Kumba, Ruteng, Manggarai

PAROKIKUMBA.ORGKetua Komisi Kitab Suci Keuskupan Ruteng, RP Yosef Masan Toron, SVD menjadi pembicara dalam kegiatan Pertemuan Pembekalan dan Simulasi Fasilitator Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) yang dilaksanakan di Aula Paroki Kumba, Senin sore, 1 September 2025. Tema BKSN tahun ini yakni Allah Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup. Hadir pada kegiatan ini, Pastor Paroki St. Mikael Kumba, RD Kornelis Hardin, Ketua Pelaksana I DPP, Flori Mentot, jajaran pengurus DPP dan DKP.

Peserta yang mengambil bagian dalam pertemuan ini pun datang dari berbagai tarekat religius yang berkarya di wilayah paroki Kumba, seperti para Suster kongregasi Bunda Penolong Abadi (BPS), Suster Bunda Maria Tak Bernoda (FMVI) dari Stasi Carep, Suster Putri-Putri Fransiskanes (FSE), Suster Gembala Baik (RGS), Suster Katekis Hati Kudus (SCSC), Suster Ursulin (OSU), Suster Dina Santu Yosef dari Manado (DSY) dan Suster-Suster Putri-Putri Kebijaksanaan (DW) dan Bruder Santu Alysius (CSA).

Para religius dari berbagai kongregasi yang berkarya di wilayah Paroki Santu Mikael Kumba saat mengikuti kegiatan Pertemuan pembekalan dan Simulasi Fasilitator Katekese Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) di Aula paroki Kumba pada Senin, 1 September 2025. Bersama para fasilitator lainnya mereka akan diterjunkah ke semua KBG untuk menjadi fasiliiator katekese. (Foto : PAROKIKUMBA.ORG)

Selain dihadiri para katekis yang ada di paroki Kumba, kegiatan tersebut juga diikuti para Koordinator Wilayah (Korwil), Ketua-ketua Komunitas Basis Gerejani (KBG), para kepala sekolah dan guru Pendidikan Agama Katolik SD, SMP dan SMA/SMK separoki Kumba dan utusan kelompok-kelompok kategorial.

Saat membuka kegiatan pembekalan dan simulasi fasilitator katekese BKSN tersebut, RD Kornelis Hardin, disapa Romo Dino mengatakan, bulan September menjadi saat yang istimewa bagi umat Katolik karena secara khusus bisa lebih lagi mendalami Sabda Tuhan dengan lebih intens secara bersama-sama dengan umat lainnya di KBG-KBG melalui katekese, termasuk mengambil bagian dalam prosesi Kitab Suci dalam memperingati 150 karya kongregasi SVD.

“Muara dari semua ini adalah kita semakin dekat dengan Tuhan dan semakin dekat dengan sumber utama refleksi iman kita yakni Kitab Suci. Kita semua diajak untuk mengakrabi Kitab Suci sebagai makanan rohani kita, termasuk mendalami Kitab Suci melalui katekese yang akan dilaksanakan serentak di semua KBG. Kami berterima kasih untuk Pater Yosef yang hadir memberikan pembekalan, juga untuk semua yang mengambil bagian menyukseskan BKSN melalui program katekese ini mulai dari DPP, DKP, Seksi Kitab Cuci Paroki Kumba, para Korwil, pengurus KBG dan semua fasilitator,” ujar RD Dino.

Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Ruteng, RP Yosef Masan Toron, SVD saat menyampaikan materinya dalam kegiatan Pembekalan dan Simulasi Fasilitator Katekese BKSN 2025 di Aula Paroki Kumba, Senin, 1 September 2025 sore. Didampingi moderator Tarsi Tarsa, Ketua Seksi Kitab Suci DPP Kumba, kegiatan ini berjalan lancar dan diikuti dengan antusias oleh para peserta. (Foto : PAROKIKUMBA.ORG)

Mengawali preentasinya, RP Yosef Masan Toron, SVD yang pernah menjabat Ketua Lembaga Biblika Indonesia (LBI) mengatakan, tujuan yang mau dicapai dalam bulan Kitab Suci, yakni bersama umat di kelompok-kelompok atau KBG kita, mau menjadikan Kitab Suci sebagai santapan jiwa dan sebagai tanggapan terhadap seruan Paus Fransiskus Spes non confundit, di Tahun Yubileum 2025 ini, yakni pengharapan yang tidak mengecewakan. Menjadikan Firman Allah (Kitab Suci) sebagai sumber pembaruan hidup dan pertobatan melalui kegiatan katekese.

“Dalam tahun Yubileum ini kita diharapkan meningkatkan iman dan kepercayaan kita yang salah satunya dengan membaca Kitab Suci. Dalam Kitab Suci kita menemukan janji-janji Tuhan yang diujukan kepada kita semua. Dengan membaca Kitab Suci kita berjumpa dengan Kristus dan kita akan mendapatkan peneguhan iman dari Kristus sendiri. Kitab Suci adalah buku pegangan iman dan moral kita, sebagai orang beriman, Kitab Suci menjadi satu-satunya rujukan yang menjadi pegangan dan pedoman kehidupan kita,” kata RD Yosef.

Pastor Paroki Santu Mikael Kumba, RD Kornelis Hardin, disapa Romo Dino (kiri, mengenakan baju batik biru) bersama Ketua Pelaksana I DPP Kumba, Flori Mentot dan para religius serta pengurus Wilayah, KBG dan para fasilitator katekese saat kegiatan Pembekalan dan Simulasi Fasilitator BKSN yang menghadirkan pembicara Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Ruteng, RP Yosef Masan Toron, SVD (sedang berdiri). (Foto : PAROKIKUMBA.ORG)

Dalam pertemuan ini juga disepakati, melalui pendampingan 95 fasilitator, umat Paroki Kumba yang ada di 95 KBG akan memulai katekese serentak mendalami tema pertama pada Sabtu, 13 September 2025. Umat di semua KBG akan mendalami 4 tema, terdiri dari (1) Pembaruan Relasi dengan Diri Sendiri (2) Pembaruan Relasi dengan Sesama (3) Pembaruan Relasi dalam Keluarga dan (4) Pembaruan Relasi dengan Allah.

Selain dilaksanakan oleh umat di 95 KBG, katekese juga diadakan di sekolah-sekolah dan komunitas-komunitas hidup bersama, seperti di asrama-asrama, kos-kosan dan kelompok-kelompok kategorial. “Kita optimis, seperti suksesnya katekese APP 2025, maka berangkat dari pengalaman itu, dengan kekuatan, militansi dan dedikasi para fasilitator yang sudah berpengalaman dan mendapatkan pendampingan – simulasi ini, katekese BKSN 2025 di Paroki Kumba akan berjalan sukses sesuai harapan kita semua,” kata Tarsi Tarsa, Ketua Seksi Kitab Suci DPP Kumba. (Jimmy Carvallo)

PAROKI KUMBA RUMAH KITA BERSAMA