Kumba, Ruteng, Manggarai

PAROKIKUMBA.ORGSuasana haru bercampur isak tangis para orang tua dan anak mewarnai acara Rekoleksi Rohani yang diselenggarakan oleh Kelompok Gratia dari Jakarta di Aula Paroki Kumba, Minggu siang, 31 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan agenda dalam rangka persiapan rohani bagi 241 anak Sekolah Dasar di Paroki Kumba yang akan menerima Komuni Pertama juga orang tua mereka.

Rekoleksi yang dimulai pukul 08.00 hingga 15.00, ini dipandu oleh pengurus dan aggota Badan Pelayanan Keuskupan (BPK) Pembaruan Karismatik Katolik (PKK) Ruteng. Sementara, rekoleksi dibawakan secara bergantian oleh 9 orang dari Kelompok Gratia. Kegiatan ini dibagi dalam 2 kelompok, yakni pasutri dan kelompok anak-anak calon penerima Komuni Pertama. Selain di Aula Paroki Kumba, juga diadakan di Aula Kongregasi Ursulin (OSU).

Seorang anak calon penerima Komuni Pertama sedang membasuh kaki orang tuanya dalam kegiatan Rekoleksi yang dibimbing oleh Kelompok Gratia dari Jakarta yang dilangsungkan di Aula Paroki Kumba, Minggu siang, 31 Mei 2026. (Foto: PAROKIKUMBA.ORG

Kehadiran Kelompok Gratia di Paroki Kumba menjadi ‘magnet’ tak hanya para orang tua, tapi juga anak-anak. Sehari sebelumnya, pada Sabtu petang, 30 Mei 2026, kedatangan mereka didambut dengan ritus adat oleh Pastor Paroki Kumba RD Kornelis Hardin, Vikaris Parokial RD Max Haber dan RD Hironimus Apul serta jajaran DPP dan DKP di Pastoran Kumba. Dari Kelompok Gratia yang datang, ada pasutri Joppy dan Yvonne Taroreh, Ibu Siska, Ibu Lita, Pasutri Eski dan Lusi, Pasutri Gunawan dan Anita, serta Uki.

Sambil memeluk anaknya yang akan menerima Komuni Pertama, seorang ibu yang terharu, menyeka air mata saat mengikuti Rekoleksi yang dibimbing oleh Kelompok Gratia dari Jakarta. Ratusan orang tua dan anak-anak juga ikut menitikkan air mata dalam kegiatan yang berkesan ini. (Foto: PAROKIKUMBA.ORG)

Rekoleksi bagi sekitar 480-an orang tua dari anak-anak calon Komuni Pertama dan 241 anak tersebut menjadi agenda utama kehadiran Kelompok Gratia, termasuk di hari yang sama digelar juga bakti sosial pembagian Tanda Kasih berupa ratusan paket sembako kepada para lansia dan kaum rentan lainnya yang ada di wilayah Paroki Kumba.

Di aula Paroki Kumba dan Aula Biara Ursulin, rekoleksi dibawakan oleh Kelompok Gratia serta diselingi lagu-lagu worship (pujian-penyembahan) yang dilantunkan oleh anggota BPK PKK Ruteng diikuti dengan antusias oleh semua peserta. Suasana haru mulai terlihat ketika dilaksanakannya acara pembasuhan kaki oleh semua peserta rekoleksi.

Bapak Joppy Taroreh dari Kelompok Gratia – Jakarta sedang memberikan rekoleksi kepada anak-anak calon Komuni Pertama dan orang tua mereka di Aula Paroki Kumba, Minggu siang, 31 Mei 2026. Sebelumnya, peserta rekoleksi dibagi dalam 2 kelompok, yakni anak-anak dan kelompok pasutri/orang tua. (Foto: PAROKIKUMBA.ORG)

Dengan wadah berupa ratusan baskom yang disediakan oleh panitia, didahului oleh ritus pembasuhan kaki para orang tua (ayah dan ibu) oleh 241 anak calon penerima Komuni Pertama. Lalu, bergantian para pasutri saling membasuh kaki sebagai lambang saling mengampuni dan melayani. Ratusan orang tua dan anak-anak meneteskan air mata saat melakukan pembasuhan kaki.

