Kumba, Ruteng, Manggarai

Foto: Maria Midas (disapa Ibu Meri –berdiri di kanan) dan Yustina Ice (disapa Ibu Yustin) sedang menunjukkan kepada umat Surat Resmi sebagai Akolit yang diberikan oleh Uskup Ruteng Yang Mulia Mgr.Siprianus Hormat, seusai keduanya dilantik oleh Pastor Paroki Kumba RD Kornelis Hardin, disaksikan 1500 umat di Gereja Santu Mikael Kumba, Minggu, 1 Maret 2026. (Foto: CHELSEA LARASATI/KOMSOS PSMK

PAROKIKUMBA.ORGPastor Paroki Santu Mikael Kumba RD Kornelis Hardin memimpin Perayaan Ekaristi Minggu Prapaskah II yang dihadiri sekitar 1500 umat di Gereja St. Mikael Kumba, Minggu pagi , 1 Maret 2026. Misa ke-3 yang dimulai pukul 08.30, ini menjadi istimewa karna digabungkan dengan pelantikan 2 akolit yang akan melayani umat di paroki Kumba, yakni Maria Midas dan Yustina Ice.

Misa dimeriahkan koor umat KBG Benteng Daud dan dihadiri pula jajaran pengurus DPP dan DKP. Dalam pesan homilinya, RD Dino mengajak umat, melalui kisah Penampakan Kemuliaan di Gunung Tabor, melihat kembali peziarahan rohani atau perjalanan hidup sebagai seorang pengikut Kristus.

Pastor Paroki Kumba RD Kornelis Hardin, disapa Romo Dino saat menyerahkan siborium kepada Yustina Ice saat pelantikan akolit di Gereja Santu Mikael Kumba, Minggu, 1 Maret 2026 pagi yang dihadiri sekitar 1500 umat. (Foto: CHELSEA LARASATI/KOMSOS PSMK)

“Masa Prapaskah merupakan saat berahmat untuk mengalami Kerahiman Allah.  Yesus mengalami berbagai pencobaan, seperti saat di pandang gurun, sebelum mengalami kemuliaan. Kita pun, diberi kesempatan khusus untuk berjalan dalam pertobatan menuju sukacita Paskah,” kata RD Dino.

Pelantikan akolit berlangsung khidmat dan mendapat perhatian semua umat yang hadir. Diawali dengan penyerahan tugas pelayanan komunio, wakil umat yang juga menjabat Ketua Pelaksana DPP Kumba Flori Mentot, memanggil kedua akolit yang akan dilantik ke depan Altar dan meminta kesediaan RD Dino selaku Pator Paroki mengukuhkan mereka menjadi pelayan komunio.

Maria Midas, disapa Ibu Meri saat sedang menerima siborium yang diberikan oleh Pastor Paroki Kumba RD Kornelis Hardin dalam ritus pelantikannya sebagai akolit di Gereja Santu Mikael Kumba, Minggu pagi, 1 Maret 2026 pada misa ke-3 pukul 08.30. (Foto: CHELSEA LARASATI/KOMSOS PSMK)

“Berdasarkan kesaksian umat dan Dewan Pastoral Paroki yang memgajukan mereka, saya memberikan kesaksian bahwa mereka ini layak,” ucap Flori. Setelah keduanya menyatakan kesediaan untuk menjalankan tugas sebagai akolit dengan setia dan penuh iman, RD Dino mengucapkan Doa Pelantikan dilanjutkan penyerahan Siborium sebagai lambang tugas akolit.

RD Dino, saat melantik kedua akolit, mengajak semua umat Paroki Kumba untuk selalu mendukung pelayanan mereka. “Akolit merupakan panggilan pelayanan. Mereka sudah dilantik untuk mengambil bagian melayani di Altar dengan beberapa tugas, seperti membantu membagikan komuni pada perayaan misa dan menghantar komuni bagi orang-orang sakit. Pelayanan ini menjadi kebutuhan juga bagi kita di paroki Kumba. Saya mengajak semua umat untuk mendukung tugas-tugas pelayanan mereka ini,” ucap RD Dino.

Menurut RD Dino tidak semua orang bersedia membagi waktu, memberikan tenaga, pikiran, dan komitmen untuk pelayanan tanpa pamrih di gereja. Dalam hal ini, kehadiran dan kesediaan Maria dan Yustina mengambil bagian sebagai akolit di Paroki Kumba juga sekaligus menjadi inspirasi dan penyemangat bagi semua umat.

“Dari Ibu Meri dan Ibu Yustin, kita diajak untuk ikut dan terlibat dalam karya-karya di paroki kita ini. Kita semua dipanggil untuk melayani dan memberikan diri untuk memajukan berbagai karya baik untuk kemuliaan Tuhan dan keselamatan sesama,” tuturnya.

Bersama seorang biarawati yang berkarya di Paroki Kumba, Maria Midas sedang membagikan komuni suci kepada umat yang mengikuti misa, seuasi pelantikannya bersama Yustina Ice menjadi akolit di Gereja Santu Mikael Kumba, Minggu, 1 Maret 2026. (Foto: CHELSEA LARASATI/KOMSOS PSMK)

Disaksikan media ini. misa berjalan lancar dan khusyuk. Semua umat yang hadir menyambut kedua akolit yang telah dilantik dengan sukacita. “Sebagai umat tentu kami sangat bahagia karna dua ibu yang kami kenal baik ini telah dilantik menjadi akolit di Paroki Kumba. Tugas ini mulia dan sekaligus mengajak kami untuk semakin mencintai Ekaristi. Saya tadi terharu melihat acara pelantikan mereka,” kata Bernadeta Solaruba, umat paroki Kumba, seusai mengikuti misa.

Kedua akolit yang dilantik tersebut, Maria dan Yustina, sebelumnya telah mengikuti kegiatan pelatihan menjadi akolit dan mendapatkan Surat Resmi dari Uskup Ruteng tentang Perutusan Akolit, Pemimpin Ibadat Sabda Tanpa Imam, dan Membagikan Komuni Kudus tertanggal 14 Desember 2025.

Maria dan Yustina, sejak lama juga aktif di kelompok kerasulan Legio Mariae paroki Kumba, sebuah organisasi rohani yang memiliki anggota terbanyak di Keuskupan Ruteng. “Kami bersyukur kepada Tuhan untuk kepercayaan ini. Terima kasih kepada Bapak Uskup Ruteng dan Pastor Paroki Kumba juga sesama umat di paroki Kumba. Doakan kami selalu untuk setia dan taat pada tugas ini,” kata Yustina saat berbincang dengan media ini. (Jimmy Carvallo)