Kumba, Ruteng, Manggarai

FOTO: Vikep Ruteng RD Dyonysius Osharjo didampigi Pastor Paroki St. Mikael Kumba RD Kornelis Hardin (kanan) dan Magister Novisiat SMM Ruteng RP Heredi Suhartono (kiri) saat memimpin Misa Peringatan Maria Ratu Rosario di Gereja Kumba, Rabu sore, 7 Oktober 2026. (Foto: KOMSOS PSMK)

PAROKIKUMBA.ORG – Lebih dari seribu umat menghadiri Perayaan Santa Perawan Maria Ratu Rosario yang diselenggarakan di Gereja Santu Mikael Kumba, Rabu sore, 7 Oktober 2026. Misa dipimpin Vikaris Episkopalis (Vikep) Ruteng RD Dyonysius Osharjo didampingi Pastor Paroki Kumba RD Kornelis Hardin.

Suasana saat ritus adat penerimaan Vikep Ruteng RD Dyonysius Osharjo saat tiba di kompleks Gereja Santu Mikael Kumba guna memimpin Misa Perayaan Maria Ratu Rosario pada Rabu sore, 7 Oktober 2026. (Foto: KOMSOS PSMK)

Hadir pula sejumlah imam konselebran lainnya, yakni Vikaris Parokial Kumba RD Maximus Haber, Magister Novisiat Serikat Maria Montfortan RP Heredi Suhartono, SMM juga RP Hyronimus Ario Dominggus, SMM, RP Bertolomeus Diaz Raga, SMM, dan RP Silvester Naikofi, MI. Perayaan ini sekaligus menggambarkan wajah sinodalitas gereja yang mewarnai ziarah bersama dalam Sinode IV Keuskupan Ruteng.

Misdinar dan para imam saat perarakan menuju Altar pada Misa Peringatan Maria Ratu Rosario di Gereja Santu Mikael Kumba, Kamis, 7 Oktober 2026. Misa ini dihadiri lebih dari seribu umat utusan dari berbagai organisasi rohani dan kelompok kategorial dan kaum religius yang berkarya di wilayah paroki Kumba. (Foto: KOMSOS PSMK)

Misa ini disemarakkan penampilan Paduan Suara ‘Suara Kasih’ yang mengenakan busana tradisional Manggarai. Pada kesempatan ini hadir puluhan kaum religius yang berkarya di wilayah Paroki Kumba, jajaran pengurus DPP dan DKP Kumba, pengurus dan anggota 7 organisasi kerasulan rohani, para Ketua Wilayah dan Ketua KBG, para pendidik (guru), utusan mahasiswa dan pelajar, serta utusan kelompok kategorial seperti WKRI, OMK, SEKAMI, dan PPA.

Vikep Ruteng RD Dyonysius Osharjo dan para imam konselebran saat memimpin misa meriah Perayaan Maria Ratu Rosario pada Rabu sore, 7 Oktober 2026 di Gereja Santu Mikael Kumba, Keuskupan Ruteng. (Foto: KOMSOS PSMK)

Saat tiba di halaman Gereja Kumba, RD Dyonysius Osharjo, yang disapa Romo Os, disambut dengan ritus adat Kepok Curu oleh Kornelis Edas, Wakil Ketua Pelaksana DPP bersama Pastor Paroki Kumba dan para pengurus harian DPP-DKP serta pengalungan selendang juga pemberian topi Re’a (topi khas Manggarai). Selanjutnya di ruangan Pastoran kembali digelar ritus Manuk Kapu dalam suasana keakraban dan persaudaraan.

Paduan Suara ‘Suara Kasih’ saat tampil dalam Misa Peringatan Maria Ratu Rosario di Gereja Santu Mikael Kumba. Mengenakan baju putih dan kain Songke, mereka menyemarakkan perayaan ini dengan melantunkan lagu-lagu pujian yang membahana. (Foto: KOMSOS PSMK)

Empat tahun terakhir, pada tanggal ini mestinya dirayakan dengan misa puncak Festival Golo Curu yang dilaksanakan dengan prosesi meriah Arca Bunda Maria Ratu Rosari ke Bukit Golo Curu. Namun, situasi pasca gempa bumi yang melanda Pulau Flores tidak memungkinkan lagi untuk melaksanakan tradisi religius tahunan itu sehingga di semua paroki dalam Keuskupan Ruteng dilaksanakan misa sebagaimana yang juga diadakan di Gereja Kumba.

Para pengurus dan anggota organisasi/kelompok kerasulan rohani saat hadir bersama para religius dan umat mengikuti Misa Perayaan Maria Ratu Rosario yang dipimin Vikep Ruteng RD Dyonysius Osharjo di Gereja Santu Mikael Kumba. (Foto: KOMSOS PSMK)

Doa Sederhana yang Mendatangkan Rahmat

Dalam homilinya, RD Osharjo mengajak umat Katolik untuk memiliki semangat hidup seperti Maria, yang memiliki hati yang mulia, tulus, sederhana, dan mau bekerjasama dengan Tuhan untuk melaksanakan hal-hal baik selama hidup di dunia ini. “Kita bisa melakukan banyak hal baik di mana saja, kalau kita cukup rendah hati untuk mau secara rutin melakukan hal yang paling sederhana ini, yaitu berdoa Rosario,” ujarnya.

Tampak di sisi timur, para religius dari berbagai tarekat menghadiri Misa Peringatan Maria Ratu Rosario di Gereja Kumba, Rabu sore, 7 Oktober 2026. Perayaan ini berlangsung khusyuk dan dihadiri lebih dari seribu umat. (Foto: KOMSOS PSMK)

Pada Bulan Oktober ini, RD Osharjo menuturkan, Allah bisa saja memilih cara yang paling sederhana dan paling cepat untuk membagikan rahmatNya kepada kita dan untuk menyelamatkan kita, yaitu melalui Doa Rosario.

Para siswa dari SDI Tenda mengenakan busana adat Manggarai sedang membawa bahan persembahan pada Misa Peringatan Maria Ratu Rosario yang dipimpin oleh Vikep Ruteng RD Osharjo di Gereja Santu Mikael Kumba. (Foto: KOMSOS PSMK)

“Berdoa Rosario itu tindakan yang kecil dan sederhana tapi berdampak besar, tidak saja untuk diri sendiri tetapi bisa untuk seluruh dunia. Cukup banyak kesaksian di mana orang-orang diselamatkan, keluarga diselamatkan, perkawinan diselamatkan, komunitas diselamatkan, gereja diselamatkan, panggilan religius diselamatkan karna tindakan yang sangat kecil dan sederhana yang kita lakukan yaitu berdoa Rosario,” tuturnya.

Vikaris Episkopalis Ruteng RD Dyonysius Osharjo, disapa Romo Os, saat sedang menyampaikan homili pada Misa Peringatan Maria Ratu Rosario di Gereja Santu Mikael Kumba, Rabu sore, 7 Oktober 2026. (Foto: KOMSOS PSMK)

Dipesankan RD Osharjo, keluarga, komunitas, dan gereja kita pun akan bertahan terhadap tantangan dan bisa menghasilkan banyak buah yang baik dalam kehidupan, kalau kita semua tekun dan setia berdoa Rosario bersama Bunda Maria.

“Jangan pernah lupa berdoa Rosario dalam hidup ini. Berdoa Rosario lebih besar dampaknya untuk kehidupan kita daripada (kekedar) membawa Rosario,” ucap RD Os. Ketua Seksi Devosi Umat DPP Kumba, Maria Midas kepada media ini mengatakan, perayaan misa ini dan homili Vikep Ruteng menginspirasi semua umat untuk semakin tekun berdoa Rosario dan menyebarluaskan devosi kepada Bunda Maria.