Terharu dengan rekoleksi yang dibawakan oleh Kelompok Gratia dari Jakarta, seorang ibu menyeka air mata dengan jemarinya sambil memeluk erat anaknya yang akan menerima Komuni Pertama. Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama Pastor Paroki Kumba, DPP, dan kelompok Gratia dari Jakarta. (Foto: PAROKIKUMBA.ORG)

“Ini pertama kali saya ikut rekoleksi yang bagus seperti ini dan ada acara pembasuhan kaki juga. Saya terharu sekali dan menangis. Ada macam merasa disentuh oleh Tuhan dan saya merenungkan kembali semua perbuatan saya, terutama saya yang selama ini kurang masih mengasihi keluarga. Terima kasih untuk Kelompok Gratia yang sudah memberikan rekoleksi ini,” kata Martina, 32 tahun, salah satu orang tua yang mengikuti rekoleksi.

Ratusan orang tua dan anak-anak saat antusias mengikuti Rekoleksi menjelang penerimaan Komuni Pertama. Kegiatan di Aula Paroki Kumba dan di Aula Kongregasi Ursulin didampingi oleh Kelompok Gratia dari Jakarta dan diiringi lagu pujian-penyembahan oleh BPK PKK Keuskupan Ruteng. (Foto: PAROKIKUMBA.ORG)

Marsya, anak calon Komuni Pertama, bercerita, ia senang bisa mengikuti rekoleksi ini karna lagu-lagu yang dinyanyikan hampir semuanya dia tahu dan rekoleksi yang dibawakan dimengertinya dengan mudah. “Saya ikut nyanyi tadi dengan senang karna lagu-lagu (rohani)nya bagus dan banyak yang saya tahu. Saya ikut mencuci kakiknya bapa dan mama, saya lihat mama yang menangis tadi,” ujarnya.

Pasangan suami – istri (pasutri) sedang memeluk anak mereka sambil mengidungkan atau menyanyikan lagu rohani yang dipandu oleh kelompok BPK PKK. Acara rekoleksi di Aula Paroki Kumba ini menghadirkan kelompok Gratia dari Jakarta. (Foto: PAROKIKUMBA.ORG)

Seusai santap siang bersama, dilanjutkan dengan rekoleksi gabungan yang mempertemukan para pasutri dengan anak-anak mereka di Aula Paroki Kumba. Pada sesi ini, banyak orang tua langsung memeluk anak mereka, terutama saat bersama-sama menyanyikan kidung rohani penyembahan yang mengalun syahdu. Rekoleksi yang dilaksanakan sekitar 6 jam tersebut berjalan lancar dan banyak peserta berkisah, mereka mengalami kebangkitan rohani.

Pastor Paroki Santu Mikael Kumba RD Kornelis Hardin saat memimpin perayaan Ekaristi yang menutup kegiatan Rekoleksi oleh Kelompok Gratia yang diikuti lebih dari 800an peserta di Aula Paroki Kumba. Tampak duduk di barisan depan tim Kelompok Gratia dari Jakarta. (Foto: PAROKIKUMBA.ORG)

“Tim kami dari Kelompok Gratia Jakarta yang datang ada beberapa orang dan kami selalu membuat pelayanan untuk menjangkau khususnya keluarga-keluarga, pasutri dan anak-anak, seperti yang kami lakukan dalam rekoleksi hari ini di paroki Kumba. Gereja terkecil yaitu keluarga. Kalau keluarga-keluarga bagus, tentu kita semua juga merasa bahagia dan bersyukur karna Gereja menjadi kuat. Kita berharap keluarga-keluarga dipulihkan dan berkat Tuhan selalu mengalir dalam keluarga,” kata Joppy Taroreh dari Kelompok Gratia saat berbincang dengan media ini.

Rekoleksi ditutup dengan perayaan Ekaristi Hari Raya Tritunggal Mahakudus yang dipimpin oleh Pastor Paroki Kumba RD Kornelis Hardin. Pada kesempatan ini, Romo Dino, sapaannya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kelompok Gratia dari Jakarta atas kunjungan pelayanannya bagi para orang tua dan anak calon Komuni Pertama, perhatian kepada kaum rentan dan umat di Paroki Kumba. [Jimmy Carvallo]