilan mereka sebagai prajurit Hati Kudus Yesus, sebuah tanda keanggotaan yang menunjukkan bahwa mereka adalah milik Hati Kudus.

Kunjungan kepada sesama saudara warga binaan yang ada di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ruteng menjadi bagian dari kegiatan kerasulan anggota Kelompok Kerasulan Doa Hati Kudus bersama pendmping Sr. Imelda, SCSC. (Foto: KONGREGASI SCSC)

Sebagai ungkapan syukur atas penerimaan skapulir, keesokan harinya, kelompok ini melakukan kunjungan kasih ke penjara, merayakan Hari Raya Hati Kudus Yesus bersama mereka yang juga telah melaksanakan novena. Kunjungan ini menjadi sangat berarti, karena mereka dapat berbagi kebahagiaan dan kasih Hati Kudus Yesus kepada mereka yang sering merasa terasing. Para anggota merasakan betapa pentingnya kehadiran mereka bagi para narapidana, dan bagaimana kasih Tuhan dapat menjangkau setiap hati, bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun. Kasih Tuhan menembus batas dan perbedaan, menembus tembok dan jeruji besi. Cinta Tuhan melampaui segala sesuatu.

Dengan semangat yang baru dan komitmen yang kuat, kelompok Kerasulan Doa Hati Kudus bertekad untuk terus menyebarkan kasih Hati Kudus Yesus dalam setiap aspek kehidupan mereka, baik di dalam komunitas maupun dalam pelayanan kepada sesama. Perayaan ini bukan hanya sekadar momen ritual, tetapi merupakan langkah awal untuk menghidupi panggilan mereka sebagai prajurit Hati Kudus Yesus dengan cinta, kesetiaan, dan pengabdian yang tulus. Dengan demikian, mereka berharap dapat menjadi berkat bagi banyak orang dan menginspirasi lebih banyak jiwa untuk mendekat kepada Tuhan, menyemai kasih dan pengabdian di tengah dunia dewasa ini.

Mari,  bergabunglah dengan kami di kelompok Kerasulan Doa Hati Kudus Yesus! Ini adalah kesempatan untuk memperdalam iman dan merasakan kehangatan persaudaraan dalam komunitas yang solid. Di sini, Anda akan memperkaya pengetahuan tentang Gereja dan adorasi Sakramen Mahakudus dan terlibat dalam pelayanan yang mengubah hidup. Setiap langkah bersama kami adalah langkah menuju pengabdian yang lebih dalam dan dampak yang lebih besar bagi sesama. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari gerakan kasih yang menggetarkan hati ini! Jadilah saksi nyata cinta Hati Kudus Yesus dan bersama-sama kita semai harapan serta inspirasi untuk menjadikan dunia sekitar kita lebih baik! [Tim Kongregasi SCSC]