Kumba, Ruteng, Manggarai

Foto: Ketua Komisi Kateketik Keuskupan Ruteng RD Thomas Julivaldistanto sedang mereciki makam-makam dengan air suci pada misa Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman di TPU Kumba, Senim pagi, 2 November 2026. (Foto: IST)

PAROKIKUMBA.ORG – Perayaan Ekaristi Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman dilaksanakan secara serentak di 8 Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang ada dalam wilayah paroki Santu Mikael Kumba, Senin pagi, 2 November 2026. Misa yang dimulai pada pukul 08.30 ini dihadiri ribuan umat, termasuk para religius, sanak famili, dan handai taulan dari mereka yang dimakamkan di 8 TPU itu.

Di TPU Tenda misa dipimpin Vikaris Parokial Kumba RD Max Haber, di TPU Sureng – Tenda dipimpin RP Diaz Raga, SMM, di TPU Kumba misa dipimpin RD Thomas Julivaldistanto, di TPU Wae Buka dipimpin RP Agustinus, SVD, dan di TPU Langgo Langkas dipimpin RP Silvester Naikofi, MI. Sementara, di TPU Cimpar misa dipersembahkan oleh RD Andi Jeramat, di TPU Carep Timur dipersembahkan oleh RP Hyronimus Ario Dominggus, SMM, dan di TPU Carep Barat dipimpin RP Yasintus, MI.

Disaksikan media ini, misa di 8 lokasi ini berjalan khidmat dan lancar meski berlangsung di bawah terik matahari yang cukup panas, namun tak menyurutkan antusiasme umat. Pada misa ini juga diadakan pemberkatan dan perecikan semua makam dengan air suci yang dilakukan para imam. Ribuan cahaya api lilin pun nampak menghiasi makam-makam.

Umat sedang mengikuti jalannya misa Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman di TPU Kumba. Misa ini dipimpin RD Thomas Julivaldistanto dan dihadiri lebih dari 300 umat Katolik. (Foto: IST)

Pergi Tapi Tidak Hilang

RD Max Haber dalam homilinya di hadapan ratusan umat yang hadir misa di TPU Tenda, mengatakan, kita memang merasa sedih ketika seseorang yang kita cintai meninggal. Kita merasa kehilangan karena orang itu tidak lagi ada di samping atau bersama kita. Kita tidak perlu malu dengan air mata. Menangis karena kehilangan adalah sesuatu yang manusiawi. Tetapi sebagai orang beriman, kita tidak boleh berhenti pada kesedihan. Kita mempunyai pengharapan.

“Dalam Injil hari ini, Yesus memberikan penghiburan yang sangat kuat. Ia berkata: “Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.” Kemudian Yesus juga berkata bahwa kehendak Bapa ialah supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya memperoleh hidup yang kekal dan dibangkitkan pada akhir zaman. Perhatikan kata-kata Yesus: “Aku tidak akan membuangnya,” tutur RD Max.

Ia menegaskan, ini berarti bahwa ketika seseorang meninggal, ia tidak jatuh ke dalam kekosongan. Ia datang kepada Tuhan. Kita memang kehilangan dia dari kehidupan kita di dunia ini, tetapi Tuhan tidak kehilangan dia.

RP Diaz Raga, SMM berfoto dengan salah satu keluarga di makam anggota keluarga mereka setelah mempersembahkan Perayaan Ekaristi Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman di TPU Sureng di Tenda, Senin, 2 November 2026. (Foto: BERNADETA)

“Maka, tema kita hari ini sangat sederhana: mereka telah pergi, tetapi tidak hilang. Mereka telah pergi dari rumah kita, tetapi tidak hilang dari kasih Tuhan. Mereka telah pergi dari lingkungan kita, tetapi tidak hilang dari ingatan kita. Mereka telah pergi dari dunia ini, tetapi kita percaya bahwa mereka tetap berada dalam tangan Tuhan,” ujarnya.

Dipesankan RD Max, peringatan arwah hari ini bukan hanya berbicara tentang mereka yang telah meninggal, tetapi juga tentang kita yang masih hidup. Sebab suatu saat nanti, kita pun akan mengalami perjalanan yang sama. Kita juga akan meninggalkan dunia ini. Pertanyaannya, apakah kita sudah mempersiapkan diri?

“Mempersiapkan diri menghadapi kematian bukan berarti kita harus takut atau terus-menerus memikirkan kematian. Justru sebaliknya, kita mempersiapkan diri dengan menjalani hidup yang baik setiap hari. Kalau masih ada masalah dengan keluarga, mari kita selesaikan. Kalau ada orang yang kita sakiti, mari kita berani meminta maaf. Kalau ada orang yang menyakiti kita, mari kita belajar mengampuni. Kalau selama ini kita jarang berdoa, mari kita mulai lagi. Kalau kita mempunyai kebiasaan buruk, mari kita berusaha meninggalkannya. Kalau ada orang di sekitar kita yang membutuhkan pertolongan, mari kita membantu sesuai kemampuan kita,” tuturnya.

Vikaris Parokial Paroki Kumba RD Max Haber saat mempersembahkan Perayaan Ekaristi Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman di TPU Tenda, Senin, 2 November 2026. Sekitar 300an umat mengikuti misa ini dan berlangsung khusyuk. (Foto: IST)

Jalani Hidup Dengan Baik

RD Max menambahkan, kesempatan ini kita juga dapat melakukan sesuatu yang sangat sederhana bagi mereka yang telah mendahului kita, yaitu mendoakan mereka. Menyebut nama mereka dalam doa pribadi, doa keluarga, doa Rosario, dalam perayaan Ekaristi, atau ketika kita berziarah ke makam.

“Kita mungkin tidak dapat lagi membantu mereka dengan pekerjaan atau pelayanan seperti dahulu, tetapi kita masih dapat mengingat dan menyerahkan mereka kepada Tuhan melalui doa. Dan setelah mendoakan mereka, jangan lupa melakukan sesuatu yang juga sangat penting, yaitu hidup dengan baik. Sebab suatu hari nanti, kita pun akan menjadi orang yang dikenang dan didoakan oleh orang lain,” ujarnya.

Suasana saat diselenggarakannya misa Pengenangan Arwah Semua Umat Beriman di TPU Wae Buka, Senin, 2 November 2026 yang dipimpin imam dari Kongregasi Serikat Sabda Allah (SVD). Ratusan umat mengambil bagian dalam perayaan misa ini. (Foto: IST)

Menurut RD Max, mereka yang telah meninggal memang telah pergi dari tengah-tengah kita, tetapi tidak hilang dari kasih Tuhan. Karena Kristus telah bangkit, kita pun mempunyai harapan bahwa kematian bukanlah akhir dari kehidupan. Suatu hari nanti akan ada kebangkitan dan kehidupan kekal.

“Maka marilah kita mendoakan mereka yang telah meninggal dan menjalani hidup kita dengan baik. Jangan terlalu banyak menyimpan kebencian, jangan terlalu lama menyimpan sakit hati, jangan pelit dalam berbuat baik, jangan lupa berdoa, dan jangan lupa mengasihi orang-orang yang ada di sekitar kita. Semoga semua orang beriman yang telah mendahului kita memperoleh pengampunan dan kehidupan kekal. Dan semoga kita yang masih hidup tetap setia berjalan bersama Kristus sampai suatu hari nanti kita pun dipanggil untuk pulang dan berjumpa dengan-Nya,” pesannya. [Jimmy Carvallo